DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Air Danau Yang Tidak Boleh Di Minum Oleh Ibu Dewi.


__ADS_3

Setelah Ibu Dewi masuk kedalam danau, Ibu Dewi tiba tiba di panggil oleh Ratu.


"Silahkan panggil Dewi, Suruh Dia menghadap kepada Ku"


Ucap Ratu kepada pengawal kerajaan.


Pengawal kerajaan itu langsung menyampaikan pesan itu kepada Ibu Dewi, Ibu Dewi pun langsung menghampiri sang Ratu.


"Ada apa Ratu..?"


Tanya Bu Dewi kepada Ratu sambil duduk berpangku.


"Kamu setiap hari selalu ke dunia Manusia, Apakah kamu Tau apa pantangan mu?"


Tanya Ratu kembali.


"Tidak Ratu"


Jawab Bu Dewi.


"Yang paling tidak boleh adalah meminum air danau ini, Jika kamu sampai meminum air danau ini, Maka kamu tidak akan pernah kembali kedunia manusia"


Ucap Ratu.


Kemudian Ibu Dewi pun menjawab


"Iya Ratu, Saya tidak akan pernah meminum air danau ini".


Sementara itu, Si Milan masih berdiri dan menangis di pinggir danau.


" Sudah lah Milan, Kita pulang dulu, Kita tunggu ibu datang saat matahari mulai terbenam"


Ucap Ninjau membujuk Milan.


"Akuu gak Mau, Aku mau nunggu ibu disini"


Jawab Milan yang tetap bersikeras menunggu ibunya.


"Ayolah Milan, Kita tunggu ibu digubuk saja, Nanti ibu bakalan marah kalau kamu gak mau pulang, Apakah kamu mau liat ibu marah?"


Ucap Teluk sambil membujuk Milan supaya mau pulang.


"Iyaa Aku pulang, Aku gak mau liat ibu sedih"


Ucap Milan.


"Nah gitu dong, Jadi anak yang baik"


Ucap Ninjau.


Mereka pun akhirnya kembali ke gubuk dengan wajah yang sedih, Apalagi si Milan, Dari danau hingga gubuk Dia selalu menangis ingin bertemu dengan Ibunya.


Milan hanya duduk di tempat tidurnya sambil menangis.


"Bang?, Kapan Ibu pulang?"


Tanya Milan sambil menangis.


"Tunggu dek, malam nanti pasti ibu pulang"


Ucap Ninjau membujuk si Milan.


Namun si Milan tetap saja menangis menanti kedatangan sang Ibu, Sampai sampai Ia tertidur di tempat tidur.


"Kasian Adik Bang..! Dari tadi nangis, sampai dia tertidur nunggu Ibu"


Ucap Teluk kepada abangnya.


"Biarin Dia tidur biar dia gak nangis lagi"


Ucap Ninjau.

__ADS_1


"Abang mau ngambil Air dulu di danau, Air yang sudah ibu siapkan jangan kita minum dulu"


Ucap Ninjau.


"Iya bang"


Jawab Teluk.


Ninjau pun mengambil air danau dengan memakai sebuah Kendi besar.


"Nanti kalau Milan bangun, Bilangin kalau abng lagi ngambil air didanau"


Ucap Ninjau kepada teluk.


"Iya Bang".


Jawab Teluk.


Ninjau pun berangkat mengambil air di danau tersebut, Setelah Ia mengambil Air dia meletakkan air danau itu di dapur gubuknya.


" Kamu ambil kayu bakar di belakang gubuk, Habis itu masak air untuk minum si Milan, Abng mau berburu kelinci dulu, Siapa tau Milan mau kelinci Panggang"


Kata Ninjau kepada adiknya.


"Iya Bang,Nanti pulangnya jangan sore sore bang, Siang siang langsung pulang bang"


Ucap Teluk.


"Iya, Abng Cuma sebentar kok, kalau udah dapat satu abng langsung pulang"


Ucap Ninjau.


Si Ninjau pun Berangkat berburu sementara si Teluk memasak air untuk minumnya si Bungsu.


Ketika sudah hampir sore Ninjau pun pulang ke gubuk sambil membawa seekor kelinci dan mendapati ke dua adiknya tidak ada didalam gubuk.


"Kemana mereka?, Kok gak ada di Gubuk?"


Gumam Ninjau di dalam hati.


Gumam lagi didalam hatinya si Ninjau.


Ninjau pun meletakkan kelincinya didalam gubuk lalu, pergi ke danau untuk mencari adiknya.


Matahari sekitar satu jam lagi akan terbenam, Cahaya kuning sudah mulai terlihat di langit biru.


