DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Bukan Waktu Bercanda


__ADS_3

Kami pun menelusuri jejak kaki itu, Jejak kaki itu sangat jelas, Dari ibu jarinya hingga jari kelingking, tampak berbekas didalam lumpur.


Jejak kaki itu sepertinya jejak kaki orang yang sudah dewasa, mungkin mempunyai ukuran kaki nomer empat puluh Dua


"Kok banyak lumpur ya..?"


Tanya Wisnu


"Mungkin hutan ini sering hujan"


Jawab ku


Memang hutan jati inj berbeda dengan hutan sebelumnya, Jika hutan sebelumnya mempunyai tekstur tanah yang normal layaknya hutan biasanya tapi hutan jati ini tekstur tanahnya sedikit lembek, Antara keras dan lumpur, Jika kita menginjaknya maka akan berbekas jejak kaki kita.


Jejak itu semakin jelas, karna tambah ke ujung hutan ini tambah berlumpur.


Sekarang tanah bertambah lembek sehingga kaki kami terbenam smpai setengah betis.


"Kok semakin dalam lumpurnya".


Ucap Wisnu yang kesulitan mengangkat kakinya karena terbenam lumpur


" Iya ya, ini bisa jadi tambah kesana kita tambah tenggelam didalam lumpu, Sekarang saja sudah sebatas betis gimana kalau udah di ujung nanti.


"Telusuri aja terus, toh kita gak keluar dari jalan utama ke desa yang hilang"


Ucapku


Kami pun terus menelusuri jejak kaki misterius itu, Tidak tau sudah berapa jauh akhirnya kami terhenti di sebuah titik berpisahnya jejak kaki itu dari jalan utama.


"Lah ini gimana ni..? Jejak kakinya keluar dari jalan utama, Kita ikutin terus atau kita lanjut jalan..?"


Tanya ku


"Ah ngapain kita ikutin jejak ini, toh belum tentu ini jejak manusia"


Jawab Wisnu.


"Yasudah kita lanjutkan saja perjalanan ini"


Ucap ku


Sekarang lumpur sudah sampai di lutut ku, Sepertinya benar, bertambah jauh maka bertambah dalam lumpur ini.


Aku tidak tau apakah kami bisa melewati lumpur ini atau tidak..


"Ehhhh ehhh koo, tolongin gua, Kaki gua kok gak bisa di cabut".


Ucap Wisnu yang kesulitan mencabut kaki dari lumpur.


Aku yang berada didepan pun berhenti dan melihat kebelakang.


Tampak wisnu yang masih berusaha mencabut kakinya dari dalam lumpur,karena danu yang berada dibelakang akhirnya danu yang membantu Wisnu.


" Coba di angkat kaki wisnu dan"


Ucap ku dari depan wisnu.


"Makanya kalau jalan pelan pelan jangan asal asalan aja"


Ucap Danu Dari belakang Wisnu.


"Kok bisa ya kaki gua sulit diangkat kayak ada yang nahan dari bawah"


Ucap Wisnu yang masih berusaha mengangkat kakinya.


Danu pun menghampiri Wisnu dan mencoba mengangkat kaki wisnu.


"Kok berat Wiis...?"


Ucap Danu berusaha mengangkat kaki wisnu.


"Coba goyang goyang kaki lu wis, kalau udah longgar baru dah dicabut".


Ucapku.


Wisnu pun mencoba menggoyang goyangkan kakinya dengan pelan pelan.


Setelah itu wisnu pun mencoba mengangkat kakinya yang terperangkap didalam lumpur.


Danu pun mencoba membantu wisnu untuk mengangkat kakinya, Namun sekuat apapun mereka mencoba namun kaki wisnu tetap tidak bisa terangkat.


" Bantuin juga ko.."


Ujar wisnu

__ADS_1


Aku pun menghampiri wisnu dan danu untuk mengangkat kaki wisnu.


Ku pegang kakinya dan sedikit ku goyang goyangkan untuk menciptakan celah kecil agar membermudah, Namun setelah ku coba ternyata benar kaki wisnu tidak bisa di tarik kembali.


"Lah gimana ceritanya kaki Lo gak bisa ditarik ini wis, Padahal kita menginjak lumpur yang sama"


Ucap ku seraya menarik kuat kaki wisnu.


"Gak tau juga gua ko, Tiba tiba kaki gua udah gak bisa diangkat lagi,Semakin kuat gua menariknya,Semakin kuat juga tekanan lumpurnya"


Jawab Wisnu


"Ayo dan kita angkat,Lo angkat sebelah sana gua sebelah sini"


Ucap ku.


"Satu dua tiga, Angkat"


Ucap Danu


Aku dan danu pun berusaha mengangkat kedua kaki wisnu yang terbenam lumpur,Namun lagi lagi tetap tidak bisa diangkat.


