
Bismillahirrohmanirrohim.#11#
Aku berlari masuk kamar, Tidak menghiraukan apa yang di katakan Rio, Rio sendiri bingung melihat tubuh ku bergetar ketakutan.
"Lo kenapa ko, Kayak orang habis dikejar setan aja?" Tanya si Rio yang masih berdiri didekat pintu kamar.
Aku langsung meletakkan laptop ku diatas lemari pakaian ku. Kemudian langsung meloncat kearah kasur.
"Tolong ambilin selimut gua io" Ucap ku kepada Rio sambil menunjuk ke arah selimut diatas lemari ku.
"Kenapa ni anak, Kayak kesambet setan aja"
Jawab Rio,sambil berjalan ke arah lemariku lalu mengambil selimut yang berada diatas lemari kemudian melemparkanya kepadaku Lalu berkata
"Ni ambil"
Aku pun menangkapnya lalu menutupi seluruh tubuh ku dengan selimut, Jantungku masih berdegub kencang, Aku masih berpikir tentang sosok banyangan itu "apakah hanya imajinasi ku, Atau memang ada hantu di rumah ini?" Gumam Didalam hatiku.
Rio pun kembali baring ke atas kasur, Dengan ekspresinya masih mengantuk.
Uaaaaaaaahhhhhhh Suara Rio yang lagi menguap, Aku masih saja didalam selimut, Sampai rasanya napas ku sesak karna sedikitnya oksigen.
Rio pun tiba tiba menarik selimut ku lalu berkata "Heeeeiii anak jambi, Lo kenapa sih"
"Kalau gua ceritaiin ke elo,Lo bakalan percaya gak?" Tanya ku dengan nada ketakutan.
"Gimana mau Percaya,Lo aja belum ngasih tau" jawab Rio
"Tadi gua liat bayangan di belakang, Kayak ada orang lagi berdirir di dapur, Tapi pas gua liat gak ada orang" Ucap ku sambil menutup kembali wajah ku dengan selimut.
"Ah lo beneran ko, Jangan main main, Udah malam ni" Jawab si Rio sambil menepuk badanku.
"Masak gua bohong" Jawab ku lagi.
"Ah gak percaya gua, Palingan cuma halu lo aja,Gua masih ngantuk,Dari pada dengerin lo ngomong gak jelas,Lebih baik Gua tidur aja lah" Gumam si Rio sambil menutup seluruh badanya dengan selimut.
"Serah lo aja kalau gak percaya ama gua" Jawab ku Sambil menutup wajahku dengan selimut kembali.
Mata ku tidak bisa dipejamkan, Setiap aku memejamkan mata, Malah terlintas bayangan itu di pikiran ku.
"Ayoo tidurrrrrrrrr" Ucap didalam hati ku.
Namun mata tetap saja tidak bisa dipejam.
Aku merasa takut dan Ada juga rasa penasaran. Apakah hanya halusinasi saja.
Mungkin karna aku terlalu berpikir negatif tentang masalah ini.
__ADS_1
Jam di tanganku menunjukkan pukul 01.23 Wib, Aku yang berada didalam selimut mencoba memanggil Roi dengan sangat pelan "Roii ,Roiii, Lo udah tidur belum?"
Tapi sepertinya Roi sudah terlelap tidur.
Didalam rasa ketakutan itu tiba tiba saja aku merasa ingin buang air kecil, Aku mencoba untuk menahan buang air kecil.
Tambah lama aku tahan rasa itu,tambah tidak kuat aku menahannya
"Duh apakah aku harus ke kamar mandi sendiri?" gumam didalam hati ku.
Aku membuka selimut yang ada di atas wajahku sedikit demi sedikit, Hingga aku melihat Rio yang berada disamping ku. Tampak Rio sedang tidur dengan posisi membelakangi ku,Selimut merah menutupi seluruh tubuhnya, Cahaya lampu yang berada di kamar itu sangat minim sekali, sehingga ruangan itu terasa sedikit gelap, Dan Menambah suasana semakin seram.
Aku mencoba membangunkan Rio untuk menemaniku ke kamar mandi, Karna memang sudah tidak tahan lagi.
"Rio, Riooo " ucap ku sambil menggoyangkan tubuh rio.
"Hhhmmmmm" gumam Rio yang masih berada didalam selimut.
