
"Tok... tok... toook... " Bunyi ketukan pintu yang dilakukan oleh Han Tae Tsu pada pintu kamar Hong Han Na.
Karena tidak ada sahutan dari dalam kamar, Han Tae Tsu pun mengulangi nya kembali.
"Tok... tok... toook... " Bunyi ketukan pintu.
"Ma, mama...!?? " Ucap Han Tae Tsu dengan sedikit berteriak,bermaksud agar Hong Han Na mendengarnya. Namun usahanya sia-sia, sebab tidak ada sahutan dari dalam kamar.
"Kemana perginya mama,bukankah tadi Arumi bilang mama ada di dalam kamarnya.Tapi ,kenapa tidak ada sahutan dari dalam kamar nya mama...??" Ucap Han Tae Tsu kepada dirinya sendiri.
"Han,,, kenapa kamu berada disini...?? " Tanya Hong Han Na yang baru datang kepada Han Tae Tsu.
"Mama dari mana...? Sedari tadi Han cari tidak ada. " Jawab Han Tae Tsu kepada Hong Han Na yang berada di depan ia berdiri.
"Bukankah kata Arumi mama berada di dalam kamar...? " Ucap Han Tae Tsu kemudian.
"Benar kata Arumi, tapi tadi mama keluar sebentar. Ada apa, memangnya...? " Tanya Hong Han Na penuh dengan nada menyelidik.
"Bukannya mama yang mencari Han tadi, kata Arumi...? " Jawab Han Tae Tsu.
"Astaga, mama lupa... " Ujar Hong Han Na dengan menepuk kepala nya pelan.
"Lupa apa ma,? " Tanya Han Tae Tsu kepada Hong Han Na dengan rasa penasarannya.
"Bukankah semalam mama bilang,pagi ini kita mau ke rumah Arumi...? Kenapa bisa lupa,mama." Seru Hong Han Na.
"Baiklah,bersiaplah sekarang. Mama mau ganti pakaian dulu. " Ucap Hong Han Na kemudian dan segera berlalu masuk ke dalam kamarnya.
"Astaga,kenapa aku tidak bisa menolak ucapan dari mama. " Keluh Han Tae Tsu pelan dan berlalu pergi ke dalam kamarnya.
Sedangkan Herman,dirinya pergi menemui Arumi secara diam-diam.
"Arumi,apa yang sedang kamu lakukan disini...?Bukankah sebaiknya sekarang kamu harus bersiap-siap...?" Tanya Herman kepada Arumi yang tengah melamun di ruang tengah, sembari menunggu kedatangan Hong Han Na dan juga Han Tae Tsu.
"Mas,Herman...?! " Jawab Arumi dengan terkejut.
__ADS_1
Herman yang melihat raut wajah Arumi terkejut pun berkata,
"Kenapa kamu nampak terkejut Arumi...?Apa kamu melihat hantu...?? "Tanya Herman dengan nada penuh menyelidik.
Herman tak henti-hentinya memandangi wajah cantik Arumi yang tanpa polesan itu.
" Ti... ti... tidak mas. "Jawab Arumi dengan nada suara gugup.
" Ayolah Arumi,kenapa kamu canggung sekali denganku. Kita pernah mengenal satu sama lain bukan...?Bahkan kita juga pernah menjadi sepasang suami-istri.Jadi menurutku kamu tidak perlu canggung denganku. "Ujar Herman dengan tersenyum menyeringai.
Herman berjalan mendekati Arumi selangkah demi selangkah.Begitu pula dengan Arumi, dirinya secara perlahan mundur selangkah ke belakang mengikuti jejak langkah Herman yang maju selangkah ke depan.Hingga akhirnya dirinya terpojokkan di sudut ruangan.
"Ada apa ini...?? " Suara bariton dari Han Tae Tsu yang melihat Arumi dan Herman berdekatan.
"Sial."Seru Herman pelan dengan nada suara kesal.
