DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
Episode 27


__ADS_3

Setelah kejadian hari itu, Han Tae Tsu pun secara tidak langsung menghindari Arumi. Walaupun tugas yang diberikan oleh dirinya kepada Arumi untuk menyiapkan segala keperluannya termasuk membersihkan kamar tidur nya tetap Arumi yang melakukan nya.


Sudah berjalan tiga bulan Arumi tinggal di mansion Han Tae Tsu. Dan sejak satu bulan yang lalu dirinya tidak pernah secara langsung bertemu dengan Han Tae Tsu. Walaupun dirinya lah yang menyiapkan segala keperluan Han Tae Tsu. Arumi pernah merasakan jika selama satu bulan ini,tingkah majikannya begitu aneh. Namun hal itu tidak lah diambil pusing oleh Arumi. Niat Arumi hanya kerja dan tidak lebih dari itu. Hal tersebut sebenarnya berbanding balik dari Han Tae Tsu. Han Tae Tsu merasakan ada yang kurang di hatinya. Dan perasaannya saat ini pun tidak akan lagi dirinya pendam sendiri. Dirinya akan menanyakan nya langsung kepada sang bunda.


Han Tae Tsu saat ini sedang duduk di balkon kamar nya. Dirinya hari ini akan menghubungi sang bunda. Han Tae Tsu mengambil benda pipih yang berbentuk persegi di dalam saku celananya, dan mendael nomor telepon ibundanya.


("hallo, mah...? ") sapa Han Tae Tsu kepada ibundanya dari balik telepon.


(" hallo sayang, ternyata kamu masih ingat mama ya...?! ") jawab sang bunda dengan nada menggoda.


(" pastinya ingat mah,masak Han melupakan mama. ") celoteh Han Tae Tsu.


(" bohong...!! nyatanya baru kali ini, kamu menghubungi mama setelah tiga bulan. ") jawab mama Han Tae Tsu dengan nada yang dibuat seakan seperti marah. Padahal dirinya selalu mengawasi putra semata wayangnya lewat intaian dari orang kepercayaan nya.


(" aku sibuk mah,jadi tidak ada waktu untuk menghubungi mama. ") ujar Han Tae Tsu memberi alasan.


(" baiklah ada apa sekarang menghubungi mama...?! ") tanya Hong Han Na kepada putra semata wayangnya.

__ADS_1


(" begini mah,(Han Tae Tsu mengantur nafas nya sejenak) Han selama satu bulan ini. Merasakan ada yang kurang terhadap diri Han. Han merasa,kalau Han kehilangan sesuatu dan itu entah apa tetapi Han tak tahu pasti. ") penuturan dari Han Tae Tsu.


Hong Han Na yang mendengar ucapan dari putra semata wayangnya itu malah tersenyum. Pasalnya dirinya tahu tentang Arumi yang selama tiga bulan ini selalu dekat dengan putranya,dan sejak satu bulan lalu mereka jarang ketemu.


Hong Han Na,tidak mau membatasi putra semata wayangnya bergaul dengan siapa saja. Bahkan soal perempuan pun. Hong Han Na tidak pernah memandang status dari segi manapun. Entah gadis itu dari kalangan atas, menengah ataupun dari kalangan bawah.Karena bagi Hong Han Na,semua sama dimata sang Pencipta. Dan kebahagiaan putra semata wayangnya adalah kebahagiaan baginya.


(" sayang,mama lusa akan menyusulmu ke Indonesia. Ada sesuatu hal yang mama mau kerjakan disana. Tunggulah mama...! Dan pastinya mama nanti mau memberikan jawaban yang kamu tunggu. ") ucap sang bunda.


(" baik mah,kalau begitu. Han tutup panggilannya. ") jawab Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu pun mengakhiri panggilan nya.


" dia memang wanita cantik, pandai memasak, dan baik hati. Tapi kenyataan nya dia seorang janda,bagaimana kalau Han Tae Tsu tahu kalau wanita cantik itu seorang janda. Apakah Han Tae Tsu bisa menerima nya...? Kalau aku terserah dengan Han Tae Tsu saja, asal dia bahagia dan aku why not...??"batin Hong Han Na.


Hari pun berganti dengan hari. Hari ini adalah hari dimana Hong Han Na akan datang ke Indonesia. Semua orang yang berada di dalam mansion sangat lah sibuk,termasuk dengan Arumi.Pasalnya mereka akan kedatangan tamu nyonya besar, ibu dari bos mereka.


"Arumi...!? " sapa Wahyu kepada Arumi yang tengah menyiapkan hidangan untuk nyonya besar dan tuan nya.

__ADS_1


"iya mbak Wahyu...ada apa...? " jawab Arumi dengan tangan yang masih sibuk memasak.


"aku mau kamu juga membuatkan aku makanan seperti itu...! " jawab Wahyu dengan nada ketus nya.


"iya mbak,besok saya akan buatkan. " jawab Arumi lembut.


"aku mau nya itu,dan sekarang aku ingin memakannya. " sentak Wahyu dengan garang.


"ta... tapi mbak,i... ini kan buat nyonya besar dan tuan muda mbak. " ujar Arumi dengan terbata.


"itu urusan kamu...!sana minggir....!!! " sarkas Wahyu sembari mendorong Arumi sampai terjatuh di lantai.


"auh... " seru Arumi mengaduh kesakitan, karena kepala nya membentur meja.


"gitu saja bisa jatuh...! " cibir Wahyu kemudian.Dan tanpa babibu Wahyu pun segera memakan masakan Arumi.


"apa yang kamu lakukan WAHYU...!!? "

__ADS_1


__ADS_2