
Arumi melebarkan kedua matanya, agar dia bisa memastikan lebih jeli lagi siapa orang yang telah di tabrak nya itu.Setelah jelas, Arumi pun mundur secara perlahan berusaha menghindari sosok tersebut. Belum sempat dirinya bergerak,sosok lelaki tersebut pun malah meraih pergelangan tangan Arumi.Sosok lelaki tersebut pun secara reflek memeluk Arumi dengan eratnya, tanpa rasa canggung sedikit pun.Dalam waktu singkat, Arumi tidak bisa menolak nya. Dirinya sangat terkejut, akan hal ini. Tak pernah dibayangkan oleh Arumi sedikit pun, kalau dirinya akan bertemu kembali oleh sosok lelaki yang memeluk dirinya ini.Sosok lelaki yang tidak lain adalah Herman, mantan suami Arumi.
"Maaf tuan, tolong lepaskan saya...! " Perintah Arumi kepada Herman sembari berusaha melepaskan pelukan Herman.
Bukan melepasnya, Herman malah semakin erat memeluk Arumi.Tanpa sadar Herman pun meneteskan air mata nya.
"Aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku lagi.Aku merindukan kamu Arumi, sangat merindukanmu.Berbulan-bulan lamanya aku mencari-cari keberadaanmu, tapi semua nihil. Tidak ada kabar tentang dirimu lagi,tapi kini kamu sudah kembali." Ungkap Herman di sela-sela tangisnya.
Arumi yang mendengar penjelasan dari Herman pun, tak kuasa menahan air matanya yang sedari tadi ingin keluar.Akhirnya Arumi juga ikut menangis, walaupun dia berusaha untuk menahan nya.
"Apa daya aku tuan,semua itu aku lakukan demi keluargaku. Demi keselamatan mereka aku terpaksa meninggalkanmu." Ucap Arumi dalam hati.
"Kita sudah tidak ada hubungan lagi tuan, semua itu sudah berlalu.Aku mohon tuan, lepaskan pelukan ini. Sebelum orang lain melihatnya. " Ucap Arumi dengan nada suara bergetar.
"Tidak...! A... a...aku tidak mau melepaskanmu.Aku tidak mau kehilangan kamu lagi. Ki... kita bisa memulai nya dari awal lagi. Dan semua akan baik-baik saja, aku pastikan itu. " Terang Herman kepada Arumi.
"Ada apa ini...?? " Suara Hong Han Na secara tiba-tiba.
Dengan cepat Herman melepas pelukannya.Walaupun Hong Han Na sempat melihatnya tadi.
"Herman, perkenalkan ini Arumi. Calon istri Han Tae Tsu. " Terang Hong Han Na kepada Herman sembari melirik ke arah Arumi yang tengah berdiri mematung.
Herman pun terkejut mendengar penjelasan dari Hong Han Na.
__ADS_1
"Ca... calon istri...?? " Tanya Herman dengan nada bicara terbata.
"Yups,benar calon istri Han Tae Tsu." Jawab Hong Han Na.
"Tapi, kenapa kamu terkejut Herman...? " Tanya Hong Han Na dengan heran.
"Tidak nyonya,bukan maksud sa... saya demikian. " Jawab Herman gugup.
"Tenang Herman,semua baik-baik saja bukan...?? " Ucap Hong Han Na kemudian.
"Ya nyonya, semua baik-baik saja. " Jawab Herman sedikit tenang.
"Arumi, dimana Han...? " Tanya Hong Han Na kepada Arumi.
"Mari kita temui dia...!" Ajak Hong Han Na kepada Arumi dan juga Herman.
Mereka pun berjalan ke arah dimana Han Tae Tsu berada.
"Akhirnya, sampai juga kamu ke sini Han. Jujur mama sangat gembira, apalagi sebentar lagi kita bisa menemui keluarga Arumi. " ungkap Hong Han Na.
"Benarkan Herman...?? " Tanya Hong Han Na secara tiba-tiba kepada Herman. Sembari melirik ke arah Arumi.
"A... a... apa...?Maksud nyonya...?? " Tanya balik Herman kepada Hong Han Na.
__ADS_1
"Lupakan saja... kita bicara nanti...! " Jawab Hong Han Na secara enteng.
"Sebaiknya sekarang kalian bersihkan diri dulu,setelah itu mama tunggu kalian di ruang makan untuk makan malam. " Perintah Hong Han Na kepada Han Tae Tsu dan juga Arumi.
"Tuan Park Lee Min,disana kamarmu. Kamu juga bisa membersihkan diri dulu. " Ucap Hong Han Na.
"Baik nyonya besar. " Jawab Park Lee Min.
Setelah Han Tae Tsu, Arumi, dan juga Park Lee Min pergi. Tinggallah Herman dan juga Hong Han Na.
"Herman, aku ingin bicara denganmu. Ikuti aku, " Kata Hong Han Na kepada Herman.
"Baik nyonya. " Jawab Herman.
Herman pun berjalan dibelakang Hong Han Na. Dirinya mengikuti kemana Hong Han Na berhenti.
"Aku mau kamu menjelaskan kejadian tadi Herman,bagaimana kamu bisa memeluk Arumi...? " Ucap Hong Han Na dengan nada suara yang tinggi kepada Herman.
"Sa... saya... " Belum sempat Herman menjelaskan nya, namun sudah di potong oleh Hong Han Na.
"Aku tahu Herman,aku tahu. Namun aku tidak mau tahu, kalau sampai pernikahan Han Tae Tsu dengan Arumi gagal. Kamu tahu sendiri kan akibatnya,aku sendiri yang akan memastikan kehancuran orang yang menggagalkan pernikahan mereka. " Jelas Hong Han Na kepada Herman.
"Aku tahu semua yang terjadi,termasuk pernikahanmu dengan Arumi.Aku tahu,namun bukankah itu sudah berlalu...?Ingatlah, Arumi yang sekarang bukan lagi istrimu. Akan tetapi calon istri Han Tae Tsu,yang tidak lain adalah calon menantuku."Kata Hong Han Na kemudian.
__ADS_1
" Baik nyonya, "Jawab Herman dengan raut wajah sedih.