
Han Tae Tsu tengah berkutat dengan laptop yang selama ini tidak pernah jauh dari kehidupan dirinya. Han Tae Tsu nampak cekatan dan telaten menekuni pekerjaannya, sejak dirinya memegang saham perusahaan.
Sebuah pikiran yang sebenarnya sedari tadi mengusiknya untuk berhenti sejenak.
"aku tidak pernah memikirkan seorang wanita selain ibu ku. Tapi kenapa...? sejak tadi malam aku selalu teringat dengan Arumi...?Ya,gadis itu...! sejak tadi malam aku mendengar keluh kesahnya.Dengan begitu saja, pikiran ini seakan tidak mau berhenti untuk memikirkan nya. Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan ku...?ANEH...?!! " ucap Han Tae Tsu pelan.
"ah sebaiknya aku pulang lebih awal,biar aku bisa menanyainya secara langsung. Kenapa gadis itu menangis di tengah malam tadi. " ujar Han Tae Tsu kemudian.
Han Tae Tsu pun memanggil Park Lee Min.
"ada yang bisa saya bantu tuan...? " ucap Park Lee Min setelah dirinya dipanggil lewat panggilan telepon oleh Han Tae Tsu.
"saya mau pulang lebih awal. Tolong kamu kosongkan jadwal ku hari ini...! " perintah Han Tae Tsu kepada Park Lee Min. Yang diberi anggukkan oleh sang sekretaris.
"baik tuan. " jawab Park Lee Min.
Park Lee Min pun melihat Han Tae Tsu yang sedang melanjutkan pekerjaannya, nampak dengan serius.
Di tempat lain...
"Arumi...! kamu mencuri telepon saya... " tuduh Wahyu kepada Arumi.
"tidak mbak...! (sembari menggelengkan kepala nya.) sa... saya tidak berbuat apa yang mbak Wahyu tuduhkan pada saya. Saya berani bersumpah...! " jawab Arumi gugup karena ketakutan mendengar ucapan dari Wahyu yang kasar dan penuh amarah. Hal itupun mengingatkan nya kembali pada masa lalu nya yang mengenaskan.
"kamu masih mengelak,padahal aku menemukan telepon ini, teleponku di dalam kamar kamu...!! " ucap Wahyu menyudutkan Arumi.
__ADS_1
"kalau kalian tidak percaya,ada Nia yang menjadi saksinya. " ucap Wahyu lagi.
Arumi hanya menggelengkan kepala nya sembari mulai menangis sesenggukan.
"saya benar-benar tidak pernah melakukan nya mbak, saya berani bersumpah. " jawab Arumi tak berdaya.
"alah cari alasan saja...! kalau maling ngaku saja, jangan sok-sokan berpura-pura. " sarkas Wahyu.
"aku akan membuat mu menyesal karena kamu mau menggoda oppa ku. " sungut Wahyu dalam hati sembari tersenyum menyeringai.
"tapi aku memang tidak pernah mengambilnya mbak. Tolong percaya lah sama saya... " ucap Arumi sembari memohon Wahyu untuk mempercayai nya.
"percaya sama kamu...?! cih... memang nya siapa kamu,sampai saya harus percaya sama kamu...!! " kata Wahyu dengan ketus.
"hiks... hiks... hiks... " tangis Arumi yang mendapatkan fitnah dari Wahyu.
Saat itu ada asisten rumah tangga yang lain sedang melewati mereka dengan membawa ember dan lap pel, karena sedang membersihkan bekas muntahan Molly si kucing anggora peliharaan Han Tae Tsu.
"tunggu...! " cegah Wahyu menghentikan orang tersebut.
"ada apa Wahyu...? " tanya orang tersebut yang berhenti dan menoleh ke arah Wahyu.
Tanpa bicara Wahyu pun meraih ember yang dipegang oleh orang tersebut dan...
BYUUUURR.... bunyi tumpahan air yang menyirami Arumi. Semua mata orang yang disana kaget,termasuk dengan Arumi.Karena Wahyu menyiramnya dengan air kotor bekas pel-pelan muntahan Molly.
__ADS_1
Arumi terbelalak kaget dan gelagapan karena tidak mampu menghindari siraman air kotor itu yang datang tanpa diduga. Semua mata tertuju padanya,merasa iba.
"kamu jangan pernah berurusan dengan aku, WAHYU LESTARI... apalagi kamu berusaha untuk menggoda oppa incaranku. " ucap Wahyu sembari pergi meninggalkan Arumi.
Wahyu adalah orang kedua setelah bu Nita yang dipasrahi tanggung jawab di rumah ini oleh keluarga Han. Tidak ada yang berani melawan ucapan nya,kalau tidak mau mengangkatkan kakinya dari disini.
Ya, saat ini bu Nita sedang mengambil cuti selama dua hari. Tanpa sepengetahuan Arumi dan yang lainnya.
Jadi semua urusan rumah Wahyu lah yang mengambilnya. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Wahyu begitu saja. Karena Wahyu tahu jika ada bu Nita, rencana jahatnya untuk menjebak, dan menyingkirkan Arumi tidak akan pernah berhasil.
Arumi hanya dapat menerima nasibnya dengan pasrah. "kenapa aku harus selalu mengalami semua ini, hiks.. hiks... " ucap Arumi dalam hati sembari sesenggukan.
Semua orang yang melihatnya pun tak ada yang berani menolong Arumi,karena mereka mendapatkan ancaman dari Wahyu.
"jika ada yang berani mendekati nya, aku pastikan sendiri kalian akan segera angkat kaki dari ini...!! " ucap Wahyu dengan wajah marah.
Semua nya terdiam dan patuh. Mereka pun pergi meninggalkan Arumi yang tengah basah kuyup.
Semua itu,tak terlewatkan dari sepasang mata yang sedari tadi melihat CCTV melalui telepon genggam milik nya. Semua kejadian dari awal sampai akhir dirinya lihat.
"siapa yang berani menindas orang lain di dalam rumahku. " Ujar orang tersebut yang tidak lain adalah Han Tae Tsu.
"bisa-bisanya salah satu diantara mereka tidak ada satu pun yang mau menolong gadis malang itu. Apa yang mereka pikirkan. " ucap Han Tae Tsu lagi.
Sedangkan Park Lee Min yang ada di belakang nya pun hanya terdiam mengamati tingkah aneh dari majikannya itu.
__ADS_1
"sejak kapan dia perduli dengan urusan orang lain,,,? batin Park Lee Min.