DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 46


__ADS_3

Tiga hari sebelum pernikahan Arumi dan Han Tae Tsu.


"Kamu harus ikut aku,kalau kamu tidak mau melihat keluargamu menjadi korban...! " Ucap Herman mengancam Arumi.


"A... a.. apa maksud kamu mas Herman...?? " Jawab Arumi dengan nada suara bergetar dan terkejut.


"Aku tidak mau kamu menikahi tuan Han Tae Tsu. " Ucap Herman dengan nada suara datar.


"Karena kamu hanya milikku seorang Arumi...! " Ucap Herman lagi.


"Mas Herman,apa mas tahu arti dari ucapan mas Herman barusan.? Ingatlah mas,aku sudah tidak lagi menjadi istrimu. Kita sudah selesai, tak ada hubungan apa-apa lagi di antara kita. " Jawab Arumi menyadarkan Herman.


"Aku tahu, Arumi. Maka dari itu, ikutlah aku pergi. Kita pergi jauh, dimana orang-orang tidak mengenal kita disana. Kita bisa memulai hidup baru di sana. " Jawab Herman menyakinkan Arumi.


"Tapi, jika kamu menolak ajakkanku... Jangan harap keluargamu bisa hidup bahagia. Karena aku akan menjadi mimpi buruk bagi keluargamu setelah kepergianmu dari sini, akan aku pastikan itu...! " Ucap Herman mengancam.


Arumi tidak bisa berkata apa-apa, dirinya tengah berpikir bagaimana caranya menolak Herman dengan cara halus, agar tidak membuat Herman naik pitam.Sembari memikirkan cara untuk menolak ajakkan Herman,dirinya juga mencoba mencerna setiap kata-kata yang Herman ucapkan.


"Bagaimana Arumi...? Aku beri waktu dua jam untukmu berpikir. Semua keputusan ada padamu. Dua jam dari sekarang, tik... tok... tik... tok.... " Ucap Herman memberi bom waktu untuk Arumi berpikir, dan berlalu pergi dari hadapan Arumi.


Saat ini Herman di suruh Hong Han Na untuk mengantarkan beberapa barang untuk keluarga Arumi. Namun hal ini dimanfaatkan oleh Herman untuk mengancam Arumi,tak ada satu keluarga pun yang mengetahui apa yang dilakukan oleh Herman kepada Arumi. Herman berencana untuk mengajak Arumi kabur dari pernikahannya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan Ya Allah,kenapa masalah selalu datang silih bergantian menghampiriku...Tidak, aku tidak boleh lemah. Aku harus kuat,aku harus segera mengambil keputusan yang tepat.Aku tidak mau ikut dengan mas Herman. Dan aku juga tidak mau keluargaku menderita. Jalan satu-satunya adalah, " Pikir Arumi sembari tersenyum simpul.


"Baiklah." Ucap Arumi kemudian pada dirinya sendiri.


"Arumi...! " Sapa Galih kepada Arumi, adiknya.


Arumi pun menoleh, "Iya mas, ada apa...? " Tanya Arumi kepada Galih.


Galih pun berjalan menghampiri Arumi,


"Tadi mas lihat kamu sedang berbicara dengan Herman,apa yang kamu bicarakan dengannya...? " Tanya balik Galih kepada Arumi.


Arumi sedikit terkejut dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Galih.Karena seingat Arumi dirinya tidak melihat siapa pun disana, selain dirinya dan Herman.


Galih yang melihat Arumi bengong, kembali mengajukan pertanyaan.


"Arumi...?! " Seru Galih lagi.


"Ya mas, ada apa...? " Jawab Arumi kaget karena Galih membuyarkan pikirannya.


"Mas tadi lihat kamu berbicara dengan Herman. Apa yang kamu bicarakan dengannya...? " Tanya Galih lagi, mengulang pertanyaannya yang tadi.

__ADS_1


"Oh,,, itu. Tadi mas Herman mengucapkan selamat untuk Arumi. Karena Arumi mau menikah, itu saja. " Jawab Arumi berbohong.


"Ya sudah kalau itu saja. Yang jelas mas Galih tidak mau kalau kamu di apa-apakan oleh Herman lagi. Kejadian masa lalu yang dilakukan nya,sudah cukup membuat mas marah. " Ucap Galih dengan raut wajah sedihnya.


"Seharusnya mas melindungimu Arumi,tapi apa yang mas lakukan...? Mas hanya bisa diam saja melihatmu menderita. Maafkan mas Arumi,mas bukanlah mas yang baik. Hiks... hiks... hiks... " Ucap Galih kemudian sembari menangis.


Mendengar ucapan dari Galih, semakin membuat pikiran Arumi bimbang. Dia menjadi ragu dengan apa yang akan dia lakukan.


"Kenapa malah menjadi seperti ini,apa yang seharusnya aku lakukan...? " Seru Arumi dalam hati.


Arumi meraih tangan Galih,kemudian menggenggamnya dengan erat dan berkata.


"Bagi Arumi,mas Galih adalah kakak terbaik Arumi. Mas Galih selalu menjaga dan menyayangi Arumi lebih dari apa pun. " Jawab Arumi.


"Apa mas Galih tahu,..? Ucap Arumi.


Sedangkan Galih menggelengkan kepala nya.


" Arumi adalah adik paling beruntung di dunia ini, karena memiliki kakak sebaik mas Galih."Ucap Arumi lagi sembari tersenyum.


Galih menatap lekat wajah Arumi dan kemudian memeluk adiknya.

__ADS_1


"Terima kasih telah memberi mas kesempatan untuk menjadi kakak terbaik untukmu.Terima kasih.... " Seru Galih.


Arumi pun menganggukkan kepalanya dan memeluk sang kakak. Begitu juga dengan Galih.


__ADS_2