
Perut yang masih kenyang membuat kami berjalan lebih pelan dari biasanya, Air yang sudah penuh sudah membuat kami lega untuk persediaan kedepannya.
Hutan yang masih lebat membuat kami masih menggunakan senter, Tampak senter kami sudah mulai sedikit redup karena sudah lama digunakan.
Kami menelusuri jalan kecil didalam hutan yang gelap,Kami yang awalnya mengguanakan dua senter terpaksa mematikan salah satunya.
“Wis Matikan dulu senter yang lu pakai”
Ucap ku kepada Wisnu.
“Iya ko”
Jawab Wisnu.
Waktu semakin berjalan detik demi detik menit demi menit jam demi jam. Hari siang pun sudah hampir sore.
Jam tangan sudah menunjukan jam empat sore.
Sudah hampir dua hari kami menelusuri hutan namun tidak ada tanda tanda memasuki Desa Yang Hilang.
Kiri dan kanan masih terkihat hutan yang lebat.
Berjalan mengandalkan satu senter, Membuat sulit untuk melihat seluruh kanan dan kiri hutan.
“Ehhh sini sini”
Ucap ku sambil menarik wisnu dan Danu masuk kedalam semak belukar keluar dari jalan utama.
“Diam diam. Kalian jangan berbicara”
Ucap ku sambil menutup mulut Wisnu.
Karena danu masih bisa ikut ucapanku namun si wisnu yang sulit untuk di kendalikan
“Ada apa Ko..?”
Bisik danu
Aku pun menjawab degan pelan.
“Coba kalian lihat ke arah jalan itu”
Sambil menunjuk ke arah.
Wisnu dan danu pun melihat ke arah jalan tersebut.
“Laa ilaaha illa allah “
Ucap Wisnu dengan pelan
Untung saja aku cepat menarik wisnu dan Danu kedalam semak semak. Karena di ujung jalan itu terdapat hewan buas.
“Inikah Harimau Sumatera..?”
Bisik Wisnu
__ADS_1
Tampak sosok harimau sumatera yang sangat besar sedang berjalan di jalan utama kami.
Badan yang besar serta corak warna yang loreng. Kemungkinan sedang mencari makan.
Jika aku tidak cepat menarik wisnu dan Danu, Kemungkinan kami akan menjadi santapan lezat harimau tersebut.
Kami hanya bisa bersembunyi didalam semak semak sambil menatap Datok Loreng alias Harimau berjalan masuk kedalam Sisi kiri hutan.
“Gua gak berani keluar”
Bisik Danu yang takut ketika melihat harimau
“Kita jangan keluar dulu untuk sementara,
Sambil menunggu datok itu jauh dari sana"
Ucap ku kepada wisnu Dan Danu.
"Baru sekali ini gua lihat Harimau sumatera, Ternyata tubuhnya dua kali lipat dari manusia,Mudah sekali kita dimakan sama harimau, Sekali lahap langsung habis"
Ucap Danu sambil melihat Harimau yang semakin menjauh
"Itulah penghuni hutan sumatera yang sekarang sudah mulai punah".
Jawab ku.
Harimau sumatera adalah salah satu hewan yang dilindungi di indonesia, Jumlah populasinya semakin berkurang setiap tahunnya, Karena disebabkan penggudulan hutan liar dan pemburuan hewan yang akan di jual kulit dan lainya,
Untuk spesies harimau sumatera, dari hasil perhitungan tersebut diperkirakan bahwa jumlah harimau sumatera di alam liar kurang lebih 603 ekor yang tersebar dalam 23 lanskap di Sumatera dengan jumlah masing-masing berkisar dari 1 hingga 185 individu.
Harimau termasuk hewan yang dibanggakan di sumatera namun sekarang banyak kasus Harimau yang memangsa manusia, Hal itu dikarenakan ulah kita sendiri yaitu menghilangkan habitat aslinya alias Hutan asli.
Danu dan Wisnu sangat terkejut ketika melihat Harimau sumatera, panjangnya saja dua meter lebih.
