
Bu Darnia maupun Hong Han Na bercengkraman layaknya orang yang sudah saling mengenal lama. Mereka bercerita tentang banyak hal mengenai kehidupan mereka masing-masing. Tak kurung waktu lama,datanglah Han Tae Tsu dan juga Arumi. Arumi turun dari mobil, disusul dengan Han Tae Tsu di belakangnya. Mereka berjalan beriringan menuju rumah Arumi.
Belum sempat Arumi mengucapkan salam,bu Darnia sudah terlebih dahulu memanggil nama Arumi.
"Arumi...!? " Sapa bu Darnia dengan wajah sendu yang di buat-buatnya. Pasalnya bu Darnia tidak lah begitu suka dengan Arumi,karena wajah Arumi mengingatkan nya kepada seseorang yang begitu dia benci. Seseorang yang membuat hidupnya hancur dan terpuruk.
Arumi memang anak kandung dari bu Darnia,dirinya adalah anak satu-satunya perempuan di keluarganya. Namun kelahiran Arumi,tidaklah di inginkan. Sebab Arumi adalah anak dari hubungan gelap bu Darnia dengan seorang lelaki asing, keturunan dari Tionghoa. Lelaki itu tidak bertanggung jawab, setelah mengetahui bahwa bu Darnia mengandung. Lelaki tersebut malah pergi kembali ke negaranya, dan menghilang tanpa kabar sampai sekarang.
Setelah Bu Darnia menikah dengan pak Warsito,beberapa bulan kemudian dirinya mengandung putra pertamanya yaitu Galih. Mulanya kehidupan pernikahan mereka biasa-biasa saja, selayaknya pasangan suami istri lainnya. Namun setelah berjalan tiga tahun,pak Warsito di pecat dari pekerjaannya yang berada di kota Jakarta. Dari situlah pernikahan mereka mulai goyah. Secara drastis perekonomian mereka bermasalah. Hanya ada pertengkaran di antara mereka. Hingga membuat bu Darnia meninggalkan pak Warsito dan beralih cinta dengan seorang lelaki keturunan Tionghoa.Dengan janji-janji manisnya lelaki tersebut memberikan iming-iming kepada bu Darnia dengan menjamin hidup lebih baik lagi. Namun semua tinggallah janji manis belaka, setelah lelaki Tionghoa tersebut mendapatkan apa yang dirinya inginkan dari bu Darnia. Lelaki tersebut pun malah meninggalkan bu Darnia dengan keadaan hamil. Untunglah pak Warsito masih mau menerima bu Darnia kembali,dan dengan ikhlas menerima keadaan bu Darnia yang sedang mengandung dengan lelaki lain. Sebab itulah bu Darnia sangat membenci Arumi, walaupun Arumi adalah darah dagingnya sendiri.
Berbeda dengan pak Warsito yang sangat menyayangi Arumi, walaupun dirinya tahu kalau Arumi bukanlah darah dagingnya sendiri. Pak Warsito tidak pernah membedakan antara Galih dengan Arumi. Bagi pak Warsito mereka berdua sama saja,sama-sama anaknya.
Arumi pun berjalan ke arah bu Darnia.
"Ibu, " Sapa Arumi sembari mencium punggung belakang tangan bu Darnia.
Bu Darnia pun tersenyum lembut menanggapi sikap Arumi.
Setelah itu, Arumi menghampiri Hong Han Na dan melakukan hal yang sama seperti dirinya memperlakukan bu Darnia tadi. Hal yang sama juga dilakukan oleh Han Tae Tsu. Dan semua itu membuat Hong Han Na tersenyum lembut.
"Perkenalkan ibu, ini Han Tae Tsu. Putra semata wayang saya, yang akan menikahi Arumi putri ibu. " Terang Hong Han Na kepada bu Darnia.
"Iya nyonya, " Jawab bu Darnia.
Namun hal itu membuat Hong Han Na tidak nyaman, Hong Han Na pun berkata.
"Jangan panggil saya nyonya, panggil saja saya, eemmm" Sejenak Hong Han Na berpikir.
Lalu kemudian dirinya pun berkata,
__ADS_1
"Bagaimana kalau panggil jeng saja, saya rasa hal itu cukup enak di dengarnya. " Ucap Hong Han Na.
Bu Darnia pun setuju dengan usulan dari Hong Han Na. Mereka pun sepakat memanggil satu sama lain dengan panggilan jeng.
