DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 62


__ADS_3

Hong Han Na menyadari tingkah Han Tae Tsu yang berubah ia pun tersenyum bahagia di dalam hati.


"Mama tahu apa yang kamu pikirkan anak nakal. " Ucap Hong Han Na di dalam hati.


"Arumi...! " Ucap Hong Han Na memanggil Arumi menantu nya.


Arumi pun menoleh dan berkata, "iya ma, ada apa...? " Jawab Arumi.


"Kamu ikut Han Tae Tsu saja, mama tidak enak jika harus mengganggu kebersamaan kalian. Lagi pula kalian kan pengantin baru,jadi kalian harus sering bersama. " Tutur Hong Han Na kepada Arumi.


Arumi memandangi Han Tae Tsu yang tengah sibuk memainkan ponsel pintar nya. Nampak Han Tae Tsu tidak menanggapi obrolan yang dibuat oleh sang mama.


"Kenapa dia malah menatapku...? " Batin Han Tae Tsu di dalam hati.


"Arumi... " Belum sempat Arumi menyelesaikan ucapan nya, tiba-tiba Han Tae Tsu bersuara.


"Arumi,semua terserah kamu. Kamu mau ikut mama atau mau ikut denganku.... " Ucap Han Tae Tsu.


Sejenak Arumi pun berpikir, "Baiklah ma, Arumi ikut tuan Han saja. " Jawab Arumi memutuskan.


"Yes...! " Seru Han Tae Tsu di dalam hati.


Lagi lagi Hong Han melirik ke arah putra semata wayangnya.Hong Han Na melihat wajah Han Tae Tsu berseri-seri.


"Dasar payah,kenapa susah sekali untuk nya mau mengakui kalau dia memang mulai mencintai Arumi. " Batin Hong Han Na.


Hong Han Na pun menggeleng-gelengkan kepala nya sendiri.


Tak berselang waktu lama sampai lah mereka di kota S. Dan sebentar lagi akan memasuki wilayah Bandara di kota S.


"Arumi, mama ada sesuatu untukmu. " Ucap Hong Han Na kepada menantu nya.


"Ini." Ucap Hong Han Na lagi sembari memberikan sebuah kotak kado.


"Apa ini ma...? " Tanya Arumi kepada Hong Han Na sang ibu mertua nya. "

__ADS_1


"Nanti bukalah setelah mama naik pesawat. " Ucap Hong Han Na sembari tersenyum.


"Itu adalah pakaian dinas untukmu Arumi. " Batin Hong Han Na sembari melirik ke arah Han Tae Tsu putra semata wayang nya.


"Baik ma,terima kasih. " Jawab Arumi dengan tersenyum.


Sedangkan Han Tae Tsu menanggapi lirikan dari sang mama.


"Pasti ada sesuatu yang mama telah rencanakan, terlihat mama sangat bahagia. Setelah memberikan kado itu kepada Arumi. " Batin Han Tae Tsu.


Akhirnya sampai lah mereka di bandara kota S.Hong Han Na pun turun dari mobil, di susul dengan Arumi, Han Tae Tsu dan juga Park Lee Min.


"Mama pulang pergi dulu ya. " Ucap Hong Han Na berpamitan.


"Iya ma," Jawab Arumi.


"Hati-hati ma, " Ucap Han Tae Tsu kemudian.


"Ayo Park Lee Min...! " Ucap Hong Han Na mengajak Park Lee Min untuk ikut dengan nya.


Hal itu membuat Arumi dan juga Han Tae Tsu terkejut, pasalnya tidak ada rencana jika Park Lee Min akan ikut dengan sang mama, Hong Han Na.


"Han, kamu sendiri tahu kan, penyakit mama. Nanti kalau tuan Park tidak ikut mama, mama terus gimana...? " Jawab Hong Han Na berbohong.


"Lantas siapa yang menyetir jika tuan Park ikut mama...? " Tanya Han Tae Tsu balik.


"Ya kamulah, siapa lagi. Masak kamu mau menyuruh Arumi untuk menyetir...! " Ucap Hong Han Na kepada putra semata wayang nya itu.


"Tapi ma, " Ucap Han Tae Tsu yang terpotong oleh ucapan sang mama.


"Sudah sana lanjutkan lagi perjalananmu...!" Perintah Hong Han Na kepada Han Tae Tsu.


"Aku akan menunggu sampai pesawat mama terbang. " Jawab Han Tae Tsu.


"Jam berangkat nya masih dua jam lagi,sedangkan perjalanan kota S ke kota Jakarta masih butuh waktu yang lama.Mendingan kamu sekarang lanjutkan perjalananmu saja. " Ucap Hong Han Na menasehati putra semata wayang nya yaitu Han Tae Tsu.

__ADS_1


"Baiklah, " Jawab Han Tae Tsu.


"Tuan Park,tolong jagalah mama. " Ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


"Iya tuan. " Jawab Park Lee Min.


Sedangkan Arumi hanya diam saja sedari tadi. Setelah ia rasa akan memulai perjalanan barulah ia berbicara.


"Ma, Arumi pamit. " Ucap Arumi berpamitan kepada Hong Han Na.


"Iya sayang hati-hati ya, bilang mama kalau Han memarahi kamu. Nanti biar mama yang balaskan. " Ucap Hong Han Na sembari berbisik di dekat telinga Arumi dengan senyum-senyum sendiri.


Sedangkan Arumi hanya membalasnya dengan senyuman.


Han Tae Tsu sudah masuk ke dalam mobil, ia duduk di bangku depan tempat pengemudi. Sedangkan Arumi ia menyusul Han Tae Tsu masuk ke dalam mobil, namun ia masuk di belakang bangku pengemudi. Hal itu membuat Han Tae Tsu kesal.


"Ia kira aku ini sopir mamamu...! " Gerutu Han Tae Tsu di dalam hati.


"Kamu pikir, aku ini sopir kamu...! Duduk di depan...! " Ucap Han Tae Tsu dengan nadanya bicara kesal.


"Maaf tuan, baiklah. " Jawab Arumi dengan menundukkan kepala nya.


Han Tae Tsu membiarkan Arumi untuk membuka pintu mobil sendiri. Setelah Arumi masuk ke dalam mobil, "Pakailah sabuk pengamanmu...! " Ucap Han Tae Tsu tanpa menoleh ke arah Arumi.


"Iya, tuan. " Jawab Arumi singkat.


Setelah melihat Arumi selesai memakai sabuk pengaman, barulah Han Tae Tsu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


Di sisi lain Hong Han Na dan Park Lee Min berada.


"Kamu sudah menyiapkan semua tuan Park...? " Tanya Hong Han Na kepada Park Lee Min.


"Sudah nyonya besar. " Jawab Park Lee Min dengan hormat.


"Baiklah ayo sekarang kita buntuti mereka. " Ucap Hong Han Na.

__ADS_1


"Baik nyonya besar. " Jawab Park Lee Min.


Ternyata Hong Han Na sudah merencanakan ini semua sejak awal. Ia melakukan ini semua bukan tanpa sebab. Karena ia ingin mendekatkan Han Tae Tsu dengan Arumi lebih dekat lagi. Bahkan ia sudah merencanakan sesuatu yang mungkin Arumi dan Han Tae Tsu tidak ketahui.


__ADS_2