DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 48


__ADS_3

Arumi menerima helm yang diberikan oleh lelaki tersebut dan memakainya. Setelahnya Arumi pun naik ke atas motor sport yang dikendarai oleh lelaki itu. Lelaki tersebut tidak lain adalah Han Tae Tsu.


Flashback on....


"Tuan Han,sekarang ini pak Herman telah berencana untuk membawa nona Arumi pergi. " Ucap Park Lee Min menyampaikan apa yang dirinya ketahui dari orang suruhannya.


Park Lee Min sengaja menyuruh orang untuk mengawasi kediaman rumah Arumi. Setelah dirinya tahu tentang kebenaran Herman yang ingin mengajak Arumi pergi. Park Lee Min juga tahu kalau Herman lah yang sudah mengancam Arumi, agar Arumi mau pergi dengannya.


"Awasi dia terus,jangan sampai lengah. " Jawab Han Tae Tsu datar.


"Baik tuan. " Sahut Park Lee Min dan pergi dari sana.


Han Tae Tsu sedang sibuk dengan ponsel pintar miliknya,dirinya berbicara tanpa melihat lawan bicaranya.Dirinya ternyata tengah sibuk memantau Arumi,lewat ponsel pintar miliknya.Karena sebelum Arumi pulang ke rumahnya, Han Tae Tsu sempat mengaktifkan GPS handphone Arumi.


"Aku sudah curiga dari awal,dan dugaanku tepat. Pak Herman,kamu belum tahu kalau kamu berhadapan dengan siapa. " Ucap Han Tae Tsu pada dirinya sendiri.


"Tuan Park,..! " Panggil Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


"Ya,tuan." Jawab Park Lee Min menghadap Han Tae Tsu.


"Tolong siapkan motor sport milikku. " Ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


"Baik tuan. " Jawab Park Lee Min.


"Park Lee Min,kamu urus pak Herman. Biar aku urus Arumi. " Ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


"Baik tuan. "?Jawab Park Lee Min.


" O, ya tuan Park.Malam ini aku tidak pulang,"Ucap Han Tae Tsu lagi.


"Baik tuan. " Jawab Park Lee Min.


"Tapi tuan dan nona mau kemana...? " Tanya Park Lee Min kepada Han Tae Tsu.


"Bukan urusanmu. " Jawab Han Tae Tsu dengan tersenyum.


"Oh... baik tuan. " Jawab Park Lee Min dengan tersenyum juga.


Han Tae Tsu pun pergi menggunakan sepeda motor sport miliknya. Sedangkan Park Lee Min mengurus Herman.


Flashback of...

__ADS_1


Han Tae Tsu membawa Arumi ke suatu tempat. Tempat yang jauh dari rumah Arumi maupun rumah Herman atau lebih tepatnya rumah keluarga Han.Di tempat ini ada sebuah rumah berbentuk joglo yang besar. Di sekitarnya ditanami bunga-bunga indah yang berwarna warni,di samping rumah ada sebuah kolam ikan yang di isi dengan berbagai ikan yang berwarna warni pula. Gemericik air mancur menambah keindahan rumah.


Han Tae Tsu turun dari motor sport miliknya, disusul dengan Arumi di belakangnya.


"Kita dimana tuan...? " Tanya Arumi kepada Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu pun menoleh ke belakang tempat Arumi berdiri.


"Di rumah.Ini rumahku Arumi, dan sebentar lagi akan menjadi milikmu juga." Jawab Han Tae Tsu dengan tersenyum lembut dan berjalan ke arah pintu rumah.


Arumi hanya menganggukkan kepalanya


saja dan mengekor di belakang Han Tae Tsu. Han Tae Tsu pun mengetuk pintu rumah.


"Tok... tok... tok... " (bunyi ketukan pintu).


"Cekrek... "(Bunyi pintu dibuka).


Dari dalam rumah, muncullah sepasang suami-istri paruh baya.


" Tuan muda...? "Sapa sang suami kepada Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu pun tersenyum, dan berkata.


" Tuan muda,"Seru bu Rida dengan tersenyum bahagia.


Bu Rida dan pak Aji adalah pasangan suami istri yang di percayai oleh Han Tae Tsu untuk menjaga rumah pribadinya. Mereka tinggal di rumah Han Tae Tsu bersama dengan kedua anak kembar mereka,Donny dan Donna.


