
Tak terasa keluarga Han Tae Tsu sudah hampir dua minggu berada di kota P. Pagi ini rencananya mereka akan kembali ke kota Jakarta. Sebelum berangkat ke kota Jakarta keluarga Han Tae Tsu terlebih dahulu akan berpamitan kepada keluarga Arumi,mereka pun pergi ke rumah Arumi.
Di perjalanan menuju rumah Arumi.
"Han, kelihatannya mama mau ambil jalan udara saja biar lebih cepat sampai ke kota Jakarta. " Ujar Hong Han Na sembari menikmati pemandangan di luar jendela mobil.
"Terserah mama saja," Jawab Han Tae Tsu menanggapi ucapan sang mama.
"Bagaimana denganmu, Arumi...? Kamu mau ikut mama atau mau ikut suamimu saja...? " Tanya Hong Han Na kepada menantu barunya itu.
"Arumi... " Belum selesai Arumi mengungkapkan kata hati nya namun sudah terlebih dahulu Han Tae Tsu memotong ucapan nya.
"Arumi akan ikut denganku ma, iya kan sayang...? " Ucap Han Tae Tsu kepada sang mama dan sang istri sekali bicara.
"Baiklah kalau begitu,nanti setelah pulang dari rumah Arumi tolong antarkan mama ke bandara dulu. " Ucap Hong Han Na.
Sedangkan Arumi hanya menundukkan kepalanya saja.
"Ya, ma. " Jawab Han Tae Tsu.
Sampailah mereka di rumah Arumi. Nampak terlihat keluarga Arumi sudah ada di depan rumah menyambut kedatangan mereka.
"Ayo jeng silakan masuk, mari nak Han, tuan Park. Arumi ayo ajak suamimu masuk...! " Ucap bu Darnia.
"Nggeh bu,mari tuan. " Ucap Arumi pelan.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah Arumi.
"Anggap saja seperti rumah sendiri jeng, " Kata bu Darnia dengan tersenyum bahagia.
"Ayu,ayo ambilkan yang tadi...!" Ucap bu Darnia menyuruh Ayu untuk mengambilkan sesuatu yang telah di sediakan sejak tadi.
__ADS_1
"Arumi, tolong bantu kakak iparmu...!"Suruh ibu Darnia kepada Arumi juga.
"Baik ibu. " Jawab Arumi patuh.
"Dua minggu lagi resepsi pernikahan Arumi dan Han Tae Tsu yang kedua akan dilangsungkan di kota Jakarta. Maka dari itu,kami izin pamit dulu untuk mempersiapkan keperluan-keperluan yang akan dibutuhkan nanti. " Ucap Hong Han Na kepada bu Darnia.
"Iya jeng," Jawab bu Darnia sembari tersenyum.
Arumi dan mbak Ayu pun datang dengan membawa nampan di tangan mereka,yang berisikan makanan ringan dan air teh.
"Silakan, monggo-monggo dicicipi. " Tawar bu Darnia kepada para tamunya.
"Terima kasih jeng,tapi jangan repot-repot." Jawab Hong Han Na sembari tersenyum lembut.
"Tidak jeng,tidak merepoti kok. "Jawab bu Darnia dengan tersenyum lembut pula.
Mereka berdua asik mengobrol bersama. Sedangkan Park Lee Min dan Han Tae Tsu hanya diam mendengarkan obrolan kedua nya. Pak Warsito yang menyadari hal itu pun memulai obrolan.
" Nak Han,bapak titip anak perempuan bapak ke nak Han.Bapak harap nak Han, mau menerima kekurangan maupun kelebihan Arumi. Bapak percaya nak Han, bisa memegang amanah bapak ini. "Ucap pak Warsito kepada Han Tae Tsu.
" Insyaallah pak. "Jawab Han Tae Tsu penuh sopan santun.
" Terima kasih nak Han. "Ucap pak Warsito kemudian.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya keluarga Han Tae Tsu pun berpamitan.
" Kami permisi jeng, maaf kalau sebelumnya kami merepotkan jeng Darnia. "Ucap Hong Han Na kepada besan barunya itu.
" Tidak jeng, tidak merepotkan. "Jawab bu Darnia dengan tersenyum.
Han Tae Tsu pun berpamitan juga dengan keluarga Arumi, begitu juga dengan Park Lee Min. Setelah mereka bertiga berpamitan, baru lah Arumi yang berpamitan kepada keluarga nya.
__ADS_1
" Bapak, ibu. Arumi pamit,doakan Arumi semoga acara nya berlangsung dengan lancar tanpa satu pun kendala apa-apa. "Ucap Arumi kepada kedua orang tuanya.
" Iya nak, bapak ibu selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Hati-hati dijalan ya, semoga selamat sampai tujuan. "Ucap pak Warsito kepada Arumi.
" Amin. "Sahut Arumi sembari mencium punggung belakang tangan ibu dan bapaknya secara bergantian.
Tibalah Arumi berpamitan dengan mbak Ayu dan mas Galih.
" Mbak Ayu, Arumi pamit. "Ucap Arumi sembari meneteskan air mata nya.
Ayu pun memeluk Arumi sesudah menghapus air mata Arumi.
" Iya Arumi, hati-hati dijalan. "Jawab mbak Ayu dengan meneteskan air mata juga.
" Mas Galih,Arumi pamit. "Ucap Arumi yang sudah tidak mampu mengucapkan kata-kata lagi.
" Adikku, "Ucap Galih terharu.
" Hati-hati di jalan ya,jangan lupa kalau sudah sampai sana, hubungi mas Galih. "Ucap mas Galih kepada Arumi.
" Iya mas, Arumi pamit. "Ucap Arumi kemudian.
Arumi beserta keluarga barunya pun pergi meninggalkan rumah Arumi.
Di perjalanan, " Arumi,mama rasa kamu ikut dengan mama saja. Karena kelihatannya kamu nampak kelelahan. "Ucap Hong Han membuka obrolan di dalam mobil.
Han Tae Tsu yang mendengar ucapan sang mama hanya diam sembari memainkan ponsel pintar nya.
Sedangkan Arumi, " Baik ma, Arumi ikut mama. "Jawab Arumi mantap.
Di sisi lain, walaupun Han Tae Tsu nampak tidak perduli. Ternyata dirinya hanya berpura-pura sok sibuk memainkan ponsel pintar nya ia pun bergumam,
__ADS_1
"Apa maksud nya ikut dengan mama,,,? " Batin Han Tae Tsu.
"Aku suaminya, dan kenapa ia malah ikut dengan mama bukan ikut denganku,dasar payah...! " Batin Han Tae Tsu lagi dalam hati.