DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Salah sasaran


__ADS_3

Bersambung #46#


Kami semuapun hanya bisa diam didalam kamar.


"Kakek itu masih di luar gak ya..?"


Tanya Rio.


"Kayaknya masih"


Ucap Ku.


"Semoga aja dia cepat pergi"


Jawab Rio.


Wisnu ternyata kebelet buang air kecil, tampak dari wajahnya sedang bertahan menahan kencing.


"Lo kepana Wis..?"


Tanya Ku.


"Gua kebelet pipis Ko.."


Jawab Wisnu.


"Nah sudah, Di luar masih ada kekek kakek itu."


Ucap Ku.


"Terus Gimana ya..?"


Tanya Wisnu.


"Coba cari botol mineral"


Ucap Danu.


Wisnu pun berusaha mencari botol sambil menahan kencing. Ternyata tidak di temukan sama sekali .


"Gimana ni..? Gak ada botol sama sekali, Gua udah Gak kuat lagi..!!"


Ujar Wisnu.


"Ya udah, Kekamar mandi aja kalau Elu berani"


Ucap Ku.


"Gila Lu..! Lu nyuruh Gua mati apa..? Gimana Kalau kakek itu masih ada..?"


Tanya Wisnu.


"Kalau gitu Lo kencing di jendela aja noh"


Ucap Rio.


Wisnu pun melihat ke arah Jendela, Karena dia benar benar tidak tahan lagi, Dia pun langsung berlari ke arah jendela.


"Jorok Lo Wis, Hati hati nanti ada orang" Ucap Ku.


"Gak ada pasti, kan Kamar kita di belakangnya adalah sungai"


Ucap Danu.


Si Wisnu terlihat berdiri di jendela sambil mengeluarkan cairan berbahayanya, Menghelakan napas yang sangat indah.


Ketika Wisnu sedang kencing ternyata di bawah rumah kami lagi ada seorang bapak yang berkepala botak sedang mancing.


Terdengar suara bapak itu berkata.


"Rasoe tadi dak tek tando tando ujan ( Rasanya tadi gak ada tanda tanda hujan), Kenapo tibo tibo ujan ( Kenapa tiba tiba hujan)".


Ucap Bapak berkepala botak itu.


Wisnu langsung kaget setengah mati, bagaimana tidak..? Ternyata dia sedang kencing di atas bapak itu.


" Duhh mati Gua"


Lirih si Wisnu.


Wisnu pun langsung berhenti, supaya tidak ketahuan dengan warga itu.


Aku pun berkata dengan pelan.


"Lo sih gak liat liat dulu, Kalau bapak itu tau bisa ****** kita".


" Namanya Gua Gak tau"


Lirih si Wisnu dengan sangat pelan.


Kemudian bapak berkepala botak itu berkata.


"Untong berenti ujan e, manceng lagi enak enak e ko (Untung berhenti hujannya , Mancing lagi enak enaknya ni)".

__ADS_1


Tak lama kemudian bapak itu berkata.


" Woiiii siapo kenceeeng..?( Woii siapa kencing..?)".


Kami cuma bisa menahan ketawa.


Di satu sisi masih menahan rasa ketakutan, disatu sisi menahan rasa tawa. Pokoknya rasanya campur aduk, kayak es campur.


Didalam kamar itu yang paling ketakutan adalah Rio, Karena Dia yang sempat berinteraksi dengan mahluk itu.


"Makanya kalau di kasih tau bapak Arif itu di dengerin..! Coba kalau dulu Lo dengerin kata kata pak Arif..! Pasti kita gak bakalan gini".


Ucap Ku.


" Iya iya Gua minta maaf, Kalau kakek itu gak ganggu Gua malam ini..! Gua janji bakalan gak sembrono lagi"


Ujar Rio.


Aku pun langsung berdiri, memberanikan diri untuk melihat suasana di luar kamar.


"Lo mau kenama Ko..?"


Tanya Rio yang melihat ku berdiri melangkah ke arah pintu.


"Gua mau mastiin kalau kakek itu sudah tidak ada"


Ucap Ku.


"Gak Usah Ko, Nanti kalau Dia di depan pintu gimana..?"


Tanya Wisnu.


"Dari pada kita gini terus..? Kita kita ini pada belum mandi."


Ucap Ku.


Aku pun melangkah ke arah pintu dengan gaya santai seoalah olah pemberani, Supaya teman teman ku juga ikut berani, padahal Didalam hati ini sudah Dag Dig Dug menahan ketakutan.


Didalam hatiku berkata "Semoga aja kakek itu kagak ada di luar, Kalau ada bisa bisa gak tidur Gua malam ini".


Langkah ku perlahan tapi pasti menuju ke arah Pintu.


Aku buka kunci pintu itu dengan cara memutarnya ke arah kiri.


Tak


Suara kunci pintu itu terbuka, yang menandakan Pintu sudah bisa terbuka.


Ku pegang gagang pintu dengan rasa penuh ketakutan, Kutarik perlahan demi perlahan pintu itu.


Suara pintu itu terbuka.


Pintu itu terbuka sedikit demi sedikit hingaa dinding papan di depanya sudah bisa ku lihat dengan sempurna.


"Semoga kakek itu sudah pergi, Semoga kakek itu sudah pergi, semoga kakek itu sudah pergi"


Gumam didalam hatiku.


Sambil memejamkan mata ku, Aku melangkah ke arah luar kamar dengan sangat pelan.


Ketika tubuh ku sudah berada diluar kamar Aku mencoba membukanya perlahan lahan.


Hanya tampak dinding papan yang berada di depan ku, Namun aku belum melihat ke arah kanan yaitu pintu masuk rumah itu, dan melihat ke arah kiri yaitu arah menuju Kamar misterius itu dan Kamar mandi.


Ku beranikan untuk melihat ke arah kanan terlebih dahulu.


Ternyata tidak ada apa apa, Hanya ada pintu rumah yang masih tertutup rapi.


"Mungkin kakek ini di sebelah kiri"


Gumam Didalam hatiku.


Ku mencoba untuk melihat ke arah kiri.


Ku tarik kepala ku 180° sehingga mataku sudah bisa melihat jelan kearah dapur.


Dan ternyata juga tidak ada apa apa.


"Alhamdulillah kagak ada apa apa".


Ucap ku dengam sangat pelan.


Kemudian aku membalikan badan ku ke arah kamar Wisnu dan Danu.


Dan terlihat Rio, Wisnu dan Danu berada didepan ku alias didalam kamar, Kemudian ku berkata.


" Kan kagak ada apa apa.! Ngapain kita harus takut..? Kakeknya udah pergi".


Namun anehnya wajah ketiga temen ku itu langsung kelihatan pucat lesi.


"Nah Kalian kenapa.? Lihat Gua kayak lihat setan aja"


Ucap Ku kepada ketiga teman ku.

__ADS_1


Mereka tidak menjawab apa pun dari pertanyaanku.


Aku masih berdiri didepan kamar sambil menghadap ke arah kamar.


"Kalian kenapa sih..? Kayak orang Lihat hantu aja"


Ucap Ku kedua kalinya.


"Koooooo oooo.... Dii iiii Belaaakanggg Luu..! "


Ucap Wisnu dengan nada tertatih tatih sambil menunjuk kearah belakang ku.


"Apa Wis..? Ngomong gak jelas gitu, Coba yang jelas dikit ngomongnya"


Ucap Ku.


Danu pun ikut menunjuk kearah belakang ku, Kemudian berkata dengan nada sama seperti Wisnu.


"Diiii Belaakaaanggggg Luuuuuuuu Ada a aaa.....!".


" Ada apa..? Lo ngomong sama aja kayak Wisnu, Gak jelas"


Ucap Ku.


Kemudian Rio pun juga berkata.


"Di iii belakang Loo Adaa..aaaaa Haa haaa haaannnn.. ".


" Dasar gak jelas Lu pada, Ngomong kayak abang ajiz gagap aja semuanya, Kalian mau ikut OVJ...?".


Dari arah belakang ku tiba tiba terdengar suara kakek kakek yang bertanya.


"Apoo OVJ Tu lop..? (Apa OVJ itu Nak..?)".


Aku pun menjawab tanpa menghadap ke arahnya.


" Masak kakek kagak tau..?, OVJ itu Orang Orang Vada Jomblo AHahahahahah"


Ucap Ku sambil tertawa.


Didalam hati ku berkata.


"Ehhhh Kok Ada kakek kakek bertanya, Kan kagak ada kakek di rumah ini..? Terus siapa yang dibelakang Gua..? Jangan Jangannnnnnnnnn Kakek Haaaann hannn haann..".


Ternyata aku baru sadar bahwasanya ada seorang kakek di belakang ku.


" Kooo Diii belakangg Luuu cobaaa Dii ii Lihattttttt"


Ucap Rio dengan wajah pucat ketakutan.


"Si iiiiaaapaaaa aaa ..?"


Tanya ku yang sudah mulai ketakutan.


Perasaan ku Sudah tidak enak lagi.


Aku pun mencoba untuk melihat ke arah belakangku, Ku putar kembali tubuhku 180° Dengan perlahan sambil memejamkan mata.


Saking ketakutannya, Kaki sudah bergetar dengan sangat hebat, Bulu kuduk ku berdiri seketika, sekarang bukan hanya Kaki ku yang bergetar tapi seluruh tubuhku.


Sekarang aku tepat di depan kakek itu namun mata ku ku pejam kan seluruhnya.


Ku Buka kembali mataku dengan perlahan lahan.


Betapa terkejutnya aku, Sekarang didepan ku Ada seorang kakek tua berjenggot putih tepat berdiri di depan ku.


Sontak saja aku menjerti dengan sekuat tenaga.


"Haaaaaaannntuuuuuuuuuuuuuu".


Tampa ku sadari Tangan ku langsung menampar keras kakek wajah kakek itu.


Plaaakkkkkkkkkkkkk


Suara tanparan keras mengenai wajah kakek itu.


Aku heran, Biasanya hantu tidak bisa di sentuh tapi kenapa kakek satu ini bisa ku tampar, Mungkinkah Aku mempunyai ilmu..?


Kakek yang berada didepan Ku langsung memegang pipinya, Menahan kesakitan karena tamparan Ku.


"Oiii Loppp ( Oiii nak..?), Ngapo Datok ko tampar ( Kenapa Kakek di tampar).?"


Ucap Kakek itu sambil memegang pipinya.


Tampak pipi kakek itu merah bekas tamparan ku.


"Datok ko( Kakek ini).? Hantu apo idak (Hantu atau bukan)..?"


Tanya Ku.


"Datok ko manusio lagi lop ( Datuk Ini Masih manusia nak), Datok Ko tadi manceng di bawah dengan anak datok ( Kakek ni tadi mancing di bawah dengan anak kakek)"


Ucap Kakek itu.

__ADS_1


Ternyata yang didepan ku bukanlah hantu, Tetapi kakek kakek ayah dari bapak botak yang dikencingi oleh Wisnu tadi.


#Bersambung#


__ADS_2