DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
KERINDUAN ARUMI


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Arumi telah bangun. Dirinya bangun seakan tidak ada sesuatu hal yang terjadi tadi malam. Arumi bergegas mengambil air wudhu untuk menjalankan ibadah sholat subuh. Setelah selesai, barulah dirinya akan mengerjakan pekerjaannya.


Di dapur ternyata sudah ada bu Nita,dan beberapa asisten rumah tangga yang lainnya.


"kamu sudah bangun Rumi...?" tanya bu Nita sembari tersenyum ramah.


"hehe... iya bu Nita, maaf Arumi kesiangan ya...?? " jawab Arumi dengan tersenyum canggung.


"Tidak.Kamu tidak kesiangan,kami memang sengaja bangun lebih awal dari jam biasanya." jawab bu Nita.


"o... maaf bu Nita,kalau boleh Arumi tahu. Mau ada acara apa ya...? " tanya Arumi ingin tahu.


Bu Nita pun tersenyum ramah,dirinya maklum kalau Arumi anak baru yang belum tahu menahu tentang keluarga majikan nya. Dan waktu bu Nita hendak menjelaskan nya kepada Arumi, tiba-tiba ada yang menyelanya.


"gak usah kepo deh,mending diam saja kalau gak tahu. Nanti juga bakal tahu sendiri...! " cibir seorang asisten rumah tangga yang kurang lebih seumuran dengan Arumi.


"iya betul,kepo amat sih...! mentang-mentang tadi malam di gendong sama tuan Han... " timpal wanita lain yang umurnya di atas mereka.


Bu Nita yang mendengar nya merasa jengah dengan ucapan kedua wanita itu. Pasalnya keduanya itu memang suka mencibir orang lain, terlebih pada asisten rumah tangga yang baru, seperti Arumi.


"Wahyu, dan kamu Nia...bisakah kalian diam...!! " ucap bu Nita dengan datar.


"ba... baik bu...! " jawab mereka serempak dengan gugup.


Bu Nita pun melanjutkan ucapan nya yang sempat tertunda karena ulah Wahyu dan Nia.


"begini Arumi,.... " ucap bu Nita menjelaskan.


Arumi pun mengerti dan segera mengerjakan tugas nya kembali.


"kamu lihat saja,aku akan membuat perhitungan dengan gadis sok cantik itu...! " ucap Wahyu yang merasa iri,kalau kecantikan Arumi diatas kecantikan nya.


"kamu harus hati-hati...! aku memang tidak terlalu suka sama gadis itu...!tapi aku tidak mau mencari masalah dengan nya, melihat bu Nita yang seakan selalu berusaha untuk melindungi nya. Aku tidak ingin kehilangan pekerjaan,hanya karena dia. " ujar Nia.


"tapi kamu tetap ada dipihak ku kan...? " tanya Wahyu menyakinkan Nia.


"itu pasti,tapi jika terjadi apa-apa. Jangan pernah kamu libatkan aku. " ucap Nia.

__ADS_1


"iya... iya, aku tahu itu... " jawab Wahyu mendengus kesal.


"dasar munafik...! " ucap Wahyu pelan. Sedangkan Nia sudah kembali mengerjakan pekerjaan nya semula.


Di sisi lain...


Arumi sudah selesai dengan tugasnya. Dirinya pun bergabung dengan asisten rumah tangga yang lainnya,untuk membantu mereka.


Di saat Arumi hendak menaiki anak tangga,dirinya tanpa sengaja berpapasan dengan Han Tae Tsu.


Deg...


Pandangan mereka saling bertemu,dan bertukar pandang. Jantung Arumi seakan hampir lepas dari tempatnya. Karena saking cepatnya berdetak.Dengan sadar Arumi segera menundukkan kepala nya.


"maaf tuan permisi. " ucap Arumi meminta izin kepada Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu pun mengangguk, dan memberi jalan untuk Arumi lewat. Hal itu pun tidak lepas dari pandangan Wahyu dan Nia.


