
Herman sedang senyum-senyum sendiri di dalam mobil yang tengah dirinya kendarai.Dirinya sedang membayangkan jawaban apa yang akan Arumi berikan kepadanya.
"Aku yakin, Arumi akan memilih pergi denganku. Karena aku tahu, dia sangat menyayangi keluarganya. Bagi Arumi, kebahagiaan keluarganya adalah segala-galanya.Hahaha... " Ucap Herman kepada dirinya sendiri,sembari tertawa.
"Kurang empat puluh lima menit lagi,waktu yang kuberikan untuknya. Tak sabar aku menunggunya.Aku yakin keputusannya pasti sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Karena aku sangat mengenal Arumi." Ucap Herman lagi kepada dirinya sendiri.
Herman memakirkan mobilnya di depan sebuah restoran,dirinya bermaksud hendak makan siang disana sembari menunggu waktu yang ia tentukan untuk Arumi berfikir. Herman turun dari mobilnya, dan masuk ke dalam restoran. Dirinya duduk di salah satu kursi yang tersedia disana. Tak butuh waktu lama,pelayan resto pun datang menghampirinya dengan membawa buku daftar menu. Pelayan tersebut menanyai Herman,
"Permisi tuan,mau pesan apa...? " Tanya pelayan resto tersebut kepada Herman, sembari menyerahkan buku daftar menu kepada Herman.
Herman pun menerimanya,dan membuka lembar demi lembar untuk melihat isi daftar menu yang tersedia di buku tersebut.
"Saya mau pesan nasi goreng spesial,es teh manis, dan satu botol air mineral. "Ucap Herman dengan nada suara datar, sembari mengembalikan buku daftar menu kepada pelayan resto.
Pelayan resto pun menerimanya dan mengulangi lagi ucapan Herman.
" Nasi goreng spesial, es teh manis dan satu botol air mineral. "Ucap pelayan resto tersebut.
Herman pun menganggukkan kepalanya.
" Mohon di tunggu tuan, "Ucap pelayan resto tersebut lagi.
" Ya. "Jawab Herman asal.
Setelah kepergian pelayan resto,
" Empat puluh menit lagi,hemm... "Gumam Herman dengan tersenyum simpul.
Herman tengah menunggu pesanannya, tiba-tiba handphone miliknya berdering. Dari layar ponselnya tertera nama nyonya besar.
" Nyonya besar, untuk apa dia menelepon...? "Tanya Herman kepada dirinya sendiri.
Herman pun mengangkat panggilan telepon tersebut.
" Ya nyonya ada apa...? "Tanya Herman kepada nyonya besar atau Hong Han Na.
Dari balik telepon Hong Han Na pun berkata,
" Bagaimana Herman,apa semua sudah beres...? "Tanya balik Hong Han Na kepada Herman.
" Sudah nyonya, semua sudah beres. Sesuai dengan perintah nyonya besar. "Jawab Herman kepada Hong Han Na.
__ADS_1
" semua sudah beres nyonya,Arumi akan tetap menjadi milikku. Dan dia akan menikah denganku bukan dengan Han Tae Tsu, tuan muda. "Pikir Herman.
" Baguslah Herman kalau begitu,sekarang kamu ada dimana...?Masih disana atau sudah otw pulang...? "Ucap Hong Han Na.
" Saya sedang berada di restoran nyonya,kebetulan saya tadi belum sempat sarapan pagi di rumah. "Jawab Herman.
" Cepatlah pulang kalau sudah selesai Herman, karena masih ada banyak hal yang belum kita selesaikan. "Ucap Hong Han Na kepada Herman.
" Iya nyonya, baiklah. "Jawab Herman.
" Oke. "Jawab Hong Han Na sembari menutup panggilannya.
Beberapa saat kemudian datanglah pelayan resto yang membawa nampan berisikan pesanan dari Herman. Herman pun segera melahap habis pesanan yang tadi dirinya pesan.
Di tempat lain.
" Tuan Park,! "Ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min asisten pribadinya.
