DESA YANG HILANG

DESA YANG HILANG
Baru Mau Masuk Hutan


__ADS_3

Kamipun berangkat menuju rumah Ketua Adat untuk sarapan bersama Ketua Adat, Tas ransel sudah berada dipundak Kami semua.


Rumah Bapak Ketua Adat sudah di depan mata, Tampak pohon Jambu sudah terlihat hijaunya daun pohon itu.


Didepan rumah tampak Bapak Gilang sudah menunggu kami.


Dari kejauhan Bapak Gilang melambaikan tangannya kemudian berteriak.


"Kooo?"


"Iya pak"


Teriak ku.


"Sarapan sudah lama menunggu kita ko" Bisik Wisnu kepada ku.


"Sabar *****"


Bisik ku balik.


Kami segera menghampiri Bapak Gilang, Kemudian kami di suruh naik kerumah Bapak Gilang.


Bapak Gilang yang berada di bawah tampak menyuruh kami untuk naik keatas rumahnya.


"Ayoo naik naik, Kita sarapan dulu"


Ucap bapak Gilang sambil memegang bahuKu.


Rio yang berada di belakangku Mendorong ku kedepan, MenyuruhKu cepat cepat naik kerumah bapak Gilang.


"Sabar Rio"


Ucap Ku sambil menoleh ke Arah Rio.


Wisnu yang berada di belakang Rio pun ikut berkata


"Iya ni, Orang mau cepat cepat makan, Gua lagi pengen makan nasi goreng adek Rika.


" Rio pasti mau cepat cepat ketemu ama Adek Rika? Ya kan Rio?"


Ucap Danu.


"Kok Lo pinter nebak Dan? "


Ucap Rio sambil melangkah menaiki tangga rumah.


Kami semua pun langsung ke belakang, Keruang makan untuk sarapan pagi,


Tampak hari ini hanya kami saja yang sarapan karena adek Rika dan Ibunya sudah berangkat ke kebun.


Diatas meja sudah siap sarapan semuanya, Nasi goreng ala ala adek Rika anggelina, Dan Sedikit buah buahan.


"Ayo silahkan sarapan"


Ucap Bapak Gilang sambil menyodorkan kursi.


"Bapak gak sarapan pak?"


Tanya ku kepada bapak Gilang.


"Enggak Dek, Bapak tadi sarapan bareng sama istri dan anak, Bapak tunggu didepan ya!, Kalian silahkan makan sekenyang kenyangnya"


Jawab Pak Gilang sambil melangkah ke ruang tamu.


Wajah Wisnu sudah kelihatan ingin menghabiskan nasi goreng yang ada dihadapannya.


Sementara Rio kelihatan sedikit tidak bersemangat karena makan tanpa ada adek Rika.


"Duhh, Gua udah siapin gombalan maut, Malah objeknya gak ada"


Gumam Rio sambil mengambil piring didepan Wisnu.


Wisnu yang berada disampingnya langsung menampar tangan Rio yang lagi mengambil piring.


"Hussss!!, Lo kalau gak selera makan kasih ke Gua aja".


" Gua juga butuh energi biar kuat masuk hutan nantinya"


Ucap Rio.


Danu yang berada disampingku terlihat sibuk memainkan Handponenya.


"Lo makan Handpone aja Dan, Tinggal Download gambar Pizza, Soto, Bakso, Nanti kalau udah biar Gua ucapin, Selamat makan Kk"


Canda Si Wisnu kepada Danu yang asik Bermain Handpone.


"Ok siap, Nanti Gua download banyak banyak terus Gua kirim ke Elo, Biar nanti gak repot repot makan siang"

__ADS_1


Jawab Danu.


"Duhhh baik banget Lu dan" Jawab Wisnu


Aku pun mengambil piring dan mengambil sedikit nasi goreng, Biar nanti diperjalanan ada tenaganya.


Wisnu sudah memulai suapan pertamanya, Satu kali suapan si Wisnu itu sama dengan dua kali suapan Ku.


Dimeja itu hanya ada Kami berempat yang menikmati nasi goreng.


Setelah beberapa menit kemudian,Kami selesai sarapan.


"Alhamdulillah kenyang"


Ucap Wisnu sambil menggosok perutnya.


"Awas Lo ya, Kalau kagak kuat masuk ke hutannya nanti"


Ucap Rio sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.


"Aman bosss, Energi Gua penuh sekarang, Kemana aja Gua kuat"


Ucap Wisnu sambil mengacungkan jempol.


"Ayo kita ke depan, Bapak Gilang sudah menunggu"


Ucap ku.


Kamipun melangkah keruangan depan, Disana tampak Bapak Gilang sedang mengobrol dengan seorang laki laki, Kemungkinan laki laki itu adalah pemandu Kami ketika masuk kedalam hutan.


Ketika kami keruang depan, Bapak Gilang dan Seorang laki laki itu langsung melihat kami, Kemudian bapak Gilang berkata


"Sini Duduk dulu"


Kamipun menghampiri Mereka Berdua dan Duduk disamping bapak Gilang.


