
"Tok... tok... tok... " ( ketukan pintu).
"Ya, " Sahut Arumi dari dalam kamar.
"Permisi nona,anda ditunggu tuan Han di meja makan. " Ucap bu Rida dari luar pintu.
Tanpa menjawab Arumi pun membukakan pintu.
"Cekrek... " ( Suara pintu dibuka).
"Iya bu Rida,sebentar."Ucap Arumi dengan tersenyum.
Bu Rida pun menjawabnya dengan senyuman pula.
Arumi pun keluar dari dalam kamar menuju ruang makan. Namun dia tidak tahu, dimana letak ruang makannya.
" Dimana ruang makannya, "Seru Arumi dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari letak ruang makan berada.
" Rumahnya terlalu luas, huuuf... "Ucap Arumi pelan.
Karena tidak memperhatikan jalan,Arumi pun menabrak seseorang.
" Braakk... "(Auuuh). Seru orang yang di tabrak oleh Arumi,karena dirinya terjatuh tersungkur.
Arumi pun segera menolong orang tersebut.
" Ma... ma... maafkan saya, saya benar-benar tidak melihat kalau ada orang di depan saya. "Ucap Arumi meminta maaf.
Namun orang tersebut hanya diam saja tanpa berniat berbicara sepatah kata apa pun.
Arumi berusaha menolong orang tersebut, namun tangannya di tepis oleh orang tersebut.
" Singkirkan tangan kotormu itu...!! "Ucap orang tersebut yang tidak lain adalah Donna.
Arumi sempat kaget mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Donna.
" Ka... kamu...!?? "Ucap Arumi terkejut,melihat Donna.
" Apa...!! "Bentak Donna dengan memelototkan matanya.
Donna pun berusaha berdiri sendiri.Sedangkan Arumi terdiam membisu membayangkan kejahatan-kejahatan yang di perbuat oleh Donna pada dirinya.
" Apa yang kamu lakukan di rumahku hah...!! "Ucap Donna dengan nada bicara membentak.
" I... I... ini rumahmu...? "Ucap Arumi dengan gugup, karena teringat masa lalunya.
" Ya,kenapa hah...!! "Ucap Donna dengan sombong.
Donna pun berjalan mendekati Arumi, dan tanpa permisi ia menarik lengan Arumi dengan kasar, dan menyeretnya.
" A... a.. apa yang kamu lakukan Donna,"Ucap Arumi.
__ADS_1
"Lepaskan Donna, sa... sakit... " Ucap Arumi lagi.
Bukannya melepaskan lengan Arumi,Donna malah semakin erat memegang lengan Arumi. Donna tidak perduli dengan teriakkan Arumi. Tidak cukup menarik lengan Arumi, Donna juga menjambak rambut Arumi dengan kuat dan tanpa ampun.
Arumi pun merasakan sakit yang luar biasa,sampai-sampai ia meneteskan air mata.
"Sa... sakit Donna, am... ampun... hiks... hiks... hiks... " Keluh Arumi sembari menangis.
"Siapa suruh kau masuk ke dalam rumahku. " Ucap Donna dengan wajah garang.
"Ma... ma... maafkan aku Donna,a... a... aku tidak tahu kalau ini rumahmu. Dan aku tidak tahu kalau tuan Han adalah kerabatmu... hiks...hiks...hiks..." Kata Arumi sembari menangis tersedu-sedu.
Mendengar ucapan Arumi yang menyebut nama Han Tae Tsu, Donna pun berhenti sejenak.
"Tuan Han...?? Kau mengenal tuan Han,Arumi...?! " Ucap Donna dengan penuh menyelidik.
Belum sempat Arumi menjadi, tiba-tiba terdengar suara bariton dari Han Tae Tsu.
"Ya,sangat mengenalnya. " Ucap Han Tae Tsu dengan nada suara datar. Wajah Han Tae Tsu nampak terlihat marah melihat Arumi di perlakuan demikian oleh Donna.
"Tu... tu... tuan muda Han. " Jawab Donna dengan nada suara terbata-bata.
Dirinya pun melepaskan tangannya dari tubuh Arumi.
"Apa yang kamu lakukan pada dirinya...!? " Ucap Han Tae Tsu sembari menunjukkan jarinya ke arah Arumi.
