
Setelah semuanya sudah berkumpul, Bapak Arif pun melanjutkan ceritanya.
"Nanti jangan ada lagi yang motong motong ceritanya biar kelar"
Ucap Bapak Arif.
Kami semua pun mengangguk.
Bapak Arif pun Mulai bercerita.
"Setelah sekian lama Ibu Dewi akhirnya sampai didepan gubuk mereka, Tampak tubuh ibu Dewi yang sudah banyak terdapat luka masih tetap bisa berdiri demi anaknya.
Ibu Dewi sangat gembira karena telah sampai didepan gubuk mereka.
" Alhamdulillah akhirnya sampai juga, Sabar ya nak, Ibu akan berikan obat ini"
Ucap Bu Dewi yang memegang sebuah ramuan yang diberikan oleh thabib.
Ibu Dewi pun langsung masuk kedalam gubuk, Terlihat Teluk dan Ninjau masih tetap menjaga adiknya yang sudah terbujur kaku.
"Buu, Adik Kok kayaknya gak bergerak lagi"
Ucap Teluk berkata kepada ibu Dewi yang baru masuk kedalam gubuk.
Mendengar kata kata Teluk, Ibu Dewi langsung berlari ke tubuhnnya si Milan.
Tampak dari wajah bu Dewi sudah semakin pucat , Ibu Dewi sangat takut kalau si milan benar benar meninggal.
Ibu Dewi pun langsung memegang dada si Milan untuk mendengarkan detak jantungnya.
Badan bu Dewi tiba tiba bergetar hebat setelah memegang dadanya milan. Bibirnya seketika menjadi pucat tak berdarah.
"Ada apa bu?"
Tanya Ninjau.
Ibu Dewi masih saja bergetar, Dan dia langsung mengambil tangannya milan untuk merasakan denyut nadinya.
Setelah tangan bu Dewi telah memegang tangan nya Milan, Sesuatu yang sangat ia takutkan benar benar terjadi, Milan sudah tidak memiliki denyut nadi, Berarti Milan telah meninggal.
Ibu Dewi pun langsung menangis histeris, Sambil memeluk tubuh Si Milan yang sudah terbujur kaku.
Tangisan ibu Dewi semakin kuat, Seolah olah dia tidak percaya telah ditinggalkan oleh si Milan.
"Milaaaaaaaaannnnnn, Kamu gak boleh pergi nak, Kamu gak boleh pergiiiii, Pokoknya kamu gak boleh pergiiiii"
Teriak Ibu Dewi yang menangis histeris.
Teluk dan Ninjau sontak saja langsung menangis ketika melihat ibunya yang menangis histeris.
Suasana langsung menjadi berubah, Tangisan dan teriakan memenuhi semua ruangan gubuk itu. Ratusan tetes air mata seorang ibu sudah terhempas kelantai gubuk yang hanya terbuat dari tanah.
Teluk dan Ninjau memeluk tubuh adiknya yang sudah terbujur kaku.
"Kamuuu gak boleh pergi Milaaaan"
Ucap Ninjau sambil menangis terseduh seduh.
Ibu Dewi yang menangis histeris tiba tiba langsung berlari keluar gubuk.
"Ibuu mau kemana?"
Tanya Teluk yang juga menangis.
Ibu Dewi tidak menanggapi ucapan Teluk, Dia tetap saja berlari keluar gubuk sambil menangis histeris.
Ibu Dewi berlari tak tau arah, Dia merasa sudah tidak memijakkan kakinya kebumi, ketika tidak mendengarkan suara detak jantung Milan.
"Akuu pasti mimpi, Aku pasti mimpi"
Teriak Ibu Dewi yang terus menangis.
__ADS_1
Ibu Dewi yang terus berlari tak tau arah, Ternyata berlari tanpa arah tersebut membawanya ke sebuah danau yang biasanya tempat anaknya mengambil air.
Ibu Dewi menangis sejadi jadinya di pinggir danau tersebut.
"Akuu rela korbankan jiwa ku demi anak ku"
Ucap Ibu Dewi sambil melemparkan sebuah batu hitam ke dalam danau.
Tangisan ibu Dewi sudah sangat menakutkan, Seolah olah ibu Dewi tidak terima akan kepergian Milan.
"Akuuu rela lakukan apa saja asalkan Milan kembali seperti semula"
Ucap Bu Dewi yang terus menangis di pinggir danau, Hingga tetesan air matanya jatuh kedalam air danau.
Sudah tidak tau lagi, sudah berapa jam Ibu Dewi menangis di pinggir danau.
Air matanya terus menetes kedalam danau, Air mata tersebut telah bersatu dengan air danau yang tawar.
Tidak lama kemudian Ibu Dewi jatuh pingsan di pinggir danau tersebut.
Ketika Dia terbangun,Dia merasa ada sebuah jalan masuk kedalam dasar danau tersebut, Didalam Danau itu terlihat sebuah kota indah yang dihiasi oleh pangeran dan putri putri yang cantik rupawan.
"Masak ada kota didalam Danau?"
Gumam Bu Dewi.
Dia terus berjalan sehingga dia melihat sebuah kerajaan yang besar nan agung.
Dia terus menerobos masuk kedalam Kerajaan itu.
setelah ia masuk, Ternyata dia melihat seorang Ratu cantik bak bidadari, Yang mengenakan pakai kerajaan dan sebuah mahkota yang berada diatas kepalanya.