Ku tarik selimut itu kemudian aku berkata
"kawani gua ke kamar mandi,Gua kebelet pipis"
"Hmmmmm" Ucap Rio kembali
"Kawani gua io" Ucap ku.
" Awas lo ya, Tunggu siang gua tampol lu"Ucap ku dengan sedikit kesal
Aku mencoba memberanikan diri.
Namun sangat berat sekali aku untuk turun dari kasur ini.
Satu kaki ku turunkan terlebih dahulu, Hingga kaki yang satu ikut menginjak lantai.
Kaki ku serasa seberat besi, Tak bisa aku angkat, Ku langkahkan sedikit demi sedikit walaupun terasa sangat berat.
Selangkah demi selangkah aku berjalan menuju pintu keluar kamar, Aku merasa didapur sudah ada sosok hantu mengerikan yang menungguku.
Akupun sampai di pintu kamar, Saat ingin melangkah keluar kamar,Rasanya kaki ini sedang menginjak lem, Sehingga sangat sulit untuk di gerakkan.
Antara takut, Berani, Penasaran, Campur aduk perasaan ku saat itu, Di satu posisi aku tidak kuat lagi menahan kencing, Di satu sisi aku penasaran, Dan di Sisi lain aku merasa sangat takut.
"Bismillahirrohmanirrohim" Ucap ku sambil Aku langkahkan kaki kanan ku keluar kamar dengan secara perlahan.
Aku sedikit berpejam, Tidak berani aku melihat ke arah dapur, Perlahan aku langkah kan lagi kaki ku ke arah dapur.
Sebenarnya jarak dapur sangatlah dekat, Namun rasa takut ku membuat dapur sangatlah sulit untuk dicapai.
__ADS_1
Tap tap tap tap .. Suara kaki ku terdengar sangat pelan ketika menginjak lantai dari papan.
"Semoga aja gak ada apa apa" Ucap ku sambil melangkah dengan pelan kearah dapur.
Kulihat kearah belakang, Tidak ada siapapun, Kan biasanya kalau di film film hantu itu ada dibelakang.
Aku mencoba membaca ayat kursi untuk menghilangkan rasa takut ku.
"Allahu laailaaha illahu wal hayyul qoyyum" Sesekali ku melihat ke arah belakang.
"La ta'Khuzuhu sinatuwwalaanauum" Ku lihat lagi ke arah belangkang.
"Alhamdulillah kagak ada hantu di belakang gua" Ucap ku didalam hati.
"Lahuu maa fissamaawaa ti wa maa fiil ard" Pada saat ayat ini posisiku sudah berada di dapur.
Ku lihat ke sisi kanan Dan kesisi kiri untuk memastikan tidak ada hantu. Ternyata benar tidak ada hantu sama sekali.
Aku pun menjadi sedikit tenang, Langsung saja aku masuk kekamar mandi kemudian mengeluarkan cairan yang selama ini aku tahan.
Terasa sangat lega ketika aku selesai buang air kecil.
Aku pun buru buru membasuh Si adek kecil, Lalu kembali keluar kamar mandi.
Aku mencoba meliriki sisi kiri dan sisi kanan, Memang tidak ada apa pun.
Akhirnya aku bisa tenang, Bisa berjalan seperti biasanya.
Aku terus berjalan menuju kamar ku, Aku pun melihat ke sisi kanan ku, Ada sebuah kamar misterius itu.
Tidak tau kenapa aku kembali berani, Aku berhenti didepan kamar itu, Lalu ku lihat gemboknya, Lalu aku mengetuk pintu itu tiga kali .. Tok tok tok
"Ada orang didalam? Kalau ada tolong di jawab" Ucap ku.
Ting ting ting. Seperti suara sendok yang dipukulkan ke gelas.
Rasa pemberani ku tadi langsung saja menghilang dan berganti ke rasa takut lagi.
Tidak berpikir panjang, Aku langsung berlari kencang menuju kamar.
Tap tap tap tap. Suara yang sangat keras ketika kakiku berlari menginjak papan lantai rumah itu.
"Allah hummaaa laka sumtu wabika aamantu wa 'ala rizqika aftor tu, Anjirrrrr gua salah bacaaa doa" ucap ku.
Karna saking ketakutannya aku sampai sampai membaca doa berbuka puasa.
#Bersambung#
__ADS_1
Like,rate 5 dan votenya jangan lupa ya kk.