DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 52


__ADS_3

Keesokan pagi harinya, Arumi sudah terbangun dari tidur pulasnya. Dirinya merasa lebih segar dari kemarin. Tidak lupa Arumi menjalankan ibadah lima waktunya, mengingat dirinya muslim. Setelah menjalankan ibadah sholat lima waktu. Arumi pun keluar dari kamarnya dan hendak mencari bu Rida untuk membantu sesuatu pekerjaan yang bisa dirinya bantu.


"Bu Rida belum ke sini,apa aku sebaiknya menyusul dia saja...? " Ucap Arumi kepada dirinya sendiri.


"Akan tetapi, apakah sopan aku kesana... mengingat hari masih sangat pagi. " Ucap Arumi lagi.


Arumi pun melihat benda yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Baru pukul empat tiga puluh menit. " Ucap Arumi setelah melihat jam yang dirinya pakai.


"Sebaiknya aku tunggu saja dia ke sini,baru setelah itu aku menawarkan diri untuk bantu-bantu. " Ucap Arumi kemudian pada dirinya sendiri, dan memutuskan untuk menunggu bu Rida di dapur.


Tak selang lama Han Tae Tsu ke luar dari kamarnya,terlihat Han Tae Tsu membawa tempat air kosong dan sebuah gelas kosong pula. Arumi yang melihatnya pun bertanya.


"Apa tuan membutuhkan sesuatu...? " Tanya Arumi kepada Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu yang baru sadar jika disana ada Arumi pun sedikit terkejut.


"Apa yang kamu lakukan sepagi ini disini...? " Tanya balik Han Tae Tsu yang terlihat kaget.


"Saya mau membantu bu Rida tuan, tapi ternyata bu Rida nya belum datang. " Jawab Arumi dengan polosnya.


"Sepagi ini...?? " Tanya Han Tae Tsu kemudian.


Arumi pun menganggukkan kepalanya.


"Hufff... " Han Tae Tsu membuang nafasnya asal.


Yang membuat Arumi bingung.


"Kenapa tuan...? " Tanya Arumi lagi.


"Sebaiknya kamu kembali lagi ke dalam kamarmu....!Hari masih terlalu pagi Arumi. " Ucap Han Tae Tsu dengan nada kesal.


"Tuan,bukankah hari sudah pagi...? Kenapa saya harus kembali lagi ke dalam kamar...? " Jawab Arumi protes.


Han Tae Tsu pun menyerah, karena menghadapi wanita baginya tidak ada habisnya.


"Baiklah terserah kamu. Kamu inginkan pekerjaan bukan...? " Ucap Han Tae Tsu.


Arumi pun menganggukkan kepalanya.


"Tolong isikan teko ini, setelahnya tolong antarkan ke kamar saya. " Ucap Han Tae Tsu kemudian.


"Baik tuan. " Jawab Arumi dengan senang hati, dan tidak lupa dirinya tersenyum lembut.


Han Tae Tsu pun meninggalkan dapur dan masuk ke dalam kamarnya lagi.


Setelah mengisi teko air Han Tae Tsu, Arumi pun segera mengantarnya ke kamar Han Tae Tsu.


"Tok... tok... tok... " (Bunyi ketukan pintu yang dilakukan oleh Arumi).


"Masuk...! " Sahut Han Tae Tsu dari dalam kamar.


Dengan percaya diri Arumi pun masuk ke dalam kamar Han Tae Tsu.

__ADS_1


Cekreek...! "( Bunyi pintu kamar dibuka oleh Arumi).


Hal pertama yang Arumi lihat adalah sesuatu yang tidak pernah dirinya lihat sebelumnya. Arumi berteriak histeris melihat pemandangan yang tidak pernah dirinya lihat di depan mata.


" Aaargh...! "Teriak Arumi sembari menutup matanya dengan kedua tangannya.


Dengan gesit Han Tae Tsu pun menutup mulut Arumi dengan tangannya.


" Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu berteriak...? "Tanya Han Tae Tsu kepada Arumi dengan perasaan bingung.


Arumi masih saja menutup matanya dengan kedua tangannya.


" Tu... tu... tuan... sebaiknya pakailah baju tuan dulu...! "Ucap Arumi dengan nada suara bergetar.


Han Tae Tsu pun kemudian melihat pada dirinya sendiri.Kemudian menutupi tubuhnya dengan baju yang hendak dirinya pakai.


" Ma... maaf, "Ucap Han Tae Tsu kepada Arumi.


" Sudah, kamu bisa membuka kedua tanganmu...!"Perintah Han Tae Tsu kepada Arumi.


Arumi pun kemudian membuka matanya.


"Maaf tuan. " Ucap Arumi.


Han Tae Tsu pun menatap Arumi dengan lekat.


"Maaf untuk apa, Arumi...? " Tanya Han Tae Tsu kemudian.


"Maaf, karena tanpa sengaja saya melihat tuan Han bertelanjang dada. " Jawab Arumi dengan polosnya.