Ibu Dewi kaget ketika Ratu tersebut berkata
"Aku sudah lama menunggumu, Silahkan masuk".
Bagaimana bisa?, Ibu Dewi yang baru pertama kali ke kerajaan akan tetapi Si Ratu seolah olah sudah mengenal si Ibu Dewi.
" Apakah Ratu mengenalku?"
Ratu itu langsung tersenyum manis, kemudian berkata.
"Aku telah mendengarkan tangisan mu dipinggir Danau".
Ibu Dewi yang tadinya sudah berhenti menangis tiba tiba langsung menangis kembali karena teringat dengan Milan.
Si Ratu tersebut berkata.
" Kamu sudah menjadi bagian dari kami, Kamu juga hanya bisa ke dunia manusia ketika matahari telah menghilang".
"Apa maksud Ratu?"
Ucap Bu Dewi.
"Sekarang Milan Sudah sembuh dari penyakitnya, Sebagai gantinya kamu harus menjadi bagian dari kami?"
Ucap Si Ratu.
"Apakah Aku bukan berada di Dunia mimpi?"
Tanya Ibu Dewi yang mulia curiga.
"Kamu sekarang bukan lah manusia seutuhnya"
Jawab Si Ratu.
Ibu Dewi merasa tidak percaya akan apa yang terjadi kepadanya, Dia terdiam seketika kemudian berkata.
"Gak apa apa, Yang penting Milan sudah sembuh"
Ucap Bu Dewi.
__ADS_1
"Kamu hanya bisa ke dunia manusia ketika matahari sudah terbit"
Ucap Ratu.
Ternyata Ibu Dewi bukan didalam dunia mimpi, Akan tetapi Ibu dewi sudah didunia nyata, Dunia para Dewa.
"Jadi malam ini Aku boleh mengunjungi anak anak Ku?"
Tanya Si Ibu Dewi.
Ratu hanya memberikan kode dengan menganggukkan kepalanya.
Ibu Dewi sebenarnya merasa sedih dan bahagia, Sedih karena tidak bisa berkumpul dengan anak anaknya, Dan Bahagia karena Milan kembali pulih.
Ibu Dewi selalu duduk di pintu gerbang menuju ke dunia Manusia, Dia menunggu waktu gerbang itu sudah di buka.
Matahari pun mulai terbenam, Sinar rembulan mulai menampakkan keindahanya.
Pintu gerbang pun terbuka sedikit demi sedikit.
Tidak perlu menunggu lama, Ibu Dewi langsung berlari menuju dunia manusia,
Dia seolah olah tidak percaya bahwasanya dia bukanlah seorang manusia.
Setelah sampai dipinggir danau, Ibu Dewi baru sadar bahwa dia benar benar bukan manusia, Dia sedikit meliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh manusia.
Satu langkahnya bisa langsung ke tempat yang dituju, Hanya butuh satu langkah Ibu Dewi sudah sampai di gubuk mereka.
"Ibu dari mana aja bu?, Milan sudah sadar"
Ucap Si Teluk ketika melihat bu Dewi yang baru saja pulang ke gubuk.
"Ibu tadi mencari thabib"
Ucap Bu Dewi sambil berbohong.
Melihat Si milan yang sudah duduk di tempat tidur, Ibu Dewi langsung memeluknya dan berkata.
"Kamu jangan pergi lagi ya".
" Milan gak apa apa bu, Ni Milan udah kuat"
Ucap Milan sambil mengankat lengannya yang memperlihatkan otot tangannya.
"Iya nak, Kamu udah sembuh"
Ucap Bu Dewi dengan sangat bahagia.
"Kalian sekarang tidak perlu kerja lagi ya, Hanya ibu saja yang boleh mencari makanan dan kebutuhan hidup, Kalian harus tetap dirumah, Ibu tidak Ingin kehilangan kalian lagi"
Ucap Bu Dewi.
"Nah terus yang berburu di hutan siapa bu? Kan hanya Aku yang bisa?, Biarkan Aku saja yang bekerja mencari makanan"
Ucap Si Ninjau.
"Sudah ikuti saja apa kata ibu"
Ucap Bu Dewi.
Semua anaknyapun menganggukkan kepala.
Ibu Dewi yang bukan lagi manusia tentunya mempunyai batas waktu didunia manusia.
Malam ini Bu Dewi akan tidur bersama anak anaknya hingga matahari terbit.
Setelah semuanya tertidur Ibu Dewi langsung pergi kedapur dan Ibu Dewi menggunakan kekuatanya untuk mendatangkan semua makanan, Seperti Buah buahan, Daging, Susu, beras Dan Hidangan lengkap untuk anak anaknya besok pagi.
Setelah matahari sudah mulai mau muncul, Ibu Dewi pun langsung ke pinggir danau dan kembali masuk kedalam dasar danau kembali ke kerajaan.
Setiap hari itu yang dilakukan oleh bu Dewi, Singkat Cerita anaknya mulai curiga, Bagaimana mungkin setiap hari ibu Dewi selalu menghilang diwaktu matahari terbit dan Datang ketika matahari terbenam, Dan setiap hari hidangan selalu siap semuanya didapur, Susu yang tidak pernah mereka minum pun selalu ada setiap hari.
__ADS_1
#Bersambung#
Maaf kemarin kemarin author sibuk bikin kue, Maklum author ini merangkap 😄, Kmrin alhmdulillah dapat rezeki, Jadi gak smpat Nulis..