DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
PERTEMUAN AWAL


__ADS_3

Tak terasa sudah seminggu Arumi tinggal di rumah mak Rebi. Semenjak kedatangan Arumi di rumah mak Rebi, kini warung mak menjadi ramai. Bermula saat Arumi menjajakan sayur mayur mak Rebi keliling komplek.Sehinga banyak orang yang berduyun-duyun untuk membeli sayur di warung mak Rebi. Selain enak masakannya,harganya pun terjangkau murah.Tidak heran jika sekarang warung mak Rebi menjadi ramai di kunjungi oleh pembeli. Pembeli tersebut berasal dari luar komplek kebanyakan nya.


Berita ini pun terdengar sampai di telinga anak mak Rebi. Anak mak Rebi pun menjadi marah, dan ingin mencari kebenaran nya. Anak mak Rebi meminta orang suruhan nya untuk mencari tahu, kenapa warung ibunya itu menjadi ramai di datangi pembeli.


"aku tidak mau tahu, pokoknya sore ini juga kamu harus mendapatkan informasi lengkap nya. " ucap anak mak Rebi yang bernama Adit kepada orang suruhan nya itu.


"baik bos, " jawab orang suruhan nya itu.


Seperti biasanya, Arumi menjajakan sayur mayur mak Rebi keliling komplek. Dan pada saat dirinya mengayuh sepeda yang biasa dirinya naiki itu, tiba-tiba Arumi terjatuh karena tidak melihat ada sebuah mobil yang sedang berhenti di hadapan nya.


Pemilik mobil pun keluar dari mobilnya,dan membantu Arumi untuk bangun.


"mbak nya tidak apa-apa bukan..? " tanya pemilik mobil yang tidak lain adalah Adit anak mak Rebi.


"oh... tidak mas, " jawab Arumi sembari berusaha bangun.


Namun pada saat dirinya akan bangun, "arrrggghhh.... " Arumi kesakitan ternyata kakinya terkilir dan ada lukanya.


Adit yang melihat Arumi demikian pun segera membantu Arumi.


"mbak kaki mbak terluka...? " ucap Adit.


"aduh, " ucap Arumi mengaduh kesakitan.


"sudah mas tidak apa-apa, terimakasih karena sudah menolong saya. " ucap Arumi.


"maaf, mobil nya tidak lecet kan...? " tanya Arumi kepada Adit.


Adit pun tersenyum.


"mobil nya tidak lecet mbak, tapi mbak nya yang terluka. Lihatlah kaki mbak berdarah. " ucap Adit.


"hehe... iya,tapi benar-benar tidak lecet kan mas mobilnya...? " jawab Arumi memastikan.


"enggak mbak... " ucap Adit sembari tersenyum.


"Nasib baik dagangan nya masih bisa terselamatkan. Kalau tidak pasti mak Rebi akan rugi. " guman Arumi dalam hati.


Arumi pun berpamitan kepada Adit untuk melanjutkan menjual dagangan nya kembali.


Namun pada saat dirinya akan melangkahkan kakinya, Arumi malah lagi-lagi terjatuh.


Adit yang melihatnya pun segera menolong Arumi.


"biar aku antar mbak nya pulang. " ucap Adit.

__ADS_1


"tidak perlu mas, saya takut merepotkan mas nya. " jawab Arumi menolak halus tawaran dari Adit.


"tapi mbak nya kakinya kan sakit, bagaimana mbak nya bisa pulang kalau dengan kondisi seperti ini. " ucap Adit sembari menunjuk ke arah kaki Arumi yang terluka.


"tapi mas dagangan saya masih banyak, bagaimana saya bisa pulang. " ujar Arumi.


"kalau gitu saya yang akan membeli sayur mayur ini, saya akan membelinya semua. " ucap Adit.


"semua mas...? " tanya Arumi dengan sumringah.


"ya mbak semua. " ujar Adit.


"terimakasih mas, " ucap Arumi dengan raut wajah bahagia.


"iya mbak, mari saya antar pulang. " kata Adit.


Arumi menaiki mobil Adit, tidak lupa sepeda miliknya dititipkan terlebih dahulu di salah satu rumah pelanggan nya.


Adit sedikit tercengang saat Arumi bilang, dirinya tinggal di kompleks A.Namun Adit segera menepis pemikiran itu. Mungkin saja hanya kebetulan searah dengan rumah ibundanya.