"Ini tuan, air nya. " Ucap Arumi sembari menyerahkan teko yang berisi air kepada Han Tae Tsu.


Tanpa menjawab Han Tae Tsu pun menerima teko tersebut.


"Tuan,ada lagi yang perlu saya bantu...? " Tawar Arumi.


"Tidak ada." Jawab Han Tae Tsu.


"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi dulu. " Jawab Arumi dan hendak keluar dari kamar Han Tae Tsu.Namun di cegah oleh Han Tae Tsu.


"Tunggu Arumi,..! " Ucap Han Tae Tsu menahan Arumi pergi.


Arumi pun berhenti dan menoleh kebelakang melihat Han Tae Tsu.


"Ya tuan, ada apa...? " Tanya Arumi.


"Sebaiknya kamu bersiap-siap,kita akan pulang sekarang...! " Ucap Han Tae Tsu kepada Arumi.


"Baik tuan. " Jawab Arumi singkat.


Arumi hendak melangkahkan kakinya ke luar,namun malah dihentikan lagi oleh Han Tae Tsu.


"Tunggu Arumi...! " Ucap Han Tae Tsu.


Arumi pun menoleh, "Ya tuan, ada apa lagi...? " Tanya Arumi kepada Han Tae Tsu.

__ADS_1


Han Tae Tsu pun berjalan ke arah Arumi,dan berkata. "Sebaiknya mulai sekarang jangan lagi panggil aku dengan sebutan tuan, Arumi. " Kata Han Tae Tsu kepada Arumi.


"Lalu saya harus sebut apa tuan...? " Tanya Arumi.


"Panggil aku sayang. " Perintah Han Tae Tsu kepada Arumi.


Namun hal ini membuat Arumi tidak nyaman dengan nama panggilan tersebut.


"Tuan... " Jawab Arumi yang sudah terlebih dahulu dipotong oleh Han Tae Tsu ucapannya.


"Aku tidak menerima penolakan, dan aku tidak mau di bantah. " Ucap Han Tae Tsu dengan nada suara dingin.


"Baiklah tuan, maksud saya sa... sayang. " Jawab Arumi kemudian.


Setelah itu barulah Han Tae Tsu memperbolehkan Arumi untuk pergi dari kamarnya.


Kini Arumi sudah berada di dalam kamarnya, dengan segera dirinya mempersiapkan diri untuk pulang.


Pada saat Arumi mempersiapkan diri, datanglah bu Rida.


"Permisi nona Arumi, bolehkah saya masuk...? " Ucap bu Rida kepada Arumi meminta izin untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Masuklah bu Rida, " Jawab Arumi dengan tersenyum lembut.


Bu Rida pun masuk ke dalam kamar Arumi.


"Silakan duduk bu Rida, " Ucap Arumi mempersilakan bu Rida untuk duduk di kursi yang ada sana.


"Terima kasih nona Arumi. " Jawab bu Rida sembari tersenyum.


Arumi pun membalasnya dengan senyuman.


"Sebelumnya saya minta maaf nona, atas perlakuan yang anak saya lakukan pada non Arumi. Dia belum dewasa dan tingkahnya masih sangat labil. " Ucap bu Rida kepada Arumi.


Arumi pun menganggukkan kepalanya, dan mendengarkan ucapan dari bu Rida.


"Saya minta maaf atas perlakuan anak saya yang telah berlalu dan yang sekarang nona. Maafkan saya, karena tidak bisa mendidik anak saya dengan baik. Saya terlalu memanjakannya, sampai-sampai dia menjadi seperti ini nona. Saya minta maaf,tolong maafkan saya nona Arumi... hiks... hiks... hiks... " Ucap bu Rida sembari menangis tersedu-sedu dengan berlutut di bawah kaki Arumi.


"Bu Rida, apa yang ibu lakukan...? " Seru Arumi, melihat bu Rida berlutut di bawah kakinya.


"Ayo bu, berdirilah...! " Perintah Arumi kepada bu Rida.Sembari membantu bu Rida untuk berdiri.


"Saya sudah memaafkannya bu, jadi bu Rida tidak perlu berbuat seperti ini kepada saya. " Terang Arumi kepada bu Rida.


"Terima kasih non Arumi, terima kasih. " Ucap bu Rida kemudian dengan tersenyum.


Arumi pun ikut tersenyum melihat ukiran senyuman di wajah bu Rida.


"Tapi nona, bagaimana dengan tuan muda Han...? Apakah dia bisa memaafkan Donna...? " Tanya bu Rida kemudian dengan wajah khawatir.


Arumi pun tersenyum, "Nanti saya akan berbicara dengannya bu Rida. " Ucap Arumi menenangkan kekhawatiran pada diri bu Rida.


"Iya nona, terima kasih. " Balas bu Rida.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona. " Pamit bu Rida pada Arumi.

__ADS_1


Arumi pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum lembut.


__ADS_2