DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 45


__ADS_3

Setelah mereka sampai di dapur, pak Warsito mendekati bu Darnia lalu bertanya.


"Ibu, ayah mau tanya sesuatu.! " Ucap pak Warsito mengawali ucapannya.


"Mau tanya apa pak...?? " Sahut bu Darnia sembari memindahkan barang-barang itu dari kantong plastik ke tempat nya yang sudah tersedia.


"Ibu dapat uang dari mana...?? " Tanya pak Warsito tegas.


"Uang...? " Kata bu Darnia.


"Ya, uang dari mana yang ibu buat belanja ini...?! " Ulang pak Warsito.


"Oh... iya Ibu lupa mengatakannya.Calon besan kitalah yang memberinya. " Jawab bu Darnia tanpa malu.


"Dan lagi satu hal pak, mereka memberi uangnya dalam jumlah yang begitu banyak. " Ucap bu Darnia lagi.


"Maksud ibu...? berapa...? " Sahut pak Warsito.


"Dua ratus juta rupiah pak,kagetkan...? Ibu sendiri juga kaget kok. " Ujar bu Darnia dengan tersenyum bahagia.


"Banyak sekali bu,dan untuk apa uang tersebut bu...? Kenapa keluarga Han Tae Tsu memberikan kita uang yang begitu banyak...? " Tanya pak Warsito dengan beruntun.


"Ya mana ibu tahu pak,kata jeng Hong Han Na. Uang ini memang untuk keluarga kita. Atau mungkin saja, untuk persiapan pernikahan Arumi...? " Jawab bu Darnia kepada pak Warsito.


"Mungkin saja bu,ya sudah. Sebaiknya dari sekarang Ibu berhati-hati memakai nya. Karena uang ini amanah bu. " Ucap pak Warsito mengingatkan bu Darnia.


"Iya Pak, " Jawab bu Darnia.


"Dimana Arumi bu...? " Tanya pak Warsito, sembari mencari keberadaan Arumi.


"Mungkin di kamarnya, pak. " Sahut bu Darnia.


"Ya mungkin saja. " Ucap pak Warsito.


"Ayu...! kemana anak itu,di tinggal ke pasar kok malah rumah belum di bersihkan...! Omel bu Darnia karena melihat keadaan rumah masih berantakan.


" Pak, tolong panggilkan Ayu.! "Ucap bu Darnia.


Tanpa menjawab ucapan bu Darnia pak Warsito pun berlalu pergi mencari Ayu. Belum sempat pak Warsito mengetuk pintu kamar Ayu, yang dicari sudah muncul duluan.


" Cekrek... "(Bunyi suara pintu dibuka).


Ayu yang mendapati ayah mertuanya berada di depan pintu kamarnya pun bertanya.


" Ada apa, ayah...? " Tanya Ayu kepada pak Warsito, ayah mertuanya.


"Kamu di cari ibumu.! " Ucap pak Warsito.


"Iya ayah. " Jawab Ayu.

__ADS_1


"Ya sudah, cepat kesana...! Sebelum ibumu mengomel. " Perintah pak Warsito kepada Ayu.


"Iya ayah. " Jawab Ayu dengan tersenyum.


Di tempat lain.


"Saya tidak mau tahu,pokoknya cari cara untuk membatalkan pernikahan itu...!! " Ucap Herman kepada lawan bicaranya lewat telepon.


"Saya akan membayar berapapun jumlah nya. " Ucap nya lagi.


"Ya, saya tunggu kabar baik darimu...! " Ucap Herman kemudian menutup panggilannya.


"Aku harus berusaha lebih keras lagi. Dan jangan sampai Arumi menikah dengan Han Tae Tsu. Bagaimana pun caranya, aku harus menggagalkan pernikahan ini. Sebab aku tidak mau kalau Arumi menjadi milik orang. Karena Arumi hanyalah milikku seorang. " Ucap Herman kepada dirinya sendiri.


"Andai saja wanita ular itu tidak berbuat tingkah, pasti sekarang Arumi masih menjadi milikku. " Ucap Herman kemudian.


Dan tanpa Herman ketahui,ada sepasang telinga yang mendengar ucapannya.


"Sudah aku peringatkan,tapi kamu masih saja nekat. Kamu belum tahu, kamu berhadapan dengan siapa Herman. " Ucap seseorang itu.


Orang itu tidak lain adalah Hong Han Na. Hong Han Na kemudian mengambil benda pipih yang ada di saku celananya. Dia pun menghubungi seseorang.