Herman kembali bersikap seperti biasa.
" Tuan muda Han, kami sudah lama menunggu anda. Dimana nyonya besar, tuan...?? "Tanya Herman dengan berpura-pura.
" Mama masih bersiap,kamu nanti ikut dengan mobil mama saja Pak Purnomo. Saya mau pergi ke suatu tempat dengan Arumi dulu. "Ucap Han Tae Tsu kepada Purnomo atau Herman.
" Dan kamu Arumi,ikuti aku...!! "Perintah Han Tae Tsu kepada Arumi.
" Pak Purnomo,saya berangkat dulu.Nanti kalian langsung pergi saja ke rumah Arumi.
"Baik tuan muda. " Jawab Herman.
Han Tae Tsu dan juga Arumi pun pergi meninggalkan rumah.
"Mau kemana mereka,aku harus tahu kemana mereka pergi. " Ucap Herman dalam hati.
Herman pun mengambil benda pipih yang berada di dalam saku celana yang dikenakan nya. Dia pun menghubungi seseorang.
"Hallo...! " Kata Herman dengan seseorang di balik ponsel pintarnya.
__ADS_1
"Ya, boss. " Jawab seseorang di balik telepon.
"Ikuti kemana mobil tuan muda Han pergi, dan awasi dia...!! " Perintah Herman kepada seseorang di balik telepon.
"Baik tuan. " Jawab seseorang tersebut.
Herman pun segera menutup kembali panggilan telepon nya.Karena dia melihat kedatangan Hong Han Na dan juga Park Lee Min.
"Purnomo,dimana Han Tae Tsu dan juga Arumi...? Kenapa mereka belum berada di sini...? " Tanya Hong Han Na kepada Herman.
Herman pun menjawab, "Tuan muda Han dan juga nona Arumi sudah pergi duluan nyonya. Mereka mau kesuatu tempat dulu, kata tuan muda Han tadi. " Jawab Herman.
Hong Han Na pun menganggukkan kepala nya dan kemudian melirik ke arah Park Lee Min.
"Tuan Park,kenapa kamu tidak ikut dengan Han Tae Tsu...? " Tanya Hong Han Na kepada Park Lee Min.
"Maaf nyonya besar,tuan Han tidak memberitahukan kalau dirinya mau pergi duluan. " Terang Park Lee Min menjawab pertanyaan dari Hong Han Na.
"Ya sudah kita berangkat sekarang...! " Perintah Hong Han Na kepada Herman dan juga Park Lee Min.
Mereka bertiga pun berangkat menuju ke rumah Arumi.
Di tempat lain.
"Herman... lepaskan aku Herman... Aku ini bulekmu,bukan orang jahat Herman. Herman...Herman....Herman....hahaha..... sayangnya bulek Tuti....hahaha... " Teriak bulek Tuti yang berada di dalam sebuah ruangan di rumah kosong.Yang disediakan khusus untuk dirinya tinggali.
"Semua ini gara-gara gadis miskin itu... aku berjanji tidak akan pernah memaafkannya, aku bersumpah...!! " Teriak kembali.
Sedangkan di luar ruangan, ada dua penjaga yang menjaganya.
"Kasian wanita itu,dia sampai gila memikirkan boss Herman. Ucap salah satu penjaga kepada temannya.
" Ya, aku sendiri juga sebenarnya kasian. Tapi kenapa boss Herman malah mengurungnya di sini,bukannya di bawa ke rumah sakit jiwa saja. "Sahut temannya itu.
" Huss,,,! Hati-hati kalau kalian berbicara. "Sahut seseorang yang baru datang.
__ADS_1
" Tentu saja kalian tidak ingin kan, dipecat...? "Terang lelaki yang baru datang itu.
" Baik Pak, "Jawab mereka berdua dengan serentak. Mereka bertiga pun kembali ke tugas mereka masing-masing.