"Nah kan benar, Mereka ada di danau, Pasti nungguin Ibu"


Ucap Ninjau yang sudah sampai di danau.


Terlihat Milan si bungsu sedang duduk dipinggir danau sambil memasukkan setengah kakinya kedalam air danau.


"Bang!!"


Teriak Milan yang melihat si Ninjau datang.


"Kenapa disini?"


Tanya Ninjau yang sudah hampir di pinggir danau.


"Nungguin Ibu bang, Aku gak bisa tenang kalau belum peluk ibu"


Jawab Milan.


"Kan kita bisa nungguin ibu di gubuk dek"


Ucap Ninjau sambil mengelus kepala Milan.


"Aah lama bang, Enak disini, Ibu langsung naik aku langsung bisa peluk ibu"


Jawab Si Milan.

__ADS_1


"Oh iya dah, Kita tungguin Ibu disini aja ya"


Jawab Ninjau yang masih mengelus kepalanya si Milan.


"Iyaa bang, Aku udah gak sabar pengen meluk ibu"


Ucap si Milan.


Mereka bertiga pun duduk di pinggir danau sambil menanti kedatanganya ibu mereka.


Matahari pun mulai tenggelam sedikit demi sedikit, Hingga cahayanya sudah di gantikan oleh cahaya rembulan.


Ketika Rembula sudah terlihat, Air danau didepan mereka pun Langsung membelah membentuk sebuah jalan ke dasar danau.


Tampak si Ibu Dewi melayang bak Dewa dari dasar Danau menuju bagian pinggir danau.


Sesampai di atas danau, Ibu dewi terkejut karena melihat ke tiga anaknya sudah berada di sana.


"Ka... kaaaalian ngapain disini?, Apakah kalian gak takut lihat ibu yang bukan lagi menjadi manusia?"


Tanya bu Dewi yang terkejut dan takut nantinya anak anaknya akan takut melihatnya.


Si Milan bukanya menjawab pertanyaan Ibunya, Dia malah memeluk erat Si Ibu Dewi.


"Milan gak akan takut, Mau ibu jadi manusia, Mau ibu jadi hantu, Pokok ibu ya tetap ibu Milan"


Ucap milan yang sudah menangis di pelukan Ibu Dewi.


"Iya bu, Kami pun juga begitu, Walaupun ibu bukan menjadi manusia lagi, Ibu tetaplah menjadi Ibu Kami tercinta"


Ucap Si Teluk yang juga langsung memeluk Ibunya.


Si Ninjau walaupun menjadi Saudara paling tua, Tetesan air matanya juga tidak bisa ia sembunyikan.


Dia pun langsung memeluk sang Ibu nya sambil menangis.


Ibu Dewi yang melihat Ketiga anaknya menangis di pangkuannya, Dia pun menangis pula.


Sambil menangis Ibu Dewi berkata kepada anak anaknya.


"Gak apa apa nak kita gak bisa kumpul lagi, Yang penting kalian sehat terus, Jangan nakal ya, Jangan pernah berburu kedalam hutan lagi".


" Iyaa bu, Kami janji gak bakalan nakal, Tapi ibu janji juga gak bakalan pergi meninggalkan kita"


Teriak Milan yang menangis bertambah kencang.


Ibu Dewi yang masih menangis langsung menjawab


"Ibu sudah bukan menjadi manusia lagi nak ..! , Ibu gak Bisa selalu ada di dunia kalian".


" Pokonya Ibu gak Boleh pergi lagi, Kalau ibu pergi Milan akan Ikut ibu"


Ucap Milan.


Ibu Dewi pun memengang tubuh milan kemudian berkata.


"Ibu seperti ini demi Milan, Kalau Milan Ikut Ibu, Berarti sia sia perjuangan Ibu, Milan harus tetap menjadi manusia, Jangan seperti ibu, Milan harus bisa bahagia dengan Abng Ninjau dan Abng Teluk ya"


Bu Dewi Sambil menghapus air mata di wajah Milan.


"Aku gak mau kalau Ibu kenapa napa demi Aku"


Ucap Milan Kemudian memeluk kembali Ibu Dewi.


Si Teluk dan Ninjau hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh ibunya yang sudah bukan menjadi manusia seutuhnya.


Mereka berempat menangis di pinggir danau.


"Sudah ya, Kita pulang ke gubuk, Udah malam"


Gumam Bu Dewi sambil menghapus air mata anak anaknya satu persatu.

__ADS_1


Setelah itu merekapun pulang menuju gubuk mereka


#Bersambung#.


__ADS_2