"Awasi Herman sampai pernikahan Arumi dengan Han Tae Tsu selesai. Dan cari tahu siapa saja orang suruhannya. Tangkap mereka kalau perlu, dan beri mereka pelajaran. " Ucap Hong Han Na memberikan perintah kepada seseorang di balik telepon.


Setelahnya Hong Han Na pun menutup panggilannya, dan pergi dari sana.


"Tuan muda, ini ada beberapa proposal yang perlu Anda tanda tangani. " Ucap Park Lee Min dengan menyodorkan beberapa proposal kepada Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu yang tengah sibuk dengan laptop nya pun mendongakkan kepalanya.


Dan menerima proposal tersebut,dengan teliti Han Tae Tsu membacanya. Dan setelah itu, barulah dirinya menandatangani nya. Setelah selesai menandatangani proposal tersebut, Han Tae Tsu pun kembali memberikan nya kepada Park Lee Min. Park Lee min menerima nya dan kembali menyimpannya.


Han Tae Tsu pun sudah selesai dengan pekerjaannya.


"Tuan Park, dimana mama...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee min.


"Tadi nyonya besar ada di teras samping,tuan. " Jawab Park Lee Min.


"Aku mau menyusulnya. " Jawab Han Tae Tsu.


"Tuan Park,tolong buatkan aku secangkir teh manis. " Ucap Han Tae Tsu kemudian.


"Buatkan juga untuk mama. " Ucap Han Tae Tsu lagi.


"Baik tuan. " Jawab Park Lee Min.


"Nanti tolong antarkan ke teras samping rumah, tuan Park. " Ucap Han Tae Tsu lagi.


"Baik tuan. " Jawab Park Lee Min.

__ADS_1


Park Lee Min pun berlalu pergi.


Han Tae Tsu menghampiri sang mama di teras samping rumah. Dirinya melihat kalau mama nya tengah sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


"Mama...! " Ucap Han Tae Tsu.


"Ya, ada apa nak...? " Tanya Hong Han Na kepada putra semata wayangnya.


"Apa yang mama tengah kerjakan...? " Jawab Han Tae Tsu berbalik tanya.


"Ini, mama tengah mempersiapkan persiapan untuk pernikahanmu nak. " Jawab Hong Han Na.


"Kenapa tidak menyuruh orang saja ma...? " Kata Han Tae Tsu.


"Sebenarnya mama ingin,tapi kan ini spesial nak...? Mama ingin turun langsung sendiri mengerjakannya. " Terang Hong Han Na.


"Baiklah, terserah mama saja. " Jawab Han Tae Tsu menyerah.


"Kamu tidak tahu nak,kalau tidak mama kerjakan sendiri.Sudah pasti pernikahanmu akan gagal. Karena ada seseorang yang ingin menggagalkan pernikahanmu. " Batin Hong Han Na.


Park Lee Min pun datang dengan membawakan dua cangkir teh ditangan nya.


"Ini tehnya tuan, nyonya. " Ucap Park Lee Min sembari meletakkan dua cangkir teh di atas meja.


"Ya tuan Park, terima kasih. " Ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


"Terima kasih tuan Park. " Ucap Hong Han Na kemudian.


Tuan Park Lee Min pun berpamitan untuk pergi dari sana.


Tinggallah ibu dengan anaknya, mereka bercanda gurau bersama.Hal yang sangat begitu rawan mereka lakukan bersama,karena kesibukan mereka masing-masing.


"Baru kali saya melihat, tuan muda dan nyonya besar bercanda gurau bersama setelah sekian lama berlalu. Terakhir kali saya melihatnya, waktu tuan besar masih ada. Itupun sudah lama sekali. " Ucap Park Lee Min kepada Herman yang berdiri di sampingnya.


Sedangkan Herman hanya menanggapinya dengan anggukan.


Di tempat lain, di rumah Arumi.


Galih yang baru bangun tidur kaget karena dirumahnya sedang banyak orang. Kebetulan hari ini, hari libur. Galih mencari istrinya, Ayu. Setelah mendapati istrinya, Galih bertanya.


"Ada apa ini, kenapa rumah kita ramai sekali...? " Tanya Galih bingung.


"Mas ini bagaimana,jelas saja rumah kita ramai mas. Namanya juga mau punya hajat. " Jawab sang istri.


"Hajat apa dek...? " Tanya Galih lagi, karena masih di bawa alam sadarnya sebab baru bangun tidur.


"Mas ini lupa, apa pura-pura lupa...! Arumi kan mau menikah seminggu lagi mas...!? " Ucap Ayu sedikit geram.


"Oh... iya, ya. Baru ingat aku, hehe... " Sahut Galih dengan cengengesan.

__ADS_1


__ADS_2