"Dia hanya seorang pengemis yang masuk tanpa permisi tuan muda, saya akan mengusirnya dari sini. " Jawab Donna enteng tanpa rasa bersalah sama sekali dan kembali menarik lengan Arumi dengan kasarnya.
"Nak, " Ucap bu Rida kepada Donna yang baru datang.
Namun dengan segera Han Tae Tsu memberinya kode untuk diam.Bu Rida pun patuh dan kemudian terdiam.
"Ibu diam saja,apa ibu tahu...? Wanita inilah yang selalu membuat Donna marah sepulang sekolah.Dia selalu menjadi pesaing Donna di sekolah dulu waktu Donna SMA. Setiap lelaki yang Donna dekati, mereka malah mendekati wanita ini. " Terang Donna kepada ibunya.
"Nak, " Ucap pak Aji ingin bicara juga. Namun niatnya dihentikan juga oleh Han Tae Tsu.
"Apa salah dia kepadamu Donna...? Bukankah kamu bilang kalau dia hanya seorang pengemis yang masuk ke dalam rumah tanpa permisi...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Donna.
"Tapi kenapa kamu seakan sangat membencinya...? " Tanya Han Tae Tsu lagi kepada Donna.
Donna tidak bisa berkata apa-apa lagi,"Tuan muda, dia ini... "Belum selesai Donna menjawab ucapan dari Han Tae Tsu, namun Han Tae Tsu malah memotong ucapannya.
" Dia cantik,dia baik hati dan dia menarik. "Puji Han Tae Tsu kepada Arumi.
" Tuan. "Ucap Arumi ingin menyela.
Namun dihentikan oleh Donna.
" Diam kamu..! "Bentak Donna.
Han Tae Tsu pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Cukup Donna,jangan sekali-kali kamu membentaknya...!! "Ucap Han Tae Tsu dengan nada dingin.
" Ta... ta.. tapi tuan...?? "Sahut Donna bingung.
" Bu Rida,pak Aji tolong kalian tangani anak kalian...!! "Perintah Han Tae Tsu kepada pasangan suami istri tersebut.
" Baik tuan. "Jawab bu Rida dan pak Aji.
Pak Aji dan bu Rida pun menghampiri Donna.
" Ayo nak, ikut ibu. "Ucap bu Rida kepada Donna.
" Ibu, "Seru Donna protes,namun malah mendapat tatapan tajam dari pak Aji.
Donna pun menundukkan kepalanya dan mengikuti kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Donna pun menghampiri Arumi.
" Maafkan anak kami nona Arumi,"Ucap bu Rida kepada Arumi.
"Iya non,maafkan anak kami. " Timpal pak Aji menimpali ucapan bu Rida.
Arumi hanya menganggukkan kepalanya saja, sembari tersenyum lembut.
Mendengar ucapan kedua orang tuanya, Donna pun merasa heran dan kesal.
"Bapak, ibu apa yang kalian lakukan...? Untuk apa kalian meminta maaf kepada wanita ini...? " Sergah Donna tidak terima.
"Diam kamu.! " Bentak pak Aji kepada putrinya itu.
"Apa kamu tahu siapa dia...? Dia adalah tunangan tuan muda. " Ucap pak Aji lagi.
"A... a... apa...? " Sahut Donna dengan kaget.
Setelah permisi dari sana, pak Aji dan bu Rida membawa Donna ke rumah belakang.
Setelah kepergian mereka bertiga dari sana. Barulah Han Tae Tsu mendekati Arumi.
"Apa kamu baik-baik saja...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Arumi.
Arumi hanya menganggukkan kepalanya saja sembari tersenyum lembut.
"Lihatlah dirimu, berantakan sekali. " Ucap Han Tae Tsu lagi.
Di rumah Arumi...
"Kemana Arumi pergi,kenapa teleponnya mati. " Seru bu Darnia, yang tengah duduk di teras depan rumah.
Tak berselang waktu lama datanglah Park Lee Min, dengan mengendarai mobil.
Dirinya turun dari mobil dan masuk ke rumah Arumi.
__ADS_1
"Permisi bu Darnia,maaf kalau kedatangan saya terlalu larut malam. Saya mau menyampaikan kalau nona Arumi tidak bisa pulang malam ini. Nona Arumi menginap di rumah kami malam ini. " Terang Park Lee Min kepada bu Darnia. Setelahnya Park Lee Min pun berpamitan untuk pulang, tanpa lama-lama disana. Mengingat hari sudah larut malam.