DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Tugas Ku Membunuh Ku


__ADS_3

*****#Sebelum membaca pastikan kk semua sudah menekan tombol like, Terimakasih kk, karena sudah memberikan likenya, Selamat membaca😁🤗#********.


______________________________________________


Setelah mendengarkan kata kata dari bapak Arif tadi Rio berkata.


"Mungkin yang tadi malam itu dia ya?".


Tanya Rio kepada Wisnu yang berada didepannya.


Aku yang berada paling belakang berkata.


"Oh iya iya?, Kemungkinan besar itu".


Sambil berjalan bapak Arif yang berada di garde paling depan berkata.


" Emangnya tadi malam ada apa?".


"Mungkin bapak tidak percaya apa yang kami alami tadi malam".


Ucapku.


" Gua jadi merinding kalau ingat yang tadi malam".


Jawab Wisnu.


"Kening Gua masih sakit gara gara nabrak tembok".


Gumam Danu.


" Ada Apa emangnya?".


Tanya kembali oleh bapak Arif.


"Saya takut pak mau ceritain di hutan, Siapa tau dia masih ngikutin kita".


Ucap Ku.


"Jangaaaannnn yaa allah".


Saut Wisnu dengan cepat.


" Tu kan, Bulu kuduk Gua tiba tiba merinding"


Ucap Rio yang melihat bulu kuduk di tangannya sudah berdiri.


"Kalau kalian ada apa apa, Cepat hubungi warga sekitar ataupun Kepala desa atau Ketua Adat".


Ucap Bapak Arif dengan sangat serius.


" Oh ya pak, Kok Bapak kepala Desa tidak pernah kelihatan ya?".


Tanya Wisnu kepada Bapak Arif..


"Bapak Kepala Desa masih ke Kota Jambi".


Jawab bapak Arif.


Kamipun terus melanjutkan perjalanan dan sepertinya tinggal sebentar lagi sampai.


Karena sekarang kami sudah melewati lokasi dimana Rio di gigit oleh kelabang.


" Berapa lama lagi pak? Baru kita sampai?"


Tanya Danu.


"Bentar lagi dek, Sabar".


Jawab bapak Arif.


Untuk mencapai lokasi ternyata cukup sedikit memerlukan energi juga, Jalanannya sedikit terjal dan berbatu.


" Emangnya Lokasi kita ini gimana ya pak?"


Tanya Ku kepada bapak Arif.


Bapak Arif pun menjawab.


"Lokasi kalian ini salah satu tempat berbahaya di lokasih hutan ini, Disana ada sebuah batu raksasa, Yang sudah berumur jutaan tahun, Semua warga tidak ada yang berani melewati daerah itu, Hanya bapak salah satu yang pernah kesana dan tau lokasi disana yang masih bisa bernapas".


Langsung saja aku menelan air liur mendengar ucapan bapak Arif.


Glukk


Suara air liur yang masuk kedalam kerongkongan ku.


"Yang benar pak?"


Tanya Wisnu.


"Iya dek, Sebenarnya ini tidak boleh di kasih tau ke kalian, Biar kalian tidak takut".


Jawab bapak Arif.

__ADS_1


" Kayaknya Fakultas kita mau bunuh kita ni".


Ucap Danu.


"Terus Gimana pak kedepannya?, Kami tidak mau mati ditengah hutan."


Jawab Wisnu .


Mendengar ucapan Wisnu bapak Arif pun berhenti, Kami pun ikut berhenti.


"Pesan bapak, Sebelum kalian masuk ke lokasi di sana Kalian harus jaga omongan, Trus Jangan pernah mengambil benda benda yang ada disana, Setelah itu kalian tidak boleh bersiul, Hanya Tiga itu yang harus kalian patuhi".


Bisik bapak Arif kepada kami seolah olah takut ada yang mendengarkan selain kami.


Suasana mulai sedikit tegang, Gimana tidak?, Hanya bapak Arif orang yang selamat yang pernah kesana.


"Kalau bahaya?. Gua lebih baik mundur dari tugas ini"


Ucap Rio yang sudah sedikit ketakutan.


"Kalian jangan takut adek adek, Selagi kalian ikuti kata bapak, Pasti kalian aman, Cuma pasti ada saja masalah yang muncul nanti, Kalian harus siap siap".


Ucap Bapak Arif.


" Gimana kalau kami melanggar pantangannya pak?"


Tanya Rio.


"Yaa..... Ka..ka..kalian pasti menghilang"


Lirih bapak Arif.


"Sumpaaahhhh Gua mau pulang aja, Ayo pak, jangan kita lanjuti perjalanan ini".


Ucap Wisnu.


" Gua setuju Wis ama Elu, Ini namanya nganterin nyawa"


Ucap Rio.


"Udahhh, Kalian ngapain sih? Ajal itu allah yang tentukan, Kalau kalian mati disini berarti ajal kalian memang sudah sampai disini"


Teriak ku yang berusaha memecahkan suasanan yang mulai tegang.