"rumah kamu yang mana mbak...? " tanya Adit.


"oh... lurus saja mas,terus belok kiri. "ucap Arumi.


" o... "sahut Adit sembari menyetir.


Sampailah Arumi dan Adit didepan mak Rebi. Mak Rebi yang melihat kedatangan putra nya dan Arumi pun merasa heran.


" kenapa Arumi bisa berbarengan dengan Adit...? "guman mak Rebi dalam hati.


Arumi dengan sumringah menyapa mak Rebi yang kebetulan sedang berada di warung.


" assalamualaikum mak,Rumi pulang. "sapa Arumi kepada mak Rebi dengan sumringah.


" nak Rumi. "jawab mak Rebi sembari melihat ke arah putranya Adit.


" mak sayur mayur nya alhamdulillah habis mak, diborong sama mas Adit. "ucap Arumi dengan gembira.


Sesaat mak Rebi memandangi wajah anak nya dengan berbagai tanda tanya.


" nak Rumi,cepat masuklah ke dalam rumah. Tadi mak lupa sedang memasak sayur gudeg. "kata mak Rebi.


" aduh mak,gimana nanti kalau hangus. "seru Arumi sembari segera lari ke arah dapur.


Setelah kepergian Arumi ke dapur, " jelaskan apa maksud kedatanganmu kemari. "ucap mak Rebi dengan ketus.

__ADS_1


" aku hanya mengantarnya pulang ibu, dan aku tidak tahu menahu kalau dia tinggal bersama ibu disini. "terang Adit.


" hanya itu...? "selidik mak Rebi.


" iya ibu, hanya itu. "jawab Adit.


" ibu aku mohon,ayolah tinggal denganku. Dan ibu tidak perlu lagi untuk susah-susah mencari uang. Ibu tinggal minta saja sama aku. "ucap Adit.


" Adit,bukan nya ibu tidak mau tinggal sama kamu. Tapi ibu ingin menghabiskan sisa waktu ibu untuk tinggal disini, hanya itu. "jawab mak Rebi.


" tapi bu,,,, "ucap Adit terputus.


" ibu ingin menikmati hidup ibu nak. Jadi, tolong jangan ganggu hidup ibu. "jawab mak Rebi datar.


" ibu, Adit cuma mau ibu tinggal di rumah Adit. Adit ingin ibu ikut merasakan kehidupan yang lebih layak. Adit ingin melihat ibu bahagia di masa-masa tua ibu. Adit tidak ingin berjauhan dengan ibu, hiks... hiks... hiks... "ucap Adit sembari menangis.


Tanpa mereka sadari Arumi ternyata mendengar obrolan mereka sejak awal.


" jadi mas Adit adalah putra dari mak Rebi...? ternyata dia adalah anak sholeh dan baik hati. Tapi kenapa mak Rebi tidak mau ikut dengan putranya...? "ucap Arumi pelan.


Saat suasana hening, Arumi pun keluar dari rumah.


" mak,? "ucap Arumi dari dalam rumah yang pura-pura tidak mendengar apa-apa.


" Rumi,ada yang mak Rebi omongin ke kamu. "ucap mak Rebi kepada Arumi.


" apa itu mak, "jawab Arumi pura-pura bingung.


" dia nak Adit, dia adalah anak mak yang sering mak ceritakan ke kamu. "ucap mak Rebi.


Arumi pun tersenyum, dan dirinya pura-pura kaget.


" benarkah...?! "seru Arumi seperti orang kaget.


" iya, "jawab mak Rebi dan Adit hampir bersamaan.


Arumi yang melihat nya pun tersenyum, mereka pun juga ikut tersenyum.


Ditempat lain, di bandara Soekarno-Hatta.


" welcome to Indonesia... "guman Han Tae Tsu yang baru turun dari pesawat pribadi nya.


Park Lee Min yang turut serta turun dari pesawat mengekor di belakang Han Tae Tsu.


Beberapa pria dengan memakai setelan jas berwarna hitam tengah berbaris rapi menyambut kedatangan Han Tae Tsu,sang pewaris tunggal dari perusahaan yang kini tengah berada di puncak kejayaannya. HAN COMPANY GROUP adalah perusahaan besar yang didirikan oleh keluarga Han Tae Tsu. Perusahaan tersebut mencakup beberapa produk-produk ternama yang terkenal. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan disana.

__ADS_1


__ADS_2