DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 55


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Arumi dengan Han Tae Tsu. Di rumah Arumi sudah banyak tamu undangan yang berdatangan. Mereka bersuka cita merayakan hari pernikahan Arumi dengan Han Tae Tsu. Ada beberapa hiburan yang di sajikan. Keluarga Arumi mengundang beberapa penyanyi campursari untuk menghibur para undangan.


Saat ini Arumi tengah di dandani oleh perias pengantin yang mereka undang. Arumi mengenakan pakaian adat Jawa Tengah.Arumi nampak cantik didandani oleh perias tersebut, apalagi wajah Arumi pada dasarnya sudah cantik tanpa polesan.


"Mbak Arumi cantik banget. " Ucap adik sepupu Arumi.


"Terima kasih dik, atas pujiannya. " Jawab Arumi dengan tersenyum lembut.


"Dasarnya sudah cantik, apalagi di tambah di dandani seperti ini. Cantiknya tambah berlipat-lipat. " Ujar mbak Ayu menambahi ucapan adik sepupunya.


"Mbak Ayu ini terlalu memuji Arumi saja, nanti kalau kepala Arumi besar bagaimana...? " Sahut salah satu orang yang berada di sana.


Mereka pun tertawa dibuatnya.


"Pasti Han Tae Tsu tak henti-henti menatapmu Arumi. " Ucap mbak Ayu lagi.


"Apaan sih mbak Ayu. " Jawab Arumi malu-malu.


"Nah mbak sudah selesai. " Kata si perias.


"Terima kasih mbak. " Jawab Arumi dengan tersenyum.


Datanglah wanita paruh baya disana. Ternyata wanita itu adalah orang yang mengurusi acara pernikahan Arumi ini.


"Permisi sudah selesai apa belum nduk...? " Ucap wanita paruh baya itu kepada si perias.


"Sudah buk. " Jawab si perias yang tidak lain adalah anak dari si wanita paruh baya tersebut.


"Mari mbak,ikut saya. " Ucap si wanita paruh baya tersebut kepada Arumi. Arumi pun mengikutinya, di iringi dengan si perias yang mengekor dibelakang Arumi membantu memegangi kebaya Arumi dari belakang.


Wanita paruh baya tersebut menyuruh Arumi untuk duduk di atas pelaminan. Di sana sudah ada dua anak kecil yang juga sudah di dandani berperan untuk mengipas-ngipasi Arumi walaupun hanya untuk sekedar syarat saja.


Arumi duduk di atas pelaminan menunggu calon mempelai pria datang. Tak selang beberapa menit datanglah rombongan mempelai pria. Han Tae Tsu mengenakan setelan jas berwarna hitam dipadu kemeja berwarna putih. Han Tae Tsu terlihat nampak gagah perkasa mengenakan setelan jas tersebut.


Keluarga Han Tae Tsu dipersilakan untuk duduk di tempat yang telah disediakan untuk acara ijab kabul. Hiburan pun di hentikan sejenak untuk kelangsungan acara ijab kabul ini.


Dengan sekali tarikan nafas Han Tae Tsu berhasil mengucapkan ikrar janji suci dengan lancar tanpa kendala.Ucapan Sah diberikan oleh para hadirin setelah Han Tae Tsu berhasil mengucapkan kalimat ikrar janji suci. Setelah acara ijab kabul selesai, Han Tae Tsu pun disuruh untuk mengganti pakaiannya. Sebenarnya Han Tae Tsu agak keberatan,namun karena pernikahan ini menggunakan adat istiadat Jawa Tengah. Terpaksa Han Tae Tsu harus mengganti pakaiannya dengan pakaian yang telah disediakan oleh pihak perias pengantin.

__ADS_1


Han Tae Tsu mengenakan pakaian adat istiadat Jawa Tengah. Dengan menggunakan pakaian adat tersebut, Han Tae Tsu nampak terlihat menawan. Ternyata pakaian tersebut sangatlah cocok untuk dipakainya.


Setelah selesai memakai pakaian tersebut Han Tae Tsu pun di sandingkan dengan Arumi untuk duduk berdua di atas pelaminan. Bak bagaikan sepasang ratu dan raja dalam sehari, mereka duduk di singgah sana menunggu proses acara demi acara selesai.


Pandangan Han Tae Tsu tak pernah lepas dari wajah cantik Arumi.


"Cantik." Satu kata yang terucap di dalam hati Han Tae Tsu.


Acara pernikahan pun akhirnya telah selesai.Mereka nampak kelelahan dibuatnya.


"Terlalu banyak acara,badanku terasa capek banget. " Ucap Han Tae Tsu pelan.


Saat ini Han Tae Tsu dan Arumi sudah berada di dalam kamar mereka atau lebih tepatnya kamar pengantin.


Arumi yang mendengar keluhan Han Tae Tsu pun mendekati Han Tae Tsu.