"lihatlah gadis itu...! dia seakan mencari perhatian dari tuan Han. " ucap Wahyu sinis menatap nanar Arumi dari atas.


"sudah biarkan saja dia,jangan hiraukan...! apa untungnya untuk kita.... " sahut Ria yang satu profesi dengan nya.


"apaan sih kalian...?!malah bela-belain gadis kampung itu...! " ucap nya kesal.


Ria dan Aulia pun menggelengkan kepala nya.


"tunggu...!"ucap Han Tae Tsu yang menghentikan langkah kaki Arumi. Arumi pun menghentikan langkah kakinya,dan menoleh ke arah sumber suara.


" iya tuan...? "tanya Arumi.


" kamu mau kemana...? "tanya balik Han Tae Tsu kepada Arumi.


" saya tuan...? "jawab Arumi sembari menunjuk dirinya sendiri.


Han Tae Tsu pun menganggukkan kepala nya.


" sa... saya mau ke atas tuan..."jawab Arumi gugup karena sedari tadi mendapatkan tatapan yang tak biasa dari Han Tae Tsu.

__ADS_1


"mau apa...? em... maksud saya... boleh gak jika kamu temani saya sarapan. " ucap Han Tae Tsu yang mengejutkan setiap orang yang berada disana.


"a... apa...?sa... saya...?menemani bapak makan...? " tanya Arumi memastikan jika telinganya tidak salah dengar.


"ya." jawab singkat Han Tae Tsu sembari menganggukkan kepala nya.


"kenapa... apa kamu keberatan...?? " tanya Han Tae Tsu kembali.


"ti... tidak tuan,saya mau kok...! " jawab Arumi gagap sembari menundukkan kepala nya.


Han Tae Tsu pun kembali memberikan jalan untuk Arumi lewati. Dan dirinya mengekor di belakang Arumi.


Kini Arumi sudah berada di meja makan bersama dengan Han Tae Tsu. Perasaan canggung pasti sedang dirasakan oleh Arumi saat ini. Arumi pun mengambilkan nasi, sayur dan lauk untuk Han Tae Tsu. Karena di suruh oleh Han Tae Tsu. Dan tanpa membatah Arumi pun melakukan nya.


Han Tae Tsu menatap Arumi, yang hanya terdiam setelah mengambilkan nya nasi untuk dirinya.


"kenapa kamu tidak ikut makan...? " tanya Han Tae Tsu kepada Arumi yang tengah duduk tidak jauh dari dirinya duduk.


"saya sudah makan tuan. " jawab Arumi bohong dengan sedikit memaksakan wajah nya untuk tersenyum.


Sesaat Han Tae Tsu menatap Arumi dengan pandangan menyelidik.


"sini duduk lah disini...! " perintah Han Tae Tsu kepada Arumi.


Arumi pun patuh,dan duduk disamping Han Tae Tsu.


"ini makan lah...! " perintah Han Tae Tsu kepada Arumi setelah dirinya mengambilkan nasi, sayur dan lauknya untuk Arumi.


Arumi menatap nya ragu, dan setelah mendapatkan lirikan tajam dari Han Tae Tsu akhirnya dirinya pun menerima nya.


"terimakasih tuan, Han. " ucap Arumi sembari menunduk.


Han Tae Tsu pun tersenyum dan menaikan kedua pundak nya.


Waktu tak terasa,pagi menjelang siang, siang menjelang sore dan sore pun berganti dengan malam. Kini Arumi pun sudah berada di dalam kamarnya. Dirinya duduk di sudut pojokan kamar yang dirinya kini tempati.


Sembari menangis dirinya berkata...

__ADS_1


"ayah ibu Arumi merindukan kalian... hiks... tapi Arumi belum bisa mengunjungi kalian... hiks.. hiks... maafkan Arumi, ayah, ibu.. hiks... hiks... hiks...Tanpa terduga ternyata ada sepasang telinga yang mendengarkan keluh kesah Arumi dari balik pintu.


__ADS_2