"Bukannya gitu Ko, Lo gak dengerin apa yang sudah di ceritai ama bapak Arif tadi?".


Ucap Rio.


" Sudah.... Intinya Gini, Kita semua sudah ada Taqdir masing masing, Kalian sampai disini, itu karna taqdir kalian, Kalau masalah ajal bapak setuju ama Riko, Semua itu allah yang mengatur, Jadi Tidak ada yang perlu kalian takutkan"


Mendengar ucapan Bapak Arif akhirnya semuanya terdiam.


setelah itu Rio bergumam.


"Bapak harus jaga kami pak".


" Iya dek".


Jawab Bapak Arif.


"Elu takut Apanya"


Tanya ku kepada Rio.


"Takut apa Elu tanya?, Gua belum nikah ko, Makanya takut mati".


Dasar Rio, Bukan waktunya bercanda dia malah bercanda, Orang takut mati karena takut siksaan, Dia malah takut mati karena belum nikah.


" Berarti kalau Elu udah nikah, Elu udah gak takut mati?".


Tanya Danu.


"Yaaaa....... (Suara Rio terhenti sebentar). Takut juga heheh"


Ucap Rio sambil sengengesan gak jelas.


"Riooo Riooooo,Nanti Elu mesan kain kapan warna apa? Biar Gua beliin".


Ucap Wisnu.


" Emangnya ada warna lain selain warna putih?".


Tanya Rio dengan Polosnya.


"Ada"


Jawab Danu.


"Apa?"


"Putih Abu abu".


Jawab Wisnu.

__ADS_1


" Hahahahah Anjayyaniiiiii, Itu mah pocong Anak SMA"


Ucap Rio dengan tertawa.


Kemudian bapak Arif berkata.


"Berarti kita lanjut ni?"


"Iya pak Lanjut, Asalkan jangan lanjutin hubungan saya dengan mantan saya pak".


Ucap Rio.


Rio pun bertanya.


" Masih dekat kan pak?"


Bapak Arif menjawab dengan candaan juga.


"Iyaa deket banget dek, Cuma gak sempat jadian, Karna Cuma dianggap teman".


" Hahahahahahahh, Ternyata bapak Arif Rio Kw yang ketiga setelah yang tadi malam".


Ucap Danu.


Kami masih berhenti sambil menentukan lanjut atau tidak, Dan Keputusannya tetap Lanjut, Walaupun sesuatu yang sangat berbahanya mengintai kami semua.


"Nanti, Di depan kita sekitaran 50 meter lagi bakalan sudah memasuki lokasi yang bapak bilang tadi,Ingat pesan bapak, Jangn ceroboh, Abaikan semua yang memanggil kalian baik itu suara teman kalian maupun suara ibu kalian sendiri, Karena kalian sendiri yang memutuskan untuk melanjutkan".


Ucap Bapak Arif dengan sangat serius.


" Iya pak, Lo Rio, Lo jangan bikin masalah lagi, Awas kalau bikin masalah, Jangan bertindak gegabah".


Ucap ku sambil memarahi Rio.


"Kok Gua yang disalahin?".


Jawab Rio.


" Karena Elu yang sering bikin masalah".


Cetus Danu.


"Iya iya, Gua janji gak bakalan bikin masalah lagi'.


Jawab Rio.


" Lo sendiri yang berbahaya jika salah tingkah".


Ucap Danu dengan nada menasehati.


"Iyaaaaaaaaaaaaaa, Gua bakalan kalemm, Sekalem kalemnya, gak banyak tingkah kayak Rio Rio yang lain?"


"Emang ada Rio yang lain?"


Tanya Wisnu.


"Rio yang tadi malam".


Jawab Rio.


" Dia ma Lebih kalem dari Elu ****** ".


Jawab Danu.


Bayangkan saja di tengah tengah hutan yang berbahaya ini teman teman ku malah berdebat dari tadi.


Memang Is The Best wkwkw.


"Ingat pesan bapak ya!"


Ucap bapak Arif.


"Siap pak".


Kami pun berjalan sekitar 50 meter lagi menuju lokasi itu. sebelum memasuki wilayah itu bapak Arif berhenti kemudian berkata.


" Ingat pesan bapak, Dan sebelum kita masuk lebih baik baca basmalah dulu"


Dub dub dubb dub dub.


Suara jantungku yang berdegup kencang.


Selangkah lagi kami bakalan memasuki wilayah yang berbahaya.


"Bismillahirrohmanirrohim"


Ucap Bapak Arif dan langsung melangkah memasuki lokasi itu dan disusul oleh Wisnu, Rio,Danu Dan Aku.


Semua teman teman ku mulai terlihat pucat.


#Bersambung#


Kata kata mutiara dari Kiai As'ad samsul Arifin.

__ADS_1


" KALAU KALIAN TIDAK MAU REPOT JANGAN BERJUANG, KARENA SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN.


__ADS_2