Tiba tiba Wisnu berteriak


"Ahhhhhhhhhhhhhh"


Kemudian berkata


"Kok kaki gua kayak ada yang pegang di bawahnya"


Aku dan Danu pun tiba tiba mundur menjauhi wisnu ketika mendengar jeritannya.


"Astagfirullah, "


Ucap Danu mulai ketakutan


"Tolong tolong tolongggggggg"


Teriak Wisnu


Hari yang semakin sore dan semakin gelap tanpak suasana senja dari terik matahari membuat suasana semakin menyeramkan


"Serius Wis..?"


Tanya ku yang menjauhi wisnu


Ucap


Wisnupun memberanikan diri untuk memasukkan tangannya kedalam lumpur tepat dimana kakinya terbenam, Tangannya pun mencoba untuk merayap kekakinya untuk mengetahui apa yang telah memegang kakinya.


Kami pun terdiam sambil melihat Wisnu.


Apakah yang ada didalam lumpur tersebut, Seumur umur belum pernah dengar hantu dari dalam lumpur.


Ketika tangan Wisnu telah mencapai kakinya didalam lumpur tepat dimana dia merasakan sesuatu yang memegang kakinya tiba tiba dia Berteriak


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh"


Kami pun ikut berteriak juga


"Ahhhhhhhhhhhh"


Wisnu pun mengeluarkan tanganga dari lumpur seraya berkata


"Sarangheo"


Sambil menunjukkan lambang love menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya


Aku dan Danu pun kesal sekesal kesalnya.


"Keterlaluan lo Wis, Bisa bisanya di waktu seperti ini Lo bercanda"


Ucap ku yang kesal dan marah.


"Kurang hajar ni anak.."


Ucap Danu yang marah sambil meninggalkan Wisnu


Aku pun ikut meninggalkannya.


"Ayoklah Dan kita lanjutin perjalanannya"


"Hahahahaha Bercanda brooo, Ah kalian jangan dibawa serius terus, Biar gak cepat tua"


Ucap wisnu yang cengengesan sambil mengejar ku dan Danu.

__ADS_1


"Kirain Lo tempat kayak gini cocok untuk bercanda..? "


Tanya Danu yang terus berjalan kedepan.


Wisnu dari belakang langsung menjawab.


"Kalian Serius semua, Gak seruh ah"


Wisnu sepertinya tidak jera dan tidak dijadikan pelajaran tentang apa yang sudah dia alami sebelumnya, Seharusnya dia bisa memilah mana tempat bercanda dan mana tempat serius.


Padahal Dia sebelumnya sudah mengalami kejadian yang mengerikan, Dan semua itu terjadi karena ucapanya sendiri yang tidak bisa dia jaga.


"Lo nanti kalau ketemu hantu benaran baru tau rasa"


Ucap ku.


Wisnu dari belakang pun berusaha mengejar kami dan kemudian menjawab


"Iya iya maaf maaf mas broooo".


Lumpur sekarang semakin berkurang yang awalnya yang awalnya sampai kelutut dan sekarang sudah setengah lutut.


Tampak celana kami penuh dengan lumpur dari lutut hingga bawah.


" Ehhhh ehhhhh kaki gua kok benaran ada yang pegang ini"


Ucap Wisnu.


"Terserah Lo aja wis, Mau ada yang pegang mau ada yang gigit, Mau ada yang tarik, Gua bodoh amatlah"


Ucap Ku tampa menghiraukan ucapan Wisnu dibelakang ku.


"Mampus lo Wis, Biar sekalian lo ditarik kedalam dalam lumpur"


Ucap Danu yang kadung kesal dengan Wisnu.


"Kali ini gua gak bercanda seriusss ini"


Ucap Wisnu yang ternyata telah berhenti.


"Bodo amat dahh"


Ucap Ku


"Kami bukan keledai yang mau masuk kelubang yang sama".


Ucap Danu.


Kami pun semakin menjauh dari wisnu yang masih tetap berdiri.


" Daaaannnnnnnnnnn...!!!"


Teriak Wisnu dari bekalang


"Bodo amat"


Ucap Danu yang masih terus berjalan


"Tolongin gua "


Teriak Wisnu


"Bodo amat"


Ucap Ku


"Tolong guaaaa heiiiiiii"


Teriak wisnu kembali


"Bodo amat"


Ucap Danu kembali


"Guaaa seriuss ini, Kooooo bantuin gua"


Teriak wisnu semakin keras.


Aku pun berhenti dan melihat kebelakang kearah wisnu,Kira kira delapan meter jarak ku dan si wisnu.


Danu pun melihat wisnu juga kemudian berkata


"Ayolahh wisss, Lo kayak anak kecil aja, Bukan tempatnya bercanda ini".


Aku pun mengambil Lumpur dan melemparkan kearah Wisnu kemudian berkata.

__ADS_1


" Lo nanti gua hajar wis,Ayolah badan udah capek ini, Jangan bercanda lagi".


__ADS_2