DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Jari Kakinya Copot.


__ADS_3

"Rioooo...?"


Teriak ku.


"Ini pasti kerjaannya Rio"


Ucap ku.


Tak lama kemudian dari arah luar kamar mandi Rio datang dan menjawab.


"Ada apa Ko..?".


" Lo yang matiin lampu tadi ya, Ama yang bilang tarik sis..?".


Tanya ku kepada Rio.


"Gua aja baru datang, Lo manggil Gua cuma buat fitnah Gua..? Terrrlaaaluuu katanya bung Roma irama"


Jawab Rio.


"Trus Siapa yang matiin..?"


Tanya ku Kembali.


"Nii Gua matiin Benaran lampunya, Ucapan Mu adalah Doa nak, Ni Gua kabul"


Ujar Rio.


Setelah Itu.


Tekk


Suara Rio mematikan lampu.


"Gua cabut ke kamar, Lo aja yang Ngidupin sendiri".


Ucap Rio kembali.


" Woii anak siluman ular...? Gua lagi mandi Ni..!"


Ucap ku.


Didalam kamar mandi menjadi gelap gulita, tanpa ada pencahayaan sinar sedikit pun akibat lampu yang di matikan oleh Rio.


Suara Rio terdengar sedikit sayup sayup, Mungkin Dia sudah ada di depan kamarnya.


"Hahahha Rasaain tu, Fitnah Gua lagi".


" Kurang asem Tu anak, Senang bener jailin teman sendiri".


Ujar didalam Hatiku.


Busa shampo yang ada di atas kepalaku masih menempel dengan sangat banyak, Hingga mataku terasa perih karena kemasukam cairan shampo tersebut.


Sambil memejamkan mata, Ku meraba mencari gayung yang berada di sebelah kanan ku tepatnya di atas bak mandi.


Tuppppp


Suara sesuatu jatuh kelantai.


Ternyata tangan ku telang menyenggol gayung hingga terjatuh ke lantai.


Mata ku yang masih terpejam membuat ku sulit mencari gayung yang jatuh tersebut.


Tangan ku terus meraba raba di atas lantai, Mencari sebuah gayung yang sedang terjatuh.


Tiba tiba tanganku menyentuh sebuah benda layaknya kaki manusia.


"Nahh Ini apaan ..?"


Tanya ku dengan sendiri.


Mataku yang terkena cairan sampo membuat sulit terbuka.


Aku merasa memegang sebuah kaki manusia.


"Ini kaki atau apa..? Kok dingin bener."


Ujar ku sambil meraba raba benda tersebut.


Aku masih ragu bahwa itu benaran sebuah kaki, karena mustahil ada manusia didalam kamar mandi itu selain Ku.


Aku terus merabanya, Terasa seperti sebuah ibu jari kaki.


"Masak Ini ibu jari..?"


Gumam didalam hatiku.


Tangan ku yang memegang benda seperti ibu jari itu langsung menariknya.


Tak tau kenapa Ibu jari itu copot.


"Berarti bukan kaki manusia"


Gumam didalam hatiku.


Aku pun kembali mencari gayung.


ternyata gayung yang selama ini ku cari ada disamping kaki kiri ku.


"Nahhh Ini dia yang Gua cari cari"


Ucap Ku.

__ADS_1


Di tangan kanan ku masih memegang benda seperti ibu jari dan di tangan kiri ku memegang gayung yang baru ku temukan.


Aku pun meletakkan benda seperti ibu jari itu tepat di pinggir Bak mandi.


Akupun bergegas membersihkan mataku dengan air bersih untuk menghilangkan rasa perih tersebut.


"Ahhh akhrinya bisa melihat kembali"


Ucap ku.


Lampu yang belum kunjung nyala membuat suasana masih gelap.


Ku ambil kembali benda yang ku letakkan di pinggir bak alias tempat penampungan air tadi.


"Apaan ni ya..?"


Ucap ku sambil memegang benda tersebut.


Karena masih gelap aku masih belum mengetahui benda apa yang ku pegang saat itu.


"Kan kerjaan Rio ni matiin lampu, terpaksa Gua harus keluar hidupin lampunya"


Ucap Ku.


Aku pun keluar kamar mandi dengan memakai celana pendek, Rambut masih ada busa shamponya, Di tangan kananku masih memegang benda tersebut.


Tekkk


Suara kontak lampu yang ku hidupkan kembali.


Aku pun kembali ke dalam kamar mandi.


Ketika didalam kamar mandi sudah terang karena lampu yang baru ku hidupkan.


Ku lihat kembali benda yang ku pegang tadi.


Alangkah kagetnya Aku, Ternyata yang selama ini ku pegang adalah sebuah ibu jari kaki.


Sontak saja ibu jari kaki tersebut ku kibarkan ke dinding kamar mandi.


"Astagfhirullahal Adzimm"


Ucap ku.


Sebenarnya didalam kamar mandi tidak boleh mengucapkan lafadz Allah yang maha suci , Karena Aku terkejut makanya ku langsung terucap.


"Apaan yang ku pegang tadi..?, Ibu jari kaki siapa..?"


Ucap ku yang sudah ketakutan.


Ku periksa kembali Ibu jari kaki yang ku lemparkan tadi.


Tiba tiba saja benda tersebut hilang.


Ujar Ku.


Aku pun kembali melanjutkan mandi tanpa memikirkan ibu jari tadi.


Setalah selesai mandi aku pun kembali kekamar.


Sesampai didalam kamar tampak si Rio lagi berbaring diatas kasur sambil telponan.


Ya siapa lagi kalau bukan telponan ama para cewekiawannya.


" Jangan mau non..! digombalin ama Rio".


Ucap Ku sambil memcari celana dalam didalam lemari.


"Apaan sih Ko..? Ganggu aja..!"


Ucap Rio.


Dia pun berbalik arah membelakangi ku.


Sambil memakai pakaian, Aku mendengar suara Rio yang lagi asik telponan.


Gombalan Rio kembali terlontar.


"Dek dek....? Adek tau gak apa persamaannya adek sama Pulau Lombok..?"


Suara cewek itu terdengar samar samar.


"enggak Tau kk, Emangnya apa kk..?".


" Kalau Denger namanya Sama sama bikin kangen wkwkwk"


Ujar Rio.


"Eheheh Kk bisa aja, Terus kk terus kk"


Jawab cewek itu.


"Adek tau gak..? Menu menu apa yang sangat ku inginkan..?"


Ujar Rio kembali.


"Pasti lauk tempoyak kan..? Kan biasanya kalau di jambi menu paforit itu lauk tempoyak.."


Jawab Cewek itu kembali.


"Salah"


Ucap Rio.

__ADS_1


"Lah Terus apa kk..?"


Tanya Cewek itu penasaran.


"Menua bersamaMu"


Ucap Rio.


Aku yang mendengarkanya langsung berkata.


"Preeeetttttt makan tu menuaaaa".


Mungkin suara ku sampai terdengar oleh cewek itu sehingga dia bertanya.


" Siapa tu kak..?".


Rio pun menjawab sambil melirik kearah ku.


"KJ Dek..".


" Apaan KJ tu kk".


Tanya kembali oleh si Cewek itu.


"Kauuummm Joomblooooo Hahahahahahahha".


Ucap Rio sambil tertawa kencang.


" Enak aja Bilang Gua Jomblo..!"


Ucap Ku.


"Lah terus apa..? Kan Elu gak punya pacar".


Tanya Rio.


" Gua bukan Jomblo, Tapi Singgle"


Ucap Ku.


"Kan sama aja".


Jawab Rio.


" Biar dibilang berkelas aja Hahahahah"


Jawab ku.


"Ahh Gua kekamar sebelah aja, Dari pada disini dengerin gombalan Lo bisa bisa mabok darat Gua"


Ucap Ku kepada Rio.


"Yaudah Sono, Lo ganggu Orang bermesaraan aja kalau disini, merusak Suasana"


jawab Rio.


Aku pun kekamar Danu dan Wisnu.


Sesampai disana ternyata cuma ada si Danu.


"Wisnu kemana..?"


TanyaKu kepada Danu sambil berjalan ke arah lemari Wisnu.


"Masih mandi Ko"


Jawab Danu yang sedang berbaring diatas kasur.


"Kita nonton aja, sambil menunggu Wisnu datang"


Ujar ku sambil mengambil Sebuah laptop yang ada di Atas lemarinya Wisnu.


"Itu laptop Wisnu, Palingan didalamnya pada menu makanan...! Ambil Laptop Gua aja noh didalam Lemari, Banyak Film bagus bagus"


Ucap Danu.


"Iya juga ya".


Jawab Ku.


Aku pun meletakkan kembali laptop Wisnu, Dan mengambil laptopnya si Danu.


Aku pun duduk diatas kasur sambil membuka Laptop Danu.


" Emangya Banyak film Lo Dan..?"


Tanya Ku kepada Wisnu.


"Udah cari aja, Dari film A sampai Z ada di laptop Gua"


Ucap Danu.


"Kapan kapan Kita mengadakan nonton bareng warga, Pakai layar tancap.."


Ucap Ku.


"Nah Bagus tu Ide Lo"


Jawab Danu.


Didesa mungkin menonton bioskop sebuah hal yang mustahil, Gimana mau nonton bioskop..? Orang ada didalam hutan. Mungkin Menonton layar lebar banyak di minati oleh warga.


Aku pun berinisiatif untuk membuka acara nobar

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2