DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 37


__ADS_3

"Ka... ka... kamu...? " Ucap Arumi dengan kaget.


Han Tae Tsu yang mendengarnya pun menoleh ke arah Arumi.


"Ada apa...? Kenapa wajahmu terkejut seperti itu...?! " Ucap Han Tae Tsu datar.


Sedangkan Park Lee Min hanya terdiam menyaksikan tontonan di depan nya.


Arumi menoleh,"Ke... kenapa dengan wajahku,tuan...? "Jawab Arumi berusaha agar tidak gugup.


Han Tae Tsu tidak menggubris jawaban dari Arumi.Dirinya berdiri dan menatap tajam sang pelayan resto.


" Apa kau mengenalnya...?? "Tanya Han Tae Tsu dengan nada suara datar menanyai sang pelayan resto.


Sejenak sang pelayan resto pun menatap tajam ke arah Arumi.Dan setelahnya kembali menatap ke arah Han Tae Tsu.


" Bukan hanya mengenalnya,tapi sangat mengenalnya,tuan."Jawab pelayan resto dengan percaya diri.


" Perkenalkan nama saya Rendi mantan kekasih Arumi. "Terangnya kemudian.


Arumi membisu tanpa kata-kata. Tidak pernah dirinya bayangkan akan bertemu kembali dengan Rendi sang mantan. Dan apa yang sekarang terjadi, karena Rendi berubah. Rendi tidak seperti Rendi yang dulu, Rendi yang mencintainya sepenuh hati. Rendi yang rela mengorbankan apa pun demi dirinya. Namun semua itu berubah setelah Arumi menerima lamaran dari Herman.


Rendi merasa Arumi telah mengkhianati dirinya, tanpa tahu menahu alasan Arumi menerima lamaran dari Herman.


" Kekasih...?Ma... maksud kamu boyfriend...?? "Tanya Han Tae Tsu sembari melirik ke arah Arumi.


" Menarik... "Ucap Han Tae Tsu kemudian sebelum Rendi menjawab ucapannya barusan.


" Apa maksud kamu dengan kata menarik...?? " Tanya balik Rendi kepada Han Tae Tsu.


"Ya setidaknya saya tahu, kalau calon istriku ini pernah memiliki boyfriend. Bukankah itu wajar...??"Jawab Han Tae Tsu datar.


"Apa...? Calon istri...?? " Ucap Rendi terkejut sembari melihat ke arah Arumi.


"Kalau dia calon suamimu, lantas Herman apanya kamu Arumi...?? " Tanya Rendi dengan nada tinggi.


"A... aku bisa jelaskan nanti. " Jawab Arumi terbata.

__ADS_1


"Aku sangat bersyukur,sudah putus denganmu Arumi. Kalau tidak, pasti aku akan terluka seperti Herman. Bahkan aku dengar dari kabarnya, Herman sempat sakit dan itu semua karenamu Arumi...!! " Ungkap Rendi dengan emosi.


"Wajahmu terlihat lugu,tapi semua itu hanya kepalsuan semata. Dasar wanita ular...!! " Ucap Rendi kemudian dan berlalu begitu saja.


Han Tae Tsu dan Park Lee Min hanya bisa menjadi pendengar setia. Dan setelah kepergian Rendi.


"Apa tadi yang diucapkan oleh pria itu benar...?? " Tanya Han Tae Tsu dengan nada penuh menyelidik.


"Sa... sa... saya bisa jelaskan semua tuan. " Jawab Arumi gugup.


"Aku tidak perlu penjelasan darimu Arumi...!Karena semua itu masa lalu kamu. Dan aku tahu kalau setiap orang mempunyai masa lalunya yang berbeda. Aku hanya mengenalmu Arumi yang sekarang, dan itu sudah cukup untukku. Jadi kau tak perlu risau dan jangan takut. " Terang Han Tae Tsu.


"Tu... tuan...! " Seru Arumi.


"Sudahlah cepatlah makan, mama sudah menunggu kita. " Jawab Han Tae Tsu dengan nada suara lembut.


Arumi pun menganggukkan kepala nya. Dan semua itu,dilihat oleh Rendi dari kejauhan.


"Dasar wanita ular, aku tidak pernah menyangka kalau kamu akan berubah Arumi. Demi uang kamu melakukan segalanya. " Batin Rendi.


Tak berselang waktu lama Han Tae Tsu, Park Lee Min maupun Arumi sudah selesai makan. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk segera melanjutkan perjalanan nya pergi ke kota P, setelah membayar makanan mereka.