Melihat Arumi mendekati dirinya, Han Tae Tsu pun segera angkat bicara.


Arumi, kamu mau apa...? "Seru Han Tae Tsu.


" Tuan. "Ucap Arumi.


" Jangan mendekat...! "Cegah Han Tae Tsu kepada Arumi.


" Tuan ada apa...?,kenapa saya tidak boleh mendekati tuan...? "Tanya Arumi dengan nada polos.


" Arumi, a... a... aku. Aku belum bisa memberikan hak mu malam ini. "Ucap Han Tae Tsu dengan nada bicara gugup.


" Hak...? Hak apa maksud tuan...? "Tanya Arumi dengan nada bicara polos.


" Hak, ya hak kamu. "Jawab Han Tae Tsu lagi.


" Tuan, "Ucap Arumi namun berhasil di potong oleh Han Tae Tsu.


" Sudah aku bilang, jangan panggil aku tuan...! "Kata Han Tae Tsu berusaha untuk mengalihkan obrolannya dengan Arumi.


" Maaf tuan, maksud saya sa.. sayang. "Jawab Arumi.

__ADS_1


" Sayang. "Ucap Arumi lagi.


" Kenapa wanita ini tidak sabaran sekali,kelihatannya saja polos. Tapi ternyata dia tidak sabaran untuk segera meminta haknya dia, dimalam pertama ini. Aku harus bagaimana,sedangkan senjataku saja masih belum kering sepenuhnya. "Keluh Han Tae Tsu dalam hati.


" Ya ada apa...!? "Sahut Han Tae Tsu dengan nada bicara dibuat datar, padahal hal itu ia lakukan hanya sekedar untuk menutupi kegugupannya.


Arumi melangkah selangkah demi selangkah mendekati Han Tae Tsu.


Hal itu dilihat oleh Han Tae Tsu,kemudian Han Tae Tsu pun berkata,


" Jika kamu mau berbicara denganku sebaiknya jangan mendekati aku, cukup bicara dari sana saja. "Kata Han Tae Tsu kepada Arumi.


" Kenapa tuan, maksud saya sayang...? Apakah aku membuatmu tidak nyaman...? "Tanya Arumi merasa minder sebab Han Tae Tsu tidak mau ia dekati.


" Ya. "Jawab Han Tae Tsu cepat.


" Apa...? "Seru Arumi dengan meneteskan air mata.


" Jika saya membuat tuan tidak nyaman, lalu kenapa tuan menikahi saya tuan...? "Tanya Arumi kepada Han Tae Tsu dengan menangis.


" Bu... bukan itu maksud aku Arumi...! Ada hal yang tidak semestinya kamu ketahui untuk saat ini. Itulah alasannya, bukan yang lain.Tapi jika kamu memaksanya, beri waktu aku satu minggu untuk bisa memberikan hak yang kamu inginkan. "Terang Han Tae Tsu kepada Arumi.


Arumi nampak bingung dibuatnya. Hak apa yang dimaksud oleh Han Tae Tsu. Sedangkan dirinya mendekati Han Tae Tsu hanya sekedar untuk memijatnya, sebab dirinya mendengar Han Tae Tsu mengeluh capek.


" Hak...! Hak apa tuan...?! Kenapa dari tadi tuan membahas kata hak-hak terus...!Hak apa yang tuan maksud...!!?"Tanya Arumi yang masih belum mengerti tentang hak yang dimaksud oleh Han Tae Tsu.


"Sial,wanita ini polos atau hanya pura-pura polos...? " Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Han Tae Tsu.


"Hak ya hak Arumi, hak istri atau suami yang baru menikah.Biasanya kan mereka melakukan hubungan suami istri. Hak itu maksud saya. " Terang Han Tae Tsu kesal, karena sedari tadi Arumi tidak mengerti mengerti maksud dari ucapannya.


Setelah mendengar keterangan dari Han Tae Tsu barusan, barulah Arumi mengerti maksud dari ucapan Han Tae Tsu tentang hak yang Han Tae Tsu bicarakan. Arumi pun tertawa terbahak bahak.


"Hahaha... " Tawa Arumi sembari memegangi perutnya karena sakeng lucunya.


Melihat hal itu, Han Tae Tsu pun keheranan. Dan bertanya...


"Apanya yang lucu Arumi, kenapa kamu tertawa....? " Tanya Han Tae Tsu tak mengerti, pasalnya tadi Arumi menangis-nangis dan kenapa tiba-tiba malah tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Hahaha... tuan, tuan. Kenapa tuan berpikiran seperti itu. Arumi mendekati tuan, hanya karena Arumi mau memijat tuan. Sebab tadi Arumi dengar tuan mengeluh kecapekan. "Ungkap Arumi dan kemudian dirinya pun kembali tertawa terbahak bahak.


Han Tae Tsu pun malu, dan dirinya hanya diam saja berpura-pura marah.


__ADS_2