
"Sepuluh menit lagi... " Ucap Arumi dengan dirinya sendiri.
"Baiklah, aku terpaksa memilih pergi. Karena dia mengancamku.Keluagaku lebih dari segala-galanya,kebahagiaan keluargaku adalah prioritas utamaku. Baiklah.... " Tekad Arumi mengambil keputusan.
Arumi pun mempersiapkan diri untuk pergi meninggalkan rumah bersama dengan Herman.
"Tinggal lima menit lagi. " Ucap Arumi pelan.
"Ayah, ibu maafkan Arumi. Karena untuk yang kedua kalinya, Arumi terpaksa harus meninggalkan rumah lagi. Hiks.... " Ucap Arumi sembari meneteskan air mata.
"Maafkan Arumi mama,bukan maksud Arumi meninggalkan pernikahan ini. Tapi semua ini, Arumi lakukan demi keamanan keluarga Arumi. Arumi tidak ingin jika keluarga Arumi tertimpa musibah hanya karena Arumi. " Ucap Arumi lagi.
"Tuan Han,aku minta maaf.Karena aku tidak bisa memenuhi janji kita. Janji untuk membahagiakan mama. Hiks.... " Ucap Arumi dengan menangis.
Di depan rumah Arumi,Herman telah memakirkan mobil yang ia kendarai. Setelahnya Herman pun masuk ke dalam rumah Arumi tanpa permisi. Padahal ada banyak orang yang lalu lalang disana. Seperti pada umumnya di desa, dua hari sebelum pernikahan ada acara munjung-munjung ke sanak saudara dan tetangga-tetangga di sekitarnya. Guna untuk pengganti undangan pernikahan.
Semua orang berbisik-bisik melihat kedatangan Herman di rumah Arumi. Pasalnya mereka tahu,kalau Herman pernah menjadi suami Arumi sebelumnya.
Tanpa permisi Herman langsung menuju ke kamar Arumi. Dirinya kemudian mengetuk pintu kamar Arumi.
"Tok... tok... tok... " (Bunyi suara ketukan pintu).
Arumi yang sedang berada di dalam kamar pun segera membukakan pintu. Dia tahu kalau yang sedang mengetuk pintu kamarnya adalah Herman. Karena sebelumnya Herman memberikannya kode kedatangan dirinya.
"Cekreek... " (Bunyi suara pintu di buka).
Tanpa menunggu Arumi mempersilahkan Herman masuk, Herman sudah lebih dulu menerobos masuk ke dalam kamar Arumi tanpa permisi. Sedangkan Arumi memilih diam dan kemudian menutup kembali pintu kamarnya.
"Bagaimana....? " Ucap Herman.
Arumi masih terdiam.
"Arumi,aku bertanya kepadamu...! Bagaimana keputusanmu...?? " Ucap Herman lagi.
"Baiklah mas Herman, aku ikut denganmu. " Jawab Arumi dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Keputusan yang tepat sayang... " Kata Herman sembari hendak memeluk Arumi,namun Arumi segera menghindar darinya.
Herman pun tersenyum, walaupun hatinya kesal.
"Sial,untuk kali ini aku biarkan. Namun untuk lain kali, jangan harap kau akan lepas dariku. " Batin Herman.
"Kenapa kamu menghindar sayang, bukankah kamu telah memilihku...? " Tanya Herman kepada Arumi dengan tampang wajah yang di buat sepolos mungkin.
"Maafkan mas Herman,tapi kita belum menikah. Jadi sebaiknya janganlah mas Herman berbuat yang macam-macam di luar batasan. " Jawab Arumi dengan nada bicara datar.
"Baiklah, aku sudah tidak sabar lagi untuk memilikimu seutuhnya. Setelah kita pergi dari sini, kita akan langsung menikah. Sebaiknya dari sekarang kamu mempersiapkan diri untuk itu. " Ucap Herman dengan sedikit menekankan di setiap ucapannya.
Mendengar ucapan dari Herman, Arumi hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa membalas ucapan Herman.
Herman mengajak Arumi ke samping rumah Arumi. Di sana sudah ada satu unit mobil yang sudah di sediakan oleh Herman. Herman pun menyuruh Arumi untuk masuk ke dalam mobil tersebut. Sedangkan dirinya memeriksa di sekitar ada orang lain atau tidak, setelah dirinya merasa aman barulah Herman menyusul Arumi untuk masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan kencang.
