DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Menonton Bioskop


__ADS_3

Akupun menelpon salah satu teman yang berada di jakarta untuk mengirim proyektor ke Desa Batu Sawar.


"Assalamu'alaikum bang..?"


Ucap ku ketika menelpon teman yang ada di jakarta.


"Waalaikumsalam Ko, Tumben Lo nelpon abng malam malam gini"


Jawabnya.


"Gini bang, Proyektor abng yang pernah ku pinjam dulu masih ada gak bang..?"


Tanya Ku.


"Masihh Ko, Masih utuh, Kenapa emangya..?"


Ucapnya.


"Aku Boleh minjam gak bang..? Untuk acara di desa bang"


Ucap Ku.


"Boleh lah, Nanti Gua kirim Lewat JNE ya.."


Ucapnya.


"Makasih bang, Nanti ku kirim alamatnya bang.


Jawab Ku.


" Ok Siap bro".


Jawabnya.


"Iya udah bang, Lagi mau nonton ama Danu ni, Assalamu'alaikum bang, Jangan lupa proyektornya heheh"


Ujar Ku.


"Waalaikumsalam Ko, Tenaangggg Aman terkendali, Barang selamat sampai Tujuan"


Jawabnya.


Setelah Aku menelpon, Aku pun kembali melihat layar laptop yang ada didepan Ku.


"Aman Dan, Mulai malam besok kita adakan acara nobar"


Ucap Ku kepada Danu.


"Nah Gitu dong jadi ketua"


Jawab Danu.


Aku masih mengotak ngatik laptopnya Danu, Mencari film film terbaik.


Setelah sekian lama jari jariku memegang Mouse akhirnya bertemulah film terbaik yang Ku Suka.


Film bergenre Romantis, Mau tau Film apa..? Itulah Dia Film Tenggelamnya Kapal ******* .


"Nah Ini Dia film Gua"


Ucap Ku.


"Lo Suka film ini ya Ko..?"


Tanya si Danu.


"Gua suka karna sastra nya Buya Hamka sangat tinggi, hingga bisa menciptakan karangan Novel nya yang difilmkan"


Ucap Ku.


"Oh itu dulunya Novel..?"


Tanya Danu.


"Iya Dan, Gua sampai tiga kali hatam baca novelnya, Banyak kata kata adat disana, Kayak " Pisang Tidak akan berbuah dua kali ".


Ucap Ku.


" Lah Lo tau artinya..?"


Tanya Danu.


"Lo cari tau sendiri kalau gak tau, Ada pagi, " Pantang bagi laki laki menelan air liur yang sudah ia ludahkan "


Ucap Ku kembali.


"Kalau ini baru Gua tau"


Ucap Danu.


"Apa??"


Tanya Ku kembali.


"Bahwasanya Cowok itu tidak akan menarik kembali kata katanya yang sudah ia ucapkan"


Ucap Danu.


"Ya bisa dibilang begitu juga"


Ucap Ku.


Aku pun memutar filmnya.


Film baru setengah jam kurang, Wisnu datang dari kamar mandi yang hanya memakai handuk saja, Tampak Perut one packnya wkwkwk.


"Tolong kondisikan perut Lo Wis"


Ucap Ku ketika melihat Wisnu yang muncul masuk kedalam kamar.


"Jangan salah Lo, Cewek sekarang pada suka yang perut Kayak Gua dari pada perut kotak kotak Lo"


Ucap Wisnu.

__ADS_1


"Hahaha Cewek mana Tu..?"


Tanya Danu.


"Cewek mana aja dah, Coba Lo tanyain sama cewek cewek sini"


Jawab Wisnu sambil mengambil kain sarung didalam lemarinya.


"Lo aja yang tanya, Gua malu"


Jawab Danu.


"Nah Lo punya Malu juga..?"


Tanya Wisnu.


"***** Lo, Masak Gua gak ada Malu.. Gua Bukan Rio."


Ucap Danu.


Dari arah luar kamar Rio datang sambil telponan.


"Siapa yang bilang Gua tadi..?"


Tanya Rio yang masih telponan.


"Nahhh Ni Jinnya Muncul"


Jawab Danu.


"Bentar yank, Ada anak Manusia ni mau cari gara gara ama Aa"


Ucap Rio sambil menutup telponya.


Kemudian Dia mendekati Danu.


"Lo pada ngapain ni.?"


Tanya Rio.


"Lagi nonton"


jawab Ku, Yang kembali fokus ke laptop


"Nonton horor aja, Apaan nonton romantis romantisan...! ,Kalian jomblo nonton yang romantis gak cocok"


Ucap Rio.


"Di Laptop Gua udah kehapus semua film horornya"


Ucap Danu.


"Ya udah, Pakai Laptop Gua aja"


Ucap Rio yang kembali kekamar mengambil laptopnya.


Tidak lama kemudian Rio pun kembali kekamar sambil membawa laptop ditangannya.


Ucap Rio.


"Nanti pas nonton kakek yang tadi dateng...?"


Ucap Wisnu.


"Gua mau mandi aja, Nanti kalau udah nonton yang horor horor..! Gua bakalan kagak berani mandi"


Ujar Danu.


