
Di perjalanan menuju kota J,Han Tae Tsu maupun Arumi hanya diam membisu. Hanya deru mesin mobil lah yang mengisi kesunyian di dalam mobil yang di tumpangi oleh pasangan pengantin baru tersebut.
Han Tae Tsu nampak serius mengemudikan mobil nya, sedangkan Arumi hanya diam membisu sembari memandangi pemandangan di luar jendela mobil.
"Apa kau haus...? " Tanya Han Tae Tsu memulai obrolan.
"Iya tuan. " Jawab Arumi singkat.
"Aku ini suamimu, bukan tuanmu. Jadi mulai sekarang berhentilah memanggilku tuan. " Ucap Han Tae Tsu kepada Arumi dengan melirik ke arah Arumi.
"Ba, baik tuan. Eh maksud saya...." Jawab Arumi dengan ragu dan langsung di sela oleh Han Tae Tsu.
"Sayang, panggil aku dengan sebutan sayang. " Ucap Han Tae Tsu dengan menekankan ucapan nya di setiap kata yang ia ucapkan.
Arumi pun menganggukkan kepala nya.
"Baik." Jawab Arumi singkat sembari menundukkan kepala nya.
Han Tae Tsu melirik ke arah Arumi lagi, dan berkata.
"Apa kau mencintai aku...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Arumi tanpa melihat ke arah Arumi.
"Tuan, eh bukan maksud saya sayang. " Ucap Arumi.
"Apa...? " Jawab Han Tae Tsu dengan nada bicara datar.
"Tidak apa. " Jawab Arumi.
"Kenapa aku tanya hal yang bodoh kepada dia. " Seru Han Tae Tsu di dalam hati.
"Sudah jangan dipikirkan, beristirahatlah. " Ucap Han Tae Tsu kemudian.
"Baik sayang. " Jawab Arumi agak kaku karena belum terbiasa.
__ADS_1
Han Tae Tsu fokus dengan kemudi nya kembali.
Sedangkan di belakang mobil yang di tumpangi oleh Han Tae Tsu dan Arumi. Ada sebuah mobil yang selalu mengikuti mobil mereka. Mobil tersebut di tumpangi oleh Hong Han Na dan Park Lee Min. Han Tae Tsu sendiri tidak tahu jika diri nya tengah di ikuti.
"Kenapa mereka nampak sepi-sepi saja, ya...? " Tanya Hong Han Na kepada Park Lee Min sembari mengawasi mobil yang di dikemudikan oleh putra semata wayang nya itu.
"Mungkin nona Arumi tidur, nyonya besar. " Jawab Park Lee Min.
"Ya, mungkin saja. " Ucap Hong Han Na.
Di mobil Han Tae Tsu.
"Arumi, aku lapar. Kita mampir makan dulu ya,,,! " Ajak Han Tae Tsu kepada Arumi.
Arumi pun menjawab pertanyaan dari Han Tae Tsu dengan menganggukkan kepala nya.
"Oke, kita cari dulu restoran. " Gumam Han Tae Tsu.
"Oke kita makan disana. " Jawab Han Tae Tsu sembari tersenyum menatap Arumi.
"Apa aku benar mencintai wanita ini, tapi kenapa hatiku susah untuk mengakui nya. " Batin Han Tae Tsu di dalam hati.
Tak berselang waktu lama, mereka pun sampai di restoran yang Arumi maksudkan. Mereka berdua pun turun dari mobil, dan langsung saja masuk ke dalam restoran. Arumi dan Han Tae Tsu mencari tempat duduk untuk mereka tempati, setelah mendapatkan tempat duduk untuk mereka. Datanglah seorang pelayan wanita mendatangi mereka berdua.
"Permisi tuan dan nona,ini buku menu makanan dan minuman yang tersaji di restoran kami. " Ucap sang pelayan restoran kepada Arumi dan juga Han Tae Tsu, sembari menyerahkan sebuah buku daftar menu makanan dan minuman yang ia pegang.
"Ya," Jawab Han Tae Tsu singkat tanpa tersenyum atau dengan nada bicara yang datar lebih tepatnya, sembari menerima buku daftar menu yang diberikan oleh pelayan restoran tersebut.
"Kamu mau pesan apa sayang...? " Tawar Han Tae Tsu kepada Arumi, setelah menunjukkan buku daftar menu tersebut kepada Arumi.
"Apa saja sayang, " Jawab Arumi sembari melirik ke arah Han Tae Tsu.
"Oke baiklah. Saya pesan makanan ini dua, dan minuman ini dua,dan kasih makanan penutup nya ini dua juga. " Ucap Han Tae Tsu kepada pelayan restoran tersebut sembari menunjukkan apa yang ingin dirinya pesan.
__ADS_1
"Oke, tuan dan nona. Mohon di tunggu sebentar pesanan nya. " Jawab pelayan restoran tersebut dan mengambil pesanan untuk mereka berdua.
Setelah pelayan restoran tersebut pergi dari meja mereka berdua.
"Apa kamu capek, Arumi...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Arumi yang kelihatan kecapean.
"Tidak, sayang. " Jawab Arumi sembari tersenyum lembut.
Han Tae Tsu pun menganggukkan kepala nya. Sedangkan di meja yang lain, Hong Han Na dan juga Park Lee Min juga berada di restoran tersebut dengan menyamar. Hong Han Na dan Park Lee Min terpaksa melakukan penyamaran, agar Han Tae Tsu dan juga Arumi tidak mengenali mereka berdua. Karena setahu Arumi dan juga Han Tae Tsu, Hong Han Na dan Park Lee Min sudah pulang ke kota J naik pesawat terbang. Padahal kenyataan nya Hong Han Na dan Park Lee Min tidak jadi pulang naik pesawat terbang, tapi malah sibuk membuntuti Han Tae Tsu dan juga Arumi.
"Mereka saling memanggil sayang. " Ucap Hong Han Na kepada Park Lee Min.
"Benar nyonya besar. " Jawab Park Lee Min menjawab pertanyaan dari Hong Han Na atau nyonya besar nya.
Beberapa saat kemudian datanglah pelayan restoran dengan berjalan berlenggak lenggok ke arah Hong Han Na dan juga Park Lee Min duduk.
"Permisi, oppa dan onni mau pesan apa...? " Tanya pelayan restoran yang genit tersebut kepada Hong Han Na dan juga Park Lee Min, dengan membawa buku daftar menu makanan dan juga minuman di tangan nya.
"Aku mau makanan terenak di restoran ini. " Jawab Hong Han Na tanpa menoleh ke sang pelayan restoran. Karena saat ini dirinya tengah sibuk mengawasi putra semata wayang nya dan juga menantu kesayangan nya.
"Untuk minum nya onni, mau pesan apa...? " Tanya si pelayan restoran itu lagi.
"Oren jus saja. " Jawab Hong Han Na.
"Baik, onni. " Ucap pelayan restoran tersebut.
"Untuk oppa, mau pesan apa...? " Tanya pelayan restoran tersebut dengan nada bicara yang di buat-buat.
"Samakan saja dengan beliau. " Ucap Park Lee Min.
"Oke oppa, onni. Mohon di tunggu pesanan nya. " Jawab si pelayan restoran tersebut. Ia pun pergi dari sana dimana Hong Han Na dan juga Park Lee Min duduk.
Di tempat duduk Arumi dan Han Tae Tsu duduk. Pesanan mereka berdua sudah datang, mereka pun langsung memakannya tanpa berbicara sepatah kata apa pun.
__ADS_1