Herman melihat Arumi sembari tersenyum bahagia karena dirinya telah berhasil memiliki Arumi, dan tinggal selangkah lagi tujuannya untuk memiliki Arumi seutuhnya akan tercapai. Herman memandangi wajah cantik Arumi yang tanpa polesan itu. Namun dari wajah Arumi terpancar rasa takut yang membuat Herman cemas.
"Apa aku semenakutkan itu, sampai membuatnya ketakutan seperti ini...? " Pikir Herman berasumsi sendiri.
"Apa yang kamu pikirkan...? " Tanya Herman kepada Arumi yang tengah merasa tidak nyaman.
"Arumi, aku bertanya kepadamu...! " Ucap Herman dengan nada bicara membentak.
Arumi gelagapan mendengar bentakkan dari Herman, pasalnya sedari tadi pikirannya sedang beradu baku mencari jalan keluar untuk bisa menolak ajakkan dari Herman.
"A... a... apa mas...? " Jawab Arumi dengan ketakutan.
Herman mendengus kesal dan menghentikan laju mobilnya secara mendadak.
"Break.... " (kepala Arumi terbentur dasbor mobil).
"Auugh... " Seru Arumi.
Herman melirik ke arah Arumi,dan berusaha membantu Arumi.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja...? " Tanya Herman perhatian.
"Ya,tidak apa-apa mas. " Sahut Arumi dengan memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Apa kamu terluka...? " Tanya Herman khawatir,sebab dirinya merasa bersalah.
"Mas kita sudahi saja semua ini...!Semua ini salah mas... " Ucap Arumi dengan suara bergetar.
"Apa maksud kamu Arumi...? Dan apanya yang salah....? " Jawab Herman tidak mengerti dengan maksud ucapan dari Arumi barusan.
"Tindakan kita mas, bukan, bukan kita tapi kamu...! " Jawab Arumi datar.
"Hehe... apa maksud kamu Arumi...!! Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan barusan...!? " Ucap Herman dengan tersenyum.
"Tak ada yang salah Arumi,maupun kamu atau aku. Ki... kita saling mencintai satu sama lain.Jadi dari mana salahnya...? " Jawab Herman enteng.
Arumi menatap Herman dengan tajam dan berkata,
"Kita tidak mencintai satu sama lain mas, tapi kamu yang memaksaku untuk pergi bersamamu. Kamu mengancamku,maka dari itu aku ikut denganmu. " Sahut Arumi tegas.
"Dan cinta yang kamu ucapkan. Itu bukanlah cinta mas,karena dalam cinta tidak ada pemaksaan maupun ancaman. Kamu tidak mencintaiku mas,tapi kamu hanya terobsesi denganku. Jika kamu mencintai aku,pasti kamu akan bahagia jika melihatku bahagia. Dan bukannya sebaliknya,.... " Terang Arumi panjang lebar kepada Herman.
"Dan aku tidak perduli dengan semua yang kamu ucapkan Arumi. " Jawab Herman dengan wajah garang.
Herman pun mendekati Arumi dan bermaksud untuk memberikan Arumi peringatan. Herman memegangi pundak Arumi dan ingin mencium Arumi dengan paksa. Namun usahanya sia-sia karena Arumi berhasil menghindarinya. Dengan sekuat tenaga Arumi menendang kelemahan Herman dengan kerasnya.
Herman pun meringis kesakitan karena barang berharganya kena serang.Keadaan ini Arumi gunakan untuk berusaha kabur dari sana. Dia membuka pintu mobil yang kebetulan tidak terkunci dan segera melarikan diri.
"Awas kau Arumi.... aku akan memberimu pelajaran.!! " Teriak Herman dengan meringis kesakitan.
Akhirnya Arumi bisa kabur dari Herman. Namun kini dirinya bingung harus kemana,karena dirinya tidak terlalu mengenal tempat itu.Hari sudah mulai gelap,sedangkan dirinya masih berada di jalanan.
"Aku bingung harus kemana...? Aku memang orang sini, tapi aku tidak tahu menahu tentang daerah sini. Hiks... hiks... hiks... " Ucap Arumi di sela-sela tangisannya.
Tidak berselang lama kemudian datanglah seorang lelaki dengan mengendarai sepeda motor. Lelaki tersebut pun turun dari motornya, dan membawa helm untuk ia berikan kepada Arumi.
__ADS_1
"Ini pakailah...! " Perintah lelaki tersebut dengan menyerahkan helm yang dirinya bawa.
Sedangkan Arumi melongo dibuatnya. Siapa lelaki tersebut....