Tidak lama kemudian, pak Warsito dan anggota keluarga lain pun datang. Mereka mengenalkan diri mereka masing-masing kepada keluarga Han Tae Tsu. Kesepakatan pun di mulai, antara keluarga Han Tae Tsu dengan keluarga Arumi. Akhirnya mereka pun mendapatkan hasil.
Sesuai dengan kesepakatan bersama, pernikahan Arumi dan Han Tae Tsu akan dilangsungkan di tiga tempat. Yang pertama akan di langsungkan di rumah Arumi. Menggunakan adat istiadat di daerah Arumi, yaitu adat istiadat Jawa Tengah. Yang kedua akan dilangsungkan di kediaman Han Tae Tsu sendiri di kota Jakarta dengan adat istiadat Jawa Barat, mengikuti adat almarhum sang ayah.Dan yang ketiga akan di langsungkan di negara asal Hong Han Na, yaitu di Negeri Gingseng Korea Selatan.
Dan juga,sudah di putuskan pernikahan Arumi dengan Han Tae Tsu akan di langsungkan satu minggu lagi, di mulai dari rumah Arumi.
Han Tae Tsu dan Hong Han Na pun kembali ke rumah utama atau rumah Herman beserta Herman maupun Park Lee Min. Mereka mulai mempersiapkan persiapan untuk acara pernikahan Han Tae Tsu dengan Arumi. Sedangkan Arumi di tinggal di rumahnya.
Setelah kepergian keluarga Han.
"Arumi,akhirnya kamu kembali lagi di rumah ini.Kakak suka melihatnya,kakak berharap pernikahanmu kali ini langgeng sampai kakek nenek. " Ucap Ayu, kakak ipar Arumi.Sembari tersenyum lembut.
"Terima kasih Kak Ayu, atas doa nya. "Jawab Arumi.
" Iya kak, "Jawab Arumi.
Ayu berlalu pergi dari sana. Dan tinggallah Arumi seorang diri. Dan datanglah Galih sang kakak, dari arah depan.
" Arumi,bagaimana dengan kabarmu sekarang...?Kakak tak pernah membayangkan kamu bakal menikah dengan orang Korea. Bagaimana kamu bisa mengenal lelaki itu..?? "Tanya Galih kepada adiknya,Arumi.
" Semua tak terduga kak,semua terjadi begitu saja. "Jawab Arumi.
" Kakak berharap yang terbaik untukmu Arumi,semoga pernikahanmu kali ini langgeng sampai maut memisahkan kalian. "Kata Galih kepada adiknya.
" Terima kasih Kak Galih,terimakasih."Jawab Arumi sembari meneteskan air mata dari kedua kelopak matanya.
__ADS_1
Arumi memeluk sang kakak.
Tiba-tiba bu Darnia bersuara.
"Sudah-sudah, apa yang kalian lakukan. Baru beberapa bulan saja tidak bertemu sudah pake acara peluk-pelukan.Galih, mana istrimu...? " Ucap Bu Darnia dengan nada suara ketus.
"Dia ada di belakang bu." Jawab Galih dengan asal.
"Tolong panggilkan dia, ibu mau berbicara dengannya. " Ucap bu Darnia dengan nada suara ketus.
"Baiklah bu. " Jawab Galih patuh.
Galih memang tidak pernah membantah ucapan dari bu Darnia. Karena dirinya tidak mau memperpanjang masalah.Lagi pula, ucapan bu Darnia tidak bisa dibantah. Itulah sebabnya Galih selalu patuh pada ibunya.
Galih pun berlalu pergi, tinggallah bu Darnia dan Arumi. Bu Darnia menatap Arumi dengan sengit, dan berkata.
"Dan kamu Arumi,ibu ingin berbicara denganmu sebentar,ikuti ibu...! " Ucap bu Darnia dengan nada suara datar.
Arumi pun menganggukkan kepalanya dan mengekor di belakang bu Darnia.
Sampailah mereka di tempat yang dituju.
"Arumi...! " Ucap bu Darnia dengan nada suara ketus.
"Iya ibu," Jawab Arumi patuh.
"Kali ini,ibu tidak ingin kamu mengulangi lagi kesalahanmu.Jangan sampai kejadian masa lalu terulang kembali. Ibu tidak ingin, pernikahanmu kali gagal. Seperti pernikahanmu yang lalu. Kamu tahu itu..? " Ucap bu Darnia.
"Iya bu, " Jawab Arumi.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu,bersihkan dirimu dan istirahatlah. " Ucap bu Darnia kemudian.