
Han Tae Tsu membawa Arumi pergi ke salah satu obyek wisata di kota P. Han Tae Tsu sengaja mengajak Arumi, agar dirinya bisa mengenal Arumi lebih dekat lagi, tanpa di ganggu oleh Hong Han Na sang mama.
Kini mereka berdua sudah sampai di tempat tujuannya. Han Tae Tsu pun menghentikan laju mobil nya,dan turun dari mobil. Tidak lupa dirinya juga membukakan pintu mobil untuk Arumi.
"Kreeek... " (Suara pintu mobil dibuka).
"Turunlah, kita sudah sampai. " Ucap Han Tae Tsu sembari membukakan pintu mobil untuk Arumi.
"Te... te... terimakasih, tuan. " Jawab Arumi dengan gugup.
"Hemm." Sahut Han Tae Tsu dengan berdehem.
Arumi pun turun dari mobil, beriringan dengan Han Tae Tsu.
"Kamu pasti tahu tempat ini bukan...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Arumi.
Arumi pun menganggukkan kepala nya.
"Ya,tuan saya tahu tempat ini. " Jawab Arumi.
"Pasti kamu terheran-heran, kenapa aku mengajak kamu kesini...? " Ujar Han Tae Tsu dengan tersenyum kecut.
Sedangkan Arumi terlihat bingung dengan ucapan Han Tae Tsu itu.Lalu dirinya berkata,
"Ya, tuan. " Jawab Arumi.
"Aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi Arumi,. maksudku lebih dekat lagi. " Kata Han Tae Tsu dengan sedikit tersenyum.
Belum sempat Arumi menjawab, Han Tae Tsu pun berbicara lagi.
"Jangan pikir aku serius denganmu Arumi, aku hanya tidak ingin nanti kita terlihat tidak kompak saja, jika nanti kita berada di depan mama maupun di depan keluargamu. Hal ini aku lakukan agar sandiwara kita nanti terlihat sempurna di depan mereka.Itu saja, tidak lebih dari itu. " Ucap Han Tae Tsu menerangkan kepada Arumi.
__ADS_1
"Iya tuan, saya mengerti. " Jawab Arumi dengan menundukkan kepala nya.
"Baguslah kalau kamu mengerti,sekarang jelaskanlah semua tentang dirimu kepadaku.Tanpa sedikitpun yang terlewatkan,aku ingin mendengarkan nya sekarang...!! " Perintah Han Tae Tsu kepada Arumi.
"Baiklah tuan,tapi saya mohon. Tuan tidak akan marah jika nanti saya berkata jujur dengan tuan.Jawab Arumi dengan menundukkan kepala nya.
" Ya. "Sahut Han Tae Tsu asal.
Arumi pun menceritakan semua tentang dirinya,termasuk pernikahannya dengan Herman. Han Tae Tsu yang mendengarnya,sempat terkejut dengan keterangan dari Arumi. Perihal pernikahan Arumi dengan Herman. Namun perasaan itu ia tepis jauh-jauh,mengingat pernikahannya dengan Arumi hanya sebuah kesepakatan. Demi menyenangkan hati sang mama, Hong Han Na.
Setelah selesai Arumi menceritakan tentang dirinya kepada Han Tae Tsu, mereka pun akhirnya pergi dari sana dan menuju ke arah rumah Arumi.
Tak ada percakapan diantara keduanya, hanya suara deru mesin mobillah yang mengisi kesunyian di dalam mobil.
Sedangkan di rumah Arumi. Hong Han Na, Park Lee Min maupun Herman baru sampai di rumah Arumi,tepatnya di depan rumah Arumi.Bu Darnia, ibu Arumi yang berada di rumah sendirian pun merasa aneh. Sebab baru pertama kalinya, rumahnya di singgahi tamu bermobil mewah.
"Ada tamu, cari siapa ya...?Mobil nya, mobil mewah. Pasti orang kaya raya, tapi untuk apa orang kaya raya datang ke rumah ini...?? " Ucap bu Darnia pada dirinya sendiri.
"Herman...! " Ucap bu Darnia dengan terkejut.
Setelahnya, dengan terburu-buru bu Darnia segera membukakan pintu rumah nya.
"cekrek... " Bunyi suara pintu rumah dibuka.
"Nak Herman...!! " Sapa bu Darnia dengan wajah sumringah menyambut Herman mantan menantunya itu.
Herman pun menjawabnya dengan seutas senyuman.
Belum sempat dirinya terkejut dengan kedatangan Herman,dirinya kembali terkejut dengan kedatangan Hong Han Na dan juga Park Lee Min.
"Orang Korea...?? Siapa mereka...? Baru kali ini aku melihat orang Korea secara langsung. Wanita itu sangat cantik sekali, (puji bu Darnia kepada Hong Han Na). Dan, oh oppa-oppa itu sangat menawan, seandainya saja aku masih muda, hehehe. "Batin bu Darnia.
__ADS_1
" Silakan masuk nak Herman,monggo-monggo...! "Ucap bu Darnia kepada Herman maupun Hong Han Na dan juga Park Lee Min.
Setelah mereka bertiga masuk ke dalam rumah Arumi, bu Darnia pun meminta izin untuk ke dapur sebentar. Guna untuk membuatkan mereka minuman ala kadarnya. Setelah selesai membuat minuman bu Darnia pun memberikan kepada mereka.
" Silakan di minum nak Herman,monggo silahkan...! "Ucap bu Darnia.
" Ya, terimakasih. "Sahut Hong Han Na.
Tanpa menunggu waktu lama lagi,Herman pun menyampaikan maksud kedatangannya.
" Begini bu Darnia, kedatangan saya kemari. Saya ingin melamar Arumi putri panjenengan. "Ucap Herman mewakili Hong Han Na berbicara.
Bu Darnia yang mendengarnya pun terkejut dan juga bingung,sebab Arumi tidak di rumah. Selain itu juga, Herman telah menceraikan Arumi. Tapi kenapa,sekarang malah ingin melamar Arumi kembali.Pikir ibu Darnia,kebingungan.
Belum sempat bu Darnia menjawab, Herman sudah kembali bicara.
" Maksud saya bukan saya yang ingin melamar Arumi. Tapi nyonya Han lah, yang ingin melamar nya. Untuk anak semata wayangnya. "Terang Herman menjelaskan.
" Maaf nak Herman,sebelumnya saya mau tahu. Siapa nyonya dan tuan ini...?? "Tanya bu Darnia kepada Herman.
Herman pun tersenyum dan berkata,
" Saya lupa memperkenalkan nya, kenalkan beliau adalah nyonya Hong Han Na pemilik pabrik yang sebenarnya. Dan ini adalah tuan Park Lee Min asisten pribadi tuan Han Tae Tsu,putra dari nyonya Hong Han Na."Terang Herman kepada Bu Darnia.
Bu Darnia kebingungan mencerna ucapan dari Herman.
"Maksudnya, maaf nak Herman. Ibu kurang mengerti...?! " Jawab Bu Darnia kepada Herman.
"Begini ibu Darnia,..... " Ucap Hong Han Na menerangkan banyak hal tentang dirinya dan maksud dari kedatangan nya ke rumah Arumi.
Akhirnya bu Darnia pun paham dan mengerti maksud kedatangan Herman, Hong Han Na maupun Park Lee Min.
__ADS_1