Bapak Gilang langsung menerangkan semuanya tentang prosedur ketika mau memasuki hutan.


"Ini Bapak Arif (Sambil menunjuk kearah bapak Arif) Dia nanti yang bertugas menemani kalian"


Ucap bapak Gilang.


"Iya pak" Ucap Ku.


Bapak Arif hanya tersenyum kecil saja.


"Kalian ingat pesan pesan bapak dulu, Apa yang sudah menjadi larangan disini jangan sampai kalian lakukan, Demi menjaga keselamatan kalian"


"Iya pak"


Ucap Ku lagi.


"Ini kenapa pakai baju warna kuning?(Sambil menunjuk ke arah Wisnu), Kalian gak ingat larangan yang kedua, Jangan pernah memakai baju warna kuning ketika memasuki hutan"


Ucap tegas oleh Bapak Gilang.


Aku lupa tentang larangan yang gak boleh memakai baju kuning, Wisnu ternyata memakai baju Fakultas yang berwarna kuning.


"Loh sih Wis, Kenapa juga pakai baju warna kuning"


Saut si Danu sambil mendorong bahu Wisnu dengan tangannya.


"Maaf Pak, Saya lupa"


Ucap Wisnu.


"Iya gak apa apa, Nanti kalian tukar dulu sebelum masuk kedalam hutan"


Gumam bapak Gilang.


"Iya Pak"


Jawab Wisnu.


"Nanti kalian ikuti apa kata bapak Arif, Ikuti semua petunjuknya"


Lanjut bapak Gilang.


"Siap pak"


Ucap Ku.


"Iya dah silahkan berangkat"


Ucap bapak Gilang sambil melihat ke arah bapak Arif, Kemudian bapak Gilang berkata


"Sayo titip anak anak pak"

__ADS_1


"Iyo pak, Biso di atur ( Bisa di atur), Asalkan Anak anak ko dak melanggar pantangan kito"


Ucap Bapak Arif.


"Wisnu tukar baju dulu"


Ucap bapak Gilang.


"Iya pak, Saya bawa baju didalam tas"


Wisnupun kebelakang untuk menukar baju.


Bapak Gilang tampak berbisik kepada bapak Arif, Kami tidak tau apa yang mereka bisik.


Tidak lama kemudian Wisnu datang dengan memakai baju warna Hitam.


Bapak Gilang langsung melihat kearah Wisnu kemudian berkata,


"Nah coba gini, Kan enak nanti diperjalanan"


"Heheheheh iya Pak"


Ucap Wisnu.


Setelah semuanya siap Kami permisi dengan bapak Gilang.


"Kami permisi dulu pak"


Ucap bapak Arif.


"Iyo pak, Hati hati pak"


Ucap bapak Gilang.


Kemudian kami turun dari rumah bapak gilang dan Berkumpul sebentar didepan rumah bapak Gilang sambil berdiri.


"Kita berdo'a dulu, Semoga perjalanan Kita bisa selamat sampai tujuan dan Kembali pulang dengan selamat"


Gumam bapak Arif.


"Berdo'a mulai"


Kamipun berdoa sebelum memulai perjalanan, Dengan harapan bisa selamat sampai tujuan, Dan pulang dengan selamat pula.


"Sudah semua anak anak?"


Tanya bapak Arif.


"Sudah pak" Ucap Ku.


"Ayo kita mulai melangkah dengan membaca Bismillahirrohmaanirrohim"


Ucap bapak Arif.


Setelah itu kami memulai perjalanan, Dari Rumah bapak Gilang masih sekitar 100 meter baru masuk kedalan hutan.


Hutan masih jauh didepan kami, Kami masih berjalan di area desa yang ditanami sayur sayuran oleh warga.


Tanaman cabai terlihat menghiasi kawasan itu, Buah cabai yang segar menandakan tanah yang subur.


Setelah melewati area desa barulah kami memasuki Area hutan disana.


Baru mau memasuki hutan, Rio yang berada dibelakang langsung bertanya kepada bapak Arif.


"Masih jauh ya pak?"


Bapak arif langsung menoleh kebelakang kemudian berkata.


"Kita baru aja mau masuk, Masih sekitaran 3 Jam ke Lokasi"


"Duh jauh juga ya pak"


Ucap Rio.


"Rio Rio!! , Baru aja mulai, Elu udah ngeluh"


Ucap Wisnu.


"Bukan ngeluh Bro, Cuma nanya doang"


Ucap Rio.


Hutan yang lebat menghiasi kiri kanan kami, Pohon pohon yang rindang, Dan semak semak belukar yang menandakan hutan itu tidak tersentuh oleh manusia sedikit pun.


Perjalanan Kami masih jauh, Bapak Arif sedikit demi sedikit menerangkan nama nama pohon dan tumbuhan tumbuhan yang berbahaya.


Kami hanya berharap semoga perjalanan di hari pertama kami kedalam hutan ini selamat,

__ADS_1


Kami tidak tau bahaya apa yang sudah mengintai kami.


__ADS_2