Tingginya melebihi satu meter, Bahkan di waktu dulu sempat tersebar isu manusia harimau yang bisa berubah wujud menjadi apa saja dan banyak isu bahwa manusia Harimau mempunyai desa tersendiri didalam hutan Sumatera.
Sekitar lima belas menit kami didalam semak semak belukar akhirnya kami pun keluar untuk melanjutkan perjalanan karena kemungkinan harimau sudah sangat jauh dari jalan utama.
Kaki kami pun melangkah keluar semak belukar dan melanjutkan perjalanan .
Hutan selanjutnya yang akan kami lalui adalah hutan jati, Ratusan batang pohon jati pun terlihat berderetan, Tampak matahari sedikit kelihatan walaupun hari mulai sore namun matahari masih terlihat dari celah celah dedaunan pohon jati.
Tampak hutan jati ini berbeda dari hutan sebelumnya, Jika hutan sebelumnya sangat lebat, Dan sedikit sekali sinar matahari bisa tembus dari dedaunan namun hutan jati masih bisa kelihatan sinar matahari walaupun tidak seperti hutan biasanya.
Tampak hari semakin sore, Kami masih didalam hutan jati.
" Ini kalau dijual bagus ni kayu"
Ucap Wisnu yang melirik kayu jati disekitar.
Kayu jati mungkin sudah berumur ratusan, Tampak bermacam macam, Ada yang besar, Sangat besar dan ada juga yang kecil.
Tak tau asal usul hutan jati ini, Apakah dulu ada yang menanam atau tumbuh alami di hutan ini.
"Coba kita bawa kamera ya, Bisa kita foto foto di hutan jati ini"
__ADS_1
Ucap Wisnu
"Kita kesini bukan untuk refresing wis, Tapi nyelamatin Rio"
Jawab Danu yang sambil berjalan.
"Kayak gak ada tempat aja lu mau foto wis"
Ujar ku dengam sedikit jengkel
"Ya kan gak apa apa kalau cuma foto, Kita juga kan gak melakukan hal hal yang salah".
Jawab wisnu
" Bukan salah, Tapi kan udah keluar dari misi kita itu wis".
Jawab Danu
"Ah kalian ma gak seru"
Jawab Wisnu
Tak lama kemudian kamipun tiba tiba menemukan tanda tanda jalan yang pernah dilewatin oleh manusi.
"Eh eh coba kalian liat ini.. Bukanya ini jejak kaki manusia"
Ucap ku sambil menunjuk kearah jalan yang bercampur lumpur.
Kami pun berhenti sejenak sambil mengamati jejak telapak kaki manusia
"Eh iya, Ini jejak kaki manusia, Karena kalau pun kera atau pun orang hutan jejak nya bukan seperti ini".
Ucap Danu
Kami menemukan jejak telapak kaki manusia tanpa alas kaki, Sangat jelas gambaran telapak kaki dan jari jari kakinya terbenam didalam lumpur, Dan jejak itu sepertinya masih dua sampai tiga hari yang lalu.
" Jangan jangan ada orang lain selain kita didalam hutan ini"
Ucap Wisnu
"Ahhh mana mungkin ada manusia berani masuk hutan larangan ini".
Jawab danu.
" Ya siapa tau kan, Ada pemburu rusa atau hewan lainnya".
Jawab Wisnu
"Sudah sudah, Coba kita teliti arah telapak kaki ini kemana, Karena jikalau ini adalah pemburu, Sangat tidak mungkin dia tidak memakai alas kaki, Jika pun ada warga yang masuk kedalam sini sebelumnya otomastis sudah mati, kalay gak dimakan hewan buas, Ya palingan jadi mainan setan setan disini"
Jawab ku.
Kami pun melihat kearah mana telapak kaki ini berjalan, Apakah hanya telapak kaki manusia atau yang lainnya, Kami berharap ada manusia lain disini agar bisa membantu perjalanan kami.
Namun kami khawatir ini adalah telapak kaki mahluk yang menambah kekhawatiran.. apakah ada hewan yang kaki nya persis seperti manusia atau …??
__ADS_1
Sepertinya tidak ada ya hewan yang kakinya persis seperti manusi