
Sudah 3 hari ini Herman dirawat di rumah sakit. Dan pada hari ini Herman sudah diperbolehkan pulang ke rumah.Herman mencari keberadaan Arumi,namun sayangnya dirinya tidak dapat menemukan nya. Hendak berbicara Herman pun tidak bisa. Herman mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berbicara,sampai saat ini penyakit Herman belum diketahui pasti apa penyebabnya.Dokter pun menyerah dan menyarankan Herman untuk di rawat di rumah saja. Karena hasil dari diagnosa dokter,semua nya baik dan normal. Namun kenapa Herman bisa lumpuh dan tidak dapat berbicara,apalagi kalau bukan ini terkena guna-guna.
Di bantu oleh dua orang suster, akhirnya Tuti memutuskan untuk membawa Herman pulang.
"Sus, kamu tolong urus semua kebutuhan Herman. Pokoknya semua aku pasrahkan ke kalian. " ucap bulek Tuti.
Herman yang hanya bisa menggerakkan bola mata nya pun bingung.
"iya, nyonya. " jawab mereka berdua yang hampir bersamaan.
"Herman maafkan bulek, karena bulek ada urusan penting. Jadi kamu bersama mereka dulu ya, bulek mau mengurus kasus perceraian kamu. " ucap bulek Tuti sembari menepuk -nepuk bahu Herman dengan pelan.
Mendengar perkataan dari bulek Tuti, Herman pun meneteskan butiran bening dari kedua sudut mata nya.
Bulek Tuti menatap Herman dan berkata.
"istri seperti Arumi,tidak pantas bersanding dengan kamu sayang. Dia wanita yang licik, yang berpura-pura polos padahal aslinya seperti wanita ular yang siap untuk mematuk mangsanya. " ujar bulek Tuti.
"jangan kamu sesali semua ini,karena bulek yakin kamu tidak akan lama lagi akan sembuh. Percaya sama bulek, kasihan keponakanku yang ganteng ini. " ucap nya lagi.
Kedua suster itu hanya menjadi pendengar saja. Begitu pula dengan sang sopir.
Mereka pun sampai di rumah Herman. Herman yang duduk di kursi roda pun di bantu oleh kedua suster itu untuk masuk ke dalam rumah. Beberapa pembantu yang dulu sempat diliburkan oleh bulek Tuti pun kini mulai bekerja kembali. Bulek Tuti memang sengaja meliburkan mereka, saat Arumi masih tinggal disini.Itu semua dirinya lakukan agar Arumi tidak betah tinggal di rumah Herman, namun sayangnya ternyata Arumi pun betah. Dan Herman pun mulai mencintai Arumi. Itulah yang membuat bulek Tuti semakin marah, dan bermaksud untuk mengguna-guna Arumi. Dan semua tidak seperti apa yang bulek Tuti rencanakan, guna-guna itu malah Herman yang terkena.
"kalian tidur di samping kamar Herman. Kalian pastikan jangan sampai Herman sendirian. Kalian bisa bergantian untuk menjaga nya,jangan sampai membuat satu kesalahan apa pun itu. Karena saya tidak akan segan untuk memecat kalian, kalian paham itu...!! " ucap bulek Tuti dengan nada datar.
"Rumi,sudah jangan menangis lagi. Ibu merasa terganggu mendengar tangisanmu itu. " ucap Ibu Arumi.
"hiks... hiks... hiks... ibu,Arumi harus bagaimana ibu. Arumi benar-benar tidak pernah mencelakai mas Herman. Itu semua terjadi begitu saja, hiks... hiks... hiks... " jawab Arumi sembari menangis tersedu-sedu.
"ibu, juga tidak tau Rumi. Tapi ibu harus bagaimana lagi...?! " ujar Darnia ibu Arumi.
"iya Rumi, bagaimana pun juga kita ini hanya orang kecil. Kita mana mampu untuk melawan tuntutan dari bulekmu itu. " ucap Ayu ipar Arumi.
"bapak, gimana ini. " ujar Galih kakak Arumi.
__ADS_1
"kita serahkan saja semua ini kepada yang diatas, bapak juga tidak bisa apa-apa lagi. " ucap pak Warsito bapak Arumi.
"ini semua salah ibu, seharusnya ibu tidak perlu memaksa