"Bagaimana dengan urusan disini pak Purnomo, apakah semua terkendali dengan baik...?? " Tanya Hong Han Na kepada pak Purnomo orang yang dipercaya mengelola pabrik miliknya.


"Semua baik-baik saja nyonya. Bahkan akhir-akhir ini pendapatan kita menaik pesat." Jawab Purnomo dengan hormat.


Hong Han Na menganggukkan kepala nya.


"Bagaimana dengan tuan muda, nyonya...?Saya dengar, tuan muda akan menikah dengan gadis desa dari daerah sini,apakah itu benar...? " Tanya Purnomo kepada Hong Han Na.


"Benar pak Purnomo,apa yang bapak katakan benar adanya.Akhirnya saya akan melihat anak semata wayang saya menikah. Saya bahagia sekali..., " Jawab Hong Han Na menanggapi pertanyaan dari Purnomo dengan senyuman khas nya.


"Selamat nyonya,saya turut bahagia.Semoga semua berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Tuan muda orang baik, dia pantas mendapatkan kebahagian nya. " Jawab Purnomo tulus.


"Terima kasih pak Purnomo, atas do'a nya. " Jawab Hong Han Na dengan tersenyum.


"Pasti tuan besar akan bahagia jika beliau masih ada.Beliau akan bangga dengan apa yang di gapai oleh tuan muda. " Ucap Purnomo.

__ADS_1


"Pasti itu, Purnomo. " Jawab singkat Hong Han Na.


"Dia pasti akan bangga dengan prestasi yang di gapai oleh Han Tae Tsu, itu pasti. ".Batin Hong Han Na sedih.


" Pak Purnomo, saya mau istirahat dulu. Nanti jika Han Tae Tsu datang. Bangunkan saja saya. "Kata Hong Han Na.


" Baik nyonya. "Jawab Purnomo.


Keluarga Purnomo memang sudah lama mengabdikan dirinya untuk keluarga Han. Dari kakek Purnomo sampai ke orang tua Purnomo dan sampai sekarang Purnomo sendiri. Maka dari itu mereka seperti keluarga sendiri.


Berselang tiga jam kemudian, datanglah mobil yang di tumpangi oleh Han Tae Tsu, Arumi serta Park Lee Min, memasuki area rumah Purnomo.


Park Lee Min memakirkan mobil yang dikemudinya di area parkir dekat dengan mobil Hong Han Na berada. Mereka turun dari mobil tersebut.Sedangkan Arumi, dirinya tidak tahu kalau sekarang ini dirinya berada di rumah mantan suaminya. Sebab rumah maupun halaman depan belakang Purnomo atau Herman sudah di ubah semua. Termasuk perabotan rumahnya. Jadi Arumi tidak menyadari dimana dirinya berada.


Han Tae Tsu pun masuk ke rumah Herman dengan sendirinya, diikuti dengan Arumi maupun Park Lee Min.


Tidak ada orang di ruang tamu, karena Herman kebetulan sedang pergi ke kamar mandi. Sedangkan Hong Han Na berada di dalam kamar. Para asisten rumah tangga Herman pun sedang berada di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.


" Pak Purnomo...? Mama...?? "Ujar Han Tae Tsu memanggil -manggil.


" Kemana perginya mereka, kok sepi sih!... "Keluh Han Tae Tsu pelan.


" Tuan Han,saya mau ke toilet. Dimana toilet nya tuan...? "Tanya Arumi kepada Han Tae Tsu.


" Toilet ada di sana...! "Jawab Han Tae Tsu sembari menunjuk ke arah toilet berada.


" Terima kasih tuan, "Jawab Arumi sembari menganggukkan kepala nya.


Arumi berjalan ke arah toilet, dan dia pun tidak melihat ada orang depannya. Karena dirinya asik melihat-lihat keadaan sekitarnya.


Bruuk... (Arumi pun terjatuh, karena menabrak seseorang).


Arumi tersungkur di lantai,sedangkan orang tersebut memandangnya tanpa berkedip sedikitpun.


" Ma... maaf, saya tidak melihat anda tuan. "Jawab Arumi minta maaf, setelah melihat sepatu yang dipakai orang tersebut.


Orang tersebut pun hanya diam saja. memandangi Arumi.

__ADS_1


Arumi berusaha bangun dan mendongakkan kepala nya. Betapa terkejutnya dia melihat orang yang telah dirinya tabrak tersebut....


__ADS_2