
Setelah menyaksikan CCTV dari telepon genggam miliknya, Han Tae Tsu pun langsung pulang tanpa menyelesaikan pekerjaan nya.
"ayo kita pulang sekarang...! " ajak Han Tae Tsu kepada asisten Park.
"baik tuan. " jawab Park Lee Min patuh.
Kini Park Lee Min dan Han Tae Tsu sudah sampai di mansion milik nya.
Tanpa menunggu Park Lee Min membukakan pintu mobil untuk nya,Han
Tae Tsu pun sudah turun terlebih dahulu.
"ada apa dengan tuan Han...? " bisik salah satu asisten rumah tangga nya yang kebetulan ada disana.
"iya tidak biasanya dia keluar dari mobil tanpa dibukakan pintu oleh tuan Park. " jawab asisten rumah tangga yang lain sembari berbisik.
Park Lee Min pun sebenarnya agak terkejut dengan kelakuan tuan nya itu. Namun dirinya tahu,kalau tuan nya kini mulai menaruh perhatiannya untuk Arumi.
"Park... kumpulkan seluruh asisten rumah untuk menghadap aku,diruang tengah...! " perintah Han Tae Tsu dengan datar.
Karena belum mendapatkan jawaban dari Park Lee Min asisten pribadi nya, Han Tae Tsu berkata lagi.
"SEKARANG...!! " ucapnya datar.
"baik tuan. " jawab Park Lee Min singkat.
Han Tae Tsu kini mencari keberadaan Arumi.
"Arumi... Arumi...!?? " ucapnya sembari menuju ke kamar Arumi.
Namun Han Tae Tsu tidak mendapati keberadaan Arumi.
"dimana gadis itu. " gumam Han Tae Tsu pelan.
"Park...!? " teriak Han Tae Tsu memanggil asisten pribadi nya.
"iya tuan, ada apa. " jawab Park Lee Min.
__ADS_1
"dia tidak ada, kamu cari dia. " perintah Han Tae Tsu.
"baik tuan. " jawab Park Lee Min.
"maaf tuan,bukankah anda tadi menyuruh saya untuk mengumpulkan para asisten rumah di ruang tengah...? saya kira nona Arumi juga sudah ada disana tuan. " kata Park Lee Min kemudian.
"benar juga ya, kenapa aku tak berpikir seperti itu...! " gumam Han Tae Tsu pelan.
Han Tae Tsu pun langsung pergi ke ruang tengah, diikuti dengan Park Lee Min di belakangnya. Di sana sudah ada para asisten rumah tangga nya yang berbaris berjejer rapi menunggu kedatangannya.
"selamat siang tuan Han... " sambut Wahyu dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin.
Tidak ada balasan dari Han Tae Tsu. Karena sejak sedari tadi pandangan mata nya tengah menelisik mencari seseorang yang sedari tadi memenuhi pikirannya.
"orang ini ya...?sudah disapa baik-baik eh malah tanpa menoleh melihatku. " gerutu Wahyu dalam hati.
"tunggu saja,sebentar lagi kamu pasti akan kumiliki. " ucap Wahyu dalam hati kemudian.
Langkah kaki Han Tae Tsu pun akhirnya berhenti tepat di depan Arumi berdiri. Han Tae Tsu menoleh ke arah Arumi,dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"kamu...! ikuti aku...!! " perintah Han Tae Tsu kepada Arumi,lalu meninggalkan ruang tengah.
Dengan tiba-tiba Han Tae Tsu menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke arah Arumi.Sedangkan Arumi yang berjalan dibelakang Han Tae Tsu dengan wajah yang ditundukkan tak melihat jika Han Tae Tsu menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke arah nya.
Dan,,,, bugh... Arumi menabrak Han Tae Tsu,wajah nya menabrak dada bidang Han Tae Tsu. Semua mata melebar melihat nya, termasuk juga dengan Han Tae Tsu. Namun tidak ada yang berani bersuara,karena mereka takut akan mendapat sangsi.
"aaugh... " seru Arumi yang belum tahu jika dirinya telah menabrak tuan nya.
"hm... apa kamu menyukainya...! " ucap Han Tae Tsu pelan yang dengan jelas di dengar oleh Arumi, karena jarak mereka yang hanya beberapa centimeter saja.
Arumi pun segera sadar,dan langsung memundurkan dirinya untuk menjauh dari Han Tae Tsu.
Hal ini tidak luput dari tatapan Wahyu,yang sedari tadi mencuri-curi pandang ke arah Arumi dan Han Tae Tsu.
"beraninya dia menabrak oppa ku, awas saja kamu nanti Arumi. " ancam Wahyu dalam hati. Dirinya akan memberi perhitungan kepada Arumi, setelah ini.
Han Tae Tsu pun berkata, "Park,bubarkan mereka. " perintah Han Tae Tsu. Dan setelah itu dirinya pun menatap Arumi dengan datar, "kamu ikut aku...! " ucap Han Tae Tsu kemudian.
__ADS_1
"ba... baik tuan... " jawab Arumi gugup.
Han Tae Tsu terus berjalan ke lantai atas dimana disana dirinya tinggal. Arumi yang sedari tadi mengikuti nya merasa tak nyaman, pasalnya kini Han Tae Tsu masuk ke dalam kamar milik Han Tae Tsu.
Saat Arumi sudah berada didepan kamar Han Tae Tsu. Dirinya berhenti disana, dan berkata.
"tu... tuan Han... " kata Arumi dengan gugup.
Han Tae Tsu menoleh ke arah Arumi yang berdiri di depan pintu kamar nya.
"ada apa...? " tanya Han Tae Tsu sembari melonggarkan dasi yang ada di lehernya.
"ke... kenapa tuan Han, menyuruh saya mengikuti anda tuan...? " jawab Arumi berani walaupun agak gugup.
"oh... itu. Aku ingin mandi,aku ingin kamu yang menyiapkan air hangat untuk ku. Dan itu,akan menjadi tugasmu mulai sekarang. " ujar Han Tae Tsu dengan santai.
Arumi pun menganggukkan kepala nya.
"dan satu lagi,aku ingin mulai sekarang cuma kamu yang boleh masuk ke dalam kamarku ini. Termasuk membersihkan kamar,menyiapkan keperluannku,dan menyiapkan air hangat untuk ku mandi. Ingat...! kamu tidak boleh melupakan nya... " sarkas Han Tae Tsu.
"baik, tu... tuan. " jawab Arumi gugup.
Han Tae Tsu pun tersenyum, dan mempersilakan Arumi untuk menyiapkan air hangat untuk nya mandi. Arumi pun patuh,dan segera melakukan tugasnya. Setelah selesai,Arumi keluar dari kamar mandi Han Tae Tsu.
"air hangat nya sudah siap tuan Han... " ucap Arumi.
"hm... " dijawab deheman oleh Han Tae Tsu.
"Rumi tunggu, kamu mau kemana...? " tanya Han Tae Tsu saat melihat Arumi hendak keluar dari kamarnya.
"mau turun tuan,bukankah tugas saya sudah selesai tuan...? " jawab Arumi.
"siapa suruh kamu turun...!! " ucap Han Tae Tsu dengan nada datarnya.
"ta... tapi tuan...!? " jawab Arumi dengan gugup.
"saya tidak suka dibantah,tunggu disini sampai saya selesai mandi...! " perintah Han Tae kepada Arumi.
__ADS_1
"ba... baik tuan... " jawab Arumi dengan menundukkan kepala nya.