
Kini Arumi tengah duduk di depan ruang UGD dengan berurai air mata.Dirinya menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani suaminya. Di depan nya duduk lah seorang wanita yang memandangi wajah nya dengan sinis, dialah bulek Tuti.
Bulek Tuti pun tengah sibuk dengan handphone milik nya. Nampak dirinya tengah menghubungi seseorang. Setelah mendapat jawaban dari sang penerima telepon, dirinya pun pergi menjauh dari Arumi.
"Jarwo, aku mau kamu menyembuhkan Herman. Karena Herman lah yang meminum ramuan itu. " Ucap bulek Tuti dengan suara pelan.
"maafkan aku Tuti,aku tidak bisa menyembuhkan nya. Karena aku kini berada di luar Jawa. " jawab Jarwo sang dukun.
"apa...?? " ucap Tuti terkejut.
"pokoknya saya tidak mau tau, kamu harus pulang Jarwo, kamu harus menyembuhkan nya. " ucap Tuti kemudian.
"aku tidak bisa Tuti, maafkan aku. " jawab Jarwo sang dukun.
"tidak aku tidak mau tau,aku akan menyuruh orang untuk menjemputmu Jarwo." ucap Tuti dengan amarahnya.
"maaf Tuti aku tidak bisa, karena sekarang ini nyawaku sedang terancam. " jawab Jarwo.
"aku akan menjamin keselamatanmu Jarwo jika kamu kembali ke Jawa. Tapi jika kamu tidak kembali, akulah yang akan membunuhmu Jarwo...! " ucap Tuti dengan mengancam.
"baiklah aku akan kembali, demi kamu Tuti. " jawab Jarwo dengan lesu.
"baiklah aku tunggu kedatanganmu,pastikan jangan sampai Herman mendapat masalah. " ucap bulek Tuti dan dengan segera menutup panggilannya. Tanpa dirinya sadari, sepasang telinga telah mendengar obrolan yang dirinya bicarakan,tidak lupa juga orang tersebut pun merekam nya.Dan dengan segera orang tersebut kembali ke tempat dirinya duduk semula dengan berpura-pura memainkan telepon genggam milik nya.
Keluarga Arumi pun datang untuk menjenguk Herman.Pak Warsito, bu Darnia,dan mas Galih kakak kandung Arumi,sedangkan kakak ipar Arumi sudah datang terlebih dahulu.Bersamaan dengan itu, datang lah tiga orang lelaki dewasa yang mengenakan seragam polisi. Mereka adalah polisi yang menerima laporan tentang percobaan pembunuhan terhadap Herman yang dilakukan oleh istri sah nya sendiri.
Arumi mendekati keluarga nya yang baru datang,dan berbaur dengan mereka. Di tengah isak tangis nya, tiba-tiba.
"permisi, apakah benar anda istri dari tuan Herman Purnomo...? " ucap salah satu seorang polisi yang juga baru datang.
"iya benar, saya istri tuan Herman. " jawab Arumi.
__ADS_1
"anda kami tahan, " ucap polisi tersebut tanpa rasa kasihan.
"a... apa...?, " jawab Arumi terkejut begitu juga dengan keluarga Arumi yang ada disana.
"ya, karena kamulah orang yang meracuni Herman...! " ucap bulek Tuti dengan lantang yang baru datang.
"sa... saya tidak tahu apa-apa bulek,sa... saya juga tidak pernah melakukannya. " jawab Arumi gugup.
"sudah pak tangkap saja dia...! lagian mana ada maling ngaku,kalau ada penjara pasti akan penuh. " ucap bulek Tuti dengan nada ketus.
"Sa... saya tidak melakukan apa-apa pak, tolong lepaskan saya. " ucap Arumi memohon.
"bulek Tuti, tolong saya. Saya benar-benar tidak melakukan apa-apa terhadap mas Herman. " ucap Arumi kemudian.
"ya, saya tau kalau kamu tidak melakukan apa-apa terhadap Herman. Akan tetapi kamu berusaha untuk meracuni saya bukan,namun malah Herman lah yang menjadi korban nya. Saya benar-benar menyesal membiarkan Herman menikahi kamu wanita ular. " ucap bulek Tuti dengan panjang kali lebar.
"mari ikut dengan kami,anda bisa menjelaskan nya di kantor polisi nanti. " ucap salah satu polisi.
"Arumi... hiks... hiks... hiks... " tangis ibu Arumi.
Setelah kepergian Arumi yang dibawa oleh para polisi. Bulek Tuti pun mengusir keluarga Arumi.
"kalian kenapa masih ada disini...! " bentak bulek Tuti kepada keluarga Arumi.
"kami ingin menjenguk Herman bu. " jawab pak Warsito ayah Arumi.
"menjenguk, hah... itu hanya alasan kalian saja. Saya tau semua apa yang kalian lakukan dan rencana kan. Ceraikan Herman, dan Arumi akan saya bebaskan atas tuduhan nya. " ucap bulek Tuti dengan sombong nya.
"kami tau kalau Arumi kami tidak bersalah, dan kami tau kalau anda yang berusaha menfitnah Arumi. "ucap Ayu yang baru datang.
" a... apa...? apa yang kamu bicarakan...! "ujar bulek Tuti dengan gugup.
__ADS_1
" dari mana dia tahu tentang ini. "guman bulek Tuti dalam hati.
Dokter pun datang, dan dirinya memanggil Arumi.
" nyonya Herman...?! "ucap sang dokter.
"maaf dokter, istri Herman sudah pergi. " jawab bulek Tuti.
"keluarga pasien, " ucap dokter itu lagi.
"ya saya dokter, " jawab bulek Tuti.
Sebelum pergi bulek Tuti pun menyempatkan diri untuk mengusir keluarga Arumi.
"pergilah, jika kalian tak ingin bernasib sama seperti Arumi. " bisik bulek Tuti di telinga bu Dania ibu Arumi.
"ibu ayo pergi,kita temui Arumi di kantor polisi. " ucap Galih.
Dengan sesenggukan bu Darnia dan keluarga pun meninggalkan rumah sakit dan menuju ke kantor polisi.
Di kantor polisi Ayu menunjukkan hasil rekaman video milik nya ke salah satu polisi yang menangani kasus Arumi. Dengan bukti itu pun Arumi di bebaskan tanpa syarat.
Di belahan dunia lain, tepat nya di Negeri Gingseng Korea Selatan.
"Park Lee Min.Sudahkah kamu mengurus semua kebutuhanku selama tinggal di Indonesia nanti...? " ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.
Park Lee Min pun berkata,
"sudah tuan, " jawab nya singkat.
"baguslah kalau begitu,karena aku tidak yakin kalau asisten mama menangani nya dengan benar. " ucap Han Tae Tsu.
__ADS_1
"tiga belas hari, kita akan berangkat ke Indonesia. " ucap Han Tae Tsu kemudian.
Park Lee Min yang mendengar nya pun hanya menganggukkan kepala nya.