"Silakan masuk tuan muda, nona. " Ajak bu Rida.


Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.


"Silakan duduk dulu tuan muda, nona...? " Ucap bu Rida yang belum selesai bicara namun sudah di sela oleh Han Tae Tsu.


"Arumi, namanya Arumi. " Kata Han Tae Tsu.


"Nona Arumi. " Ucap bu Rida sembari tersenyum.


Sedangkan Arumi tersenyum lembut menanggapi ucapan bu Rida.


"Sebentar tuan muda, biar saya siapkan dulu kamarnya. Tuan muda mendadak datangnya jadi saya belum sempat beres-beres. " Ucap bu Rida.

__ADS_1


Setelah beberapa menit berlalu bu Rida mempersilahkan mereka untuk beristirahat di kamar masing-masing.


"Sudah siap kamarnya tuan,nona. " Ucap bu Rida kepada Han Tae Tsu dan juga Arumi.


"Terima kasih bu Rida. " Jawab Han Tae Tsu.


"Mari nona Arumi,saya tunjukkan kamar anda. " Ucap bu Rida kepada Arumi tidak lupa dengan tersenyum.


"Iya." Jawab Arumi dengan tersenyum.


Bu Rida mengantarkan Arumi ke kamar yang sudah ia sediakan untuk Arumi.Setelah sampai di depan kamar,


"Nona Arumi,ini kamar untuk anda. Jika anda memerlukan sesuatu, panggil saja saya. Saya berada di rumah belakang. " Ucap bu Rida dengan tersenyum lembut.


"Iya bu Rida, terima kasih. " Jawab Arumi dengan tersenyum pula.


Bu Rida pun berlalu meninggalkan Arumi seorang diri. Setelah kepergian bu Rida, Arumi pun masuk ke dalam kamar.


"Kamar yang indah. " Gumam Arumi pelan.


Arumi pun merebahkan badannya di atas tempat tidur. Baru beberapa menit,terdengar ketukan pintu.


"Tok... tok... tok... (Bunyi ketukan pintu).


Mendengar ketukan pintu, Arumi pun segera bangun dari rebahannya dan pergi membukakan pintu kamar.


" Cekrek... "(Bunyi pintu kamar dibuka).


Terlihat gadis seumurannya berdiri di depan pintu kamarnya.


" Permisi nona,ini pakaian untuk ganti anda, dari tuan Han. "Ucap gadis itu sembari menyerahkan beberapa helai pakaian. Gadis itu tidak melihat wajah Arumi, karena Arumi bersembunyi di balik pintu. Arumi hanya mengulurkan tangannya saja untuk menerima pakaian tersebut. Setelah menerimanya,Arumi pun langsung saja menutup pintu kamarnya lagi.Hal itu dilakukan oleh Arumi, setelah dirinya tahu siapa gadis tersebut.


Ya gadis tersebut adalah Donna,gadis yang pernah membencinya. Karena kecantikan yang Arumi miliki. Donna merasa Arumi menyaingi kecantikannya,sebab itu dirinya membenci Arumi.


" Donna...? "Seru Arumi pelan.


" Apakah dia tinggal di disini...? "Gumam Arumi lagi.


" Aku pikir, mungkin dia hanya mirip saja. "Ucap Arumi kemudian.


Kebetulan Donna dan Donny pernah satu sekolah dengan Arumi.Arumi kelas tiga SMA sedangkan Donny dan Donna kelas satu SMA.Donna memang cantik,namun lebih cantik Arumi. Hal itu membuat hal iri pada diri Donna. Sampai-sampai Donna sangat membenci Arumi, karena merasa disaingi kecantikannya. Donna selalu berbuat yang tidak baik kepada Arumi. Hingga dirinya pernah menfitnah Arumi. Arumi ia tuduh pernah mencuri ponsel miliknya,dan segala macam cara lainnya untuk menyudutkan Arumi.

__ADS_1


Donna selalu menganggap dirinya kaya raya, waktu kala itu.Sebab itulah ia menjadi sombong. Padahal sebenarnya ia hanya anak seorang penjaga rumah saja.


__ADS_2