" Ya, tuan. "Jawab Park Lee Min sigap.
" Aku merasa ada yang aneh dengan pak Herman,aku mau dalam waktu satu jam dari sekarang kamu mencari tahu hal itu...! "Perintah Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.
" Saya permisi. "Ucap Park Lee Min kemudian.
Han Tae Tsu pun menganggukkan kepalanya.Baru setelahnya Park Lee Min pergi.
Tak butuh waktu lama, Park Lee Min sudah dapat mengantongi informasi tentang Herman.Park Lee Min pun segera menemui Han Tae Tsu untuk melaporkan informasi tentang Herman.
Park Lee Min melihat tuan mudanya tengah asik bermain dengan gadget nya. Dirinya pun menghampiri Han Tae Tsu.
" Permisi tuan, ini informasi yang anda cari. "Ucap Park Lee Min sembari menyerahkan beberapa file kepada Han Tae Tsu.
Han Tae Tsu pun menerimanya, dan membaca file tersebut.
" Menarik... "Ucap Han Tae Tsu setelah membaca file tersebut.
" Jadi benar apa yang aku rasakan, ternyata dia orang yang licik. "Ucap Han Tae Tsu dengan meremas file tersebut.
" Kau tahu kan tuan Park, apa yang harus kamu lakukan dengannya. "Ucap Han Tae Tsu lagi.
" Ya, tuan. "Jawab Park Lee Min sembari membungkukkan punggungnya dan berlalu pergi.
__ADS_1
Di tempat lain, di rumah Arumi.
" Dua puluh menit lagi, aku harus bagaimana. Baiklah aku harus segera mengambil keputusan. "Ucap Arumi sembari mondar-mandir seperti setrikaan.
Ayu yang tanpa sengaja melihat Arumi mondar-mandir pun menghampirinya.
" Arumi, ada apa denganmu...? Kenapa dari tadi mbak Ayu lihat kamu mondar-mandir kayak setrikaan...?Ada apa Arumi...?? "Tanya Ayu kepada Arumi dengan penasaran.
Arumi pun melihat ke arah mbak Ayu dan berkata,
" Tidak ada apa-apa mbak Ayu. Arumi hanya kepikiran dengan... "Ucap Arumi yang belum selesai bicara namun sudah di sela oleh mbak Ayu.
" Ya, ya, ya mbak Ayu tahu. Pasti kamu sedang memikirkan oppa mu kan...? "Tebak mbak Ayu asal.
Arumi pun tersenyum, " Mbak Ayu tahu saja. "Jawab Arumi berbohong.
" Maafkan Arumi mbak Ayu, Arumi terpaksa berbohong. Karena kalau Arumi berkata jujur, Arumi tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan keluarga kita. "Batin Arumi.
Mbak Ayu pun tersenyum. " Jelas mbak Ayu tahu, kan mbak Ayu juga pernah muda hehehe..."Jawab mbak Ayu kepada Arumi, dengan terkekeh.
Arumi membalasnya dengan senyuman.
"Arumi, " Ucap mbak Ayu.
"Ya mbak, ada apa...? " Tanya Arumi.
Mbak Ayu pun berjalan mendekati Arumi.
Mbak Ayu tersenyum lembut sebelum berbicara kepada Arumi.
"Arumi, sebaiknya kamu mulai sekarang jauhilah Herman.Dia bukan orang baik. Lagi pula sebentar lagi kamu kan mau menikah. " Ucap mbak Ayu kepada Arumi dengan nada suara hati-hati, takut kalau menyakiti hati Arumi.
Arumi menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Arumi tak pernah berbuat macam-macam kok mbak Ayu. " Jawab Arumi dengan tersenyum.
"Arumi...! " Seru mbak Ayu.
"Haha... " Tawa Arumi.
"Sudah-sudah, kamu itu sama saja dengan mas mu. " Ucap mbak Ayu menggerutu. Mbak Ayu pun berlalu pergi dengan mengomel.
__ADS_1