DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
Episode 29


__ADS_3

"Aku tahu,anak nakal itu pasti mencarinya. Untung saja aku bisa bertindak lebih cepat darinya,hihihi.... Aku mau tahu,bagaimana reaksinya tanpa melihat Arumi yang jelas berada satu atap dengannya. " batin Hong Han Na, sembari sedari tadi senyum-senyum sendiri.


Hong Han Na pun menatap bu Nita dengan penuh isyarat. Dan tatapan itu dibalas bu Nita dengan anggukkan.


Setelah nya bu Nita pun pergi meninggalkan ruang makan tersebut.


Kini bu Nita sudah berada di kamar Arumi. Dirinya melihat Arumi yang sudah siap dengan memakai dress yang tadi dirinya kasih, karena pintu terbuka sedikit.


Bu Nita pun mengetuk pintu kamar Arumi.


tok... tok... tookkk.... bunyi ketukan pintu kamar Arumi.


Arumi yang mendengar nya pun secara langsung melihat ke arah pintu,siapa yang datang.


"Bu Nita, maaf Arumi lama ya. Nyonya besar dan tuan muda apa menanyakan saya. " ucap Arumi tidak enak hati.


Sedangkan bu Nita dirinya malah tersenyum lembut,dan berjalan ke arah Arumi.


"tidak,kamu tidak lama kok. Mereka belum mau makan. Sebaiknya kamu pakailah ini...! " ucap bu Nita dengan tersenyum sembari memberikan perlengkapan alat make up kepada Arumi.


Arumi pun menerima nya, dan merasa agak bingung. Pasalnya dirinya tidak bisa memakai peralatan make up tersebut. Arumi memang tidak pernah memakai riasan di wajahnya. Baginya tidak terlalu penting untuk memakai riasan di wajahnya. Karena tanpa riasan pun Arumi sudah terlihat cantik.

__ADS_1


"maaf bu,ini untuk apa...? " tanya Arumi memberanikan diri untuk bertanya kepada bu Nita.


Bu Nita pun mengulas senyuman nya, dan berkata. "itu untuk kamu Rumi,sini biar ibu bantu memakainya." jawab bu Nita sembari tersenyum lembut dan ramah.


Dengan keahliannya,bu Nita memperlihatkan maha karya nya pada riasan di wajah Arumi. Ya walaupun dirinya hanya menambahkan sedikit polesan-polesan di wajah Arumi.Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja, bu Nita pun telah selesai.


"cantik." batin bu Nita dalam hati.


"yuk ikuti ibu...! " ajak bu Nita sembari tersenyum lembut.


Arumi pun mengikuti bu Nita. Tanpa melihat riasan make up di wajahnya. Dan saat Arumi sudah sampai di ruang makan,semua mata tertuju memandang nya.


Dan dengan spontan Han Tae Tsu berucap.


Hong Han Na menyembunyikan senyum bahagianya.


"cantik...?? siapa yang kamu maksud Han...? " tanya Hong Han Na kepada putra semata wayangnya itu. Walaupun dia tahu kalau putranya memuji Arumi.


"a... apa mah...Han tadi memang nya bilang apa...? " jawab Han Tae Tsu gagap.


Hong Han Na pun tersenyum lembut kepada putra semata wayangnya itu.

__ADS_1


"sudahlah, mari kita makan. Mama sudah gak sabar mau mencicipi masakan calon menantu mama. " kata Hong Han Na dengan tersenyum bahagia.


Han Tae Tsu yang mendengar nya pun segera angkat bicara.


"masakan calon menantu mama...? " tanya Han Tae Tsu sembari menaikan salah satu alisnya.


"ops... emang nya tadi mama bilang apa...? " tanya Hong Han Na balik kepada putra semata wayangnya itu.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari mama nya, Han Tae Tsu malah lebih memilih melirik ke arah Park Lee Min yang sedari tadi hanya diam saja. Tatapan Han Tae Tsu mengisyaratkan akan sesuatu hal yang perlu dijawab oleh Park Lee Min.


Sedangkan Park Lee Min, alih-alih menjawab pertanyaan itu. Dirinya malah membuang muka ke arah yang lain,atau lebih tepatnya menatap Arumi.Sumber pembawa keributan masalah ini.


"Park Lee Min, bu Nita dan kamu sayang,mari ikut sekalian makan. Aku tidak enak jika melihat kalian hanya berdiri disana,sedangkan kami makan disini. " ucap Hong Han Na, dengan tersenyum lembut ke arah mereka bertiga. Ya,hanya mereka bertiga lah yang berada disana. Sedangkan para asisten rumah tangga lain, mereka sedang beristirahat.


Arumi yang sedari tadi masih dalam mode kebingungan nya,dirinya hanya terdiam mematung. Hong Han Na yang melihat nya segera berinisiatif untuk menghampiri Arumi.


"sayang... sini duduk dekat Han. " ucap Hong Han Na lembut kepada Arumi.


Rasanya Han Tae Tsu ingin protes, namun dirinya urungkan. Pasalnya dia tidak bisa menolak permintaan mama tercinta nya itu.Karena bila itu terjadi, sudah dia pastikan kalau mama nya akan mengomelinya tanpa henti-henti.


"apa yang mama lakukan...? masak iya aku mau dijodohkan dengan seorang pembantu. " seru Han Tae Tsu dalam hati.

__ADS_1


"terserah lah dengan siapa mama akan menjodohkan aku, bukankah aku bisa menolak nya dengan caraku. " pikir Han Tae Tsu.


Mereka pun menyantap makanan tersebut, dalam diam. Dan hanya suara Hong Han Na lah yang menggema disana, yang sesekali di ikuti suara jawaban dari Arumi yang singkat.


__ADS_2