"Duh.. Biasanya yang terakhir itu yang didatenginya.., Untung Gua yang pertama"


Ucap Rio.


"Lo mau nakutin Gua ya...? Kagak mempan Bro"


Ucap Danu.


"Ya udah sono mandi"


Ucap Wisnu.


Danu pun langsung bergegas untuk mandi, Sedangkan kami bertiga lagi mengotak atik laptop yang dibawa oleh Rio tadi.


"Film Gua belum selesai ni, Masak mau nonton film baru lagi"


Ucap Ku.


"Kalau gak mau, Lo tonton film itu aja dulu"


Ucap Rio.


"Nanti aja dah, Gua nonton bareng kalian aja dulu"


Ucap Ku.


"Ini Film kesukaan Gua"


Ucap Rio sambil menunjuk kearah layar laptopnya.


"Wahh kalau ini Gua pernah nonton tapi gak sampai selesai"


Ucap Wisnu.


"Emang film apaa..?"


Tanya Ku yang langsung melihat kearah Layar laptop.


Ternyata film itu adalah "MUNAFIK", Sebuah film bergenre horor dari malaysia. Film ini termasuk film favorit orang orang yang suka horor, Karena film ini memang benar benar sangat menyeramkan.


" Ayo kita mulai bioskopnya, Sebelum memulai kita matikan dulu lampunya, Biar terasa nuansa bioskopnya hahah"


Ucap Rio yang langsung berjalan menuju kontak lampu.


Takk

__ADS_1


Suara kontak lampu yang dimatikan oleh Rio.


Rio pun kembali ke tempat duduknya kemudian berkata.


"Bioskop Dimulai"


Sambil menekan film Munafik yang menandakan film akan dimulai.


Suasana yang gelap ditambah suara film yang menyeramkan menambah nuasa horor yang berkelas.


Suara jeritan jeritan setan didalam film membuat bulu kuduk sedikit merinding, Ditambah tadi ada insiden yang menyeramkan.


Malam yang begitu sunyi membuat suara seram dari laptop Rio sangat jelas terdengar.


Kami bertiga duduk melihat ke arah Laptop, Menghayati alur film yang menyeramkan itu.


Sesekali Rio bergeser mendekat ke arah ku, Karena dia berada disamping kiri.


"Lo kenapa..? Takuut..?"


Tanya Ku kepada Rio.


"Udah tonton aja, Didalam bioskop tidak boleh bicara nanti mengganggu penonton lain"


Ucap Rio yang seolah olah kami benar benar menonton di dalam Bioskop.


Kalau suasananya, memang bisa mengalahkan suasana bioskop, Malahan lebih serem suasana didalam kamar ini dari pada bioskop, Karena kami bisa menonton live hantu yang nyatanya hhahha.


Saat adegan orang yang kerasukan, Tiba tiba dari arah jendelan yang terbuka sedikit terdengar suara hembusan angin dari luar.


Syuuuurrrrr


Suara angin yang masuk kedalam kamar melalui celah jendela yang terbuka sedikit.


Tatapan kami bertiga pun langsung mengarah ke jendela yang sedang terbuka sedikit itu.


Kamipun saling tatap tatapan.


"Perasaan Gua udah mulai gak enak ni"


Ucap Rio.


"Baru tiupan angin aja Elu udah takut"


Ucap Wisnu.


"Udah lanjut nonton aja"


Ucap Ku.


Kamipun kembali menonton, Fokus ke layar laptopnya, Film ini ternyata benar benar seram, Adegan Hantu semakin banyak ditayangkan, Orang kerasukan, Pembunuhan dan lain sebagainya.


Saat kami lagi asik asiknya menonton tiba tiba suara angin itu kembali datang.


Syuuurrr


Suara angin masuk melalui celah celah jendela.


Lagi lagi Kami semua langsung melihat kearah jendela itu.


"Rio..! Lo tutup dulu jendelanya, Kita menonton jadi terganggu".


Ucap Ku.


" Kenapa harus Gua..?"


Tanya Rio.


"Karena Elu paling dekat dengan jendela"


Ucap Wisnu.


"Gua takut".


Ucap Rio.


" Yaelah tinggal berdiri doang Lo takut".


Ucap Ku.


"Kalau Gua berdiri terus ada orang diluar jendela gimana..?"


Tanya Rio.


"Kan dibelakang kamar ini adalah sungai, Mana ada orang berdiri di atas sungai kecuali hantu".


Ucap Ku.


Rio pun bergegas berdiri dan langsung menutup jendela tanpa ia kunci.


" Cepat banget gerakan Lo..? Kayak Gerakan Sasuke aja".


Ucap Ku.


"Nama Juga orang lagi takut ".


Ucap Rio.


" Lo sendiri tadi yang ngajakin nonton film horor".


Ucap Wisnu.


"Tadi Gua pikir gak seram, Ternyata seram juga."


Ucap Rio.


#Bersambung#


Udah lama ya baru upload...


Maaf ya man teman DYH.


Terimakasih telah membaca dan semoga suka

__ADS_1


__ADS_2