DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Mahluk Astral


__ADS_3

Suasana pun semakin menakutkan, rasa dingin sudah tidak kami hiraukan lagi, wajah Danu dan Wisnu pun tampak pucat lesi.


"Gua yakin Pasti yang lewat tadi yang gangguin kita Dan"


Ucap Wisnu kepada Danu


"Kayaknya iya Wis, Soalnya setelah dia gangguin kita, suara anak kecil yang menangis itu tiba tiba hilang"


Jawab Wisnu


"Lebih baik kita baca baca ayat Qursi saja, Biar mahluk itu hilang".


Ucap Ku Kepada Danu dan wisnu


" Iya ya ko, Semoga aja gak di gangguin lagi"


Ucap Wisnu


Kami pun membaca ayat Qursi secara bersama sama dengan suara keras


"Allaahu laailaaha illa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi. Mandzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih."


Baru saja kami memulai bacaan ayat Qursi, tiba tiba terdengar suaraa angin kencang menerpa pohon pohon di samping tenda kami.


Syuuuuuurrrrrr Syuuuurr Syuuuuuur


Suara angin kencang menerpa pohon pohon.


Suaranya semakin kencang, Kami tidak tau tiba tiba saja angin kencang datang, Namun Kami tetap melanjutkan Bacaan ayat kursi, Agar mahluk astral itu cepat menghilang.


" Ya’lamu maa baina aiydihiim wamaa kholfahum walaa yukhiituuna bisyayin min ‘ilmihii illaa bimaa syaa' "


Angin semakin kencang


Syuuuurrrr Syuurrrrr Syuuuurrr


Kencangnya angin, membuat tenda kami sedikit bergoyang saking kencangnya angin.


Bacaan kami terhenti seketika karena tenda yang semakin kuat tergoyang oleh angin.


Syuuurr Syuuur Syuuuuurrrr


Suara angin yang semakin kuat.


Setelah terhenti sebentar kamipun melanjutkan bacaan ayat qursi dengan suara keras


"wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho. Walaa yauduhuu khifdhuhumaa wa huwal’aliyyul ‘adhiim "


Teriak kami


Angin tetap saja tidak berhenti, Namun angin sudah sedikit reda.


"Kenapa kayak gini angin di sini".


Teriak Danu ketakutan


" Atau gara gara kita baca ayat qursi tadi"


Jawan Wisnu


" Kita harus pegangan tangan semunya"


Ucap ku sambil memegang tangan kiri si danu dan memegang tangan kanan si Wisnu.


"Pegang tangan Gua Wis"

__ADS_1


Ucap Danu kepada Wisnu, Wisnu pun memegang tangan kananya Danu


Kami membuat Lingkaran kecil didalam tenda dengan saling berpegangan tangan satu sama lain


Kemudian akupun berkata


"Kita harus ulangi bacaan Ayat qursi, Pejamkan Mata kalian, Baca ayat qursi Dengan Khusuk"


Kamipun memejamkan mata dan memulai bacaan Ayat qursi lagi.


"Allaahu laailaaha illa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi. Mangdzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih. Ya’lamu maa baina aiydihiim wamaa kholfahum walaa yukhiituuna bisyayin min ‘ilmihii illaa bimaa syaaa a. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho. Walaa yauduhuu khifdhuhumaa wa huwal’aliyyul ‘adhiim. "


Setelah kami selesai membaca ayat Qursi, Akhirnya Anginya berhenti, Suasanapun kembali seperti biasanya.


Kamipun melepaskan tangan dan membuka mata.


"Alhamdulillah, Akhirnya anginya berhenti"


Ucap ku.


"Gua yakin ini bukan angin biasa,pasti ini angin ada kaitanya dengan mahluk tadi"


Ucap Wisnu


"Mungkin Dia marah pas kita baca ayat Qursi tadi"


Ucap Danu


"Tadi pas Kita tidur, Gua Mimpi aneh".


Ucap ku.


" Mimpi aneh gimana ko maksudnya"


Tanya Danu


Jawab ku


"Mipi apa Lu ko..?"


Tanya Si Wisnu


Aku pun menceritakan apa yang telah terjadi didalam mimpiku..


" Gua bertemu dengan seorang kakek, Kakek itu sudah seperti berumur delapan puluh tahun, Berambut putih, berjenggot putih dan memakai pakaian serba kuning.


Kakek itu berjalan menuju gua dengan sangat tertatih tatih, Selangkah demi selangkah mendekati gua , Lalu kakek itu berdiri didepan gua kemudian berkata dengan suara yang seram dan tertatih tatih .


"Naaakkkkkkkkk Jangan Kau lanjutkan perjalanan ini"


Seolah olah kakek itu melarang kita untuk melanjutkan perjalanan ini, Gua udah dua Kali bermimpi dengan kakek itu"


Wisnu pun bertanya kembali


"Terus gimna ko lanjutannya"


.


Aku pun melanjutkan Mimpi tadi


"ketika Gua mendengarkan kakek itu berbicara tidak tau kenapa lisan Gua tidak bisa bergerak, Gua benar benar tidak bisa bersuara.


Bukan hanya lidah gua tapi seluruh tubuh pun tidak bisa digerakkan


Waktu itu Gua sangat ingin bertanya kepada kakek tersebut namun sungguh tidak bisa.

__ADS_1


Kemudian kakek itu berteriak dengan sangat kuat


"Pulaaaaaaangggggg lahhh naaakk"


Suara kakek tersebut membuat tubuh Gua bergetar ketakutann, namun lagi lagi Gua gak bisa berkata kata.


Nada suara kakek itu sangatlah menakutkan.Gua gak ngerti maksud kakek tersebut.


Kakek itu berusaha menarik Gua pergi, Namun tubuh Gua sudah seperti patung yang tidak bisa bergerak.


Gua sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi, tangan kakek itu terasa sangat dingin.


Gua pikir kakek itu seperti mayat karena tangannya dingin Banget.


Gua lihat Tangan kakek itu sudah keriput dan berwarna biru balu, Dengan kuku yang hitam dan sedikit ada bercak darahnya, Kakek itu layaknya mayat yang kembali hidup.


Tiba tiba tubuh gua yang tadinya kaku, Bisa bergerak dan lidah yang layaknya besi kaku pun tiba tiba bisa berbicara.


Namun waktu itu posisi gua membelakangi kakek tersebut,dengan posisi tangan gua ditarik oleh kakek tersebut.


Karena lidah gua tadi sudah bisa berbicara Gua pun secara spontan berteriak dengan perasaan hati yang sudah ketakutan


"Kenapa kakek selalu menyuruh ku untuk tidak melanjutkan perjalanan"


Sambil menoleh kearah kakek tersebut.


Betapa terkejutnya Gua ketika menoleh ke kakek itu, Tadinya wajah kakek itu layaknya wajah kakek pada umunya yaitu keriput cuma hanya saja wajahnya pucat.


Tiba tibaaa


Wajah kakek tersebut berubah menjadi wajah yang sangat seram.


Dengan wajah yang penuh luka, Darah keluar dari mana mana sampai menetes dari wajah kakek itu, Luka yang sangat banyak, Dengan aroma bau yang sangat menyengat layaknya bau bangkai busuk.


Luka diwajah kakek itu layaknya luka dari goresan goresan benda tajam, bahkan sampai kulitnya menggantung dan hampir lepas.


Tangannya yang memegang tangan gua pun ikut berubah juga menjadi tangan yang penuh dengan darah, Kuku hitam yang panjang.


Dengan sepontan gua berteriak, Setelah itu gua langsung terbangun dari mimpi"


Tampak Si Danu Dan Wisnu mendengarkan dengan sangat baik mimpi ku tadi, setelah itu Wisnu pun berkata


"Gua yakin perjalanan kita ini nanti pasti banyak rintangan"


Danu pun membalas Ucapan wisnu


"Jangan Ngomong sembarangan Lo Wis"


Aku pun menjawab


"Kita berdoa saja agar tidak terjadi apa apa dengan kita kedepannya nanti"


"Aamiin Yaa allah, Semoga kita pulang dengan Selamat"


Ucap Danu.


"Tapi menurut gua, mimpi Lo itu adalah tanda untuk kita berhenti melanjutkan perjalanan, Gua khawatir terjadi sesuatu yang mengerikan jika kita lanjutkan".


Ucap Wisnu


" Gua sebenarnya ada peeling gitu, Tapi kita harus lanjutkan perjalanan demi Rio"


Jawab ku kepada Wisnu


Aku pun melihat jam tangan, Ternyata sudah hampir jam 2 malam

__ADS_1


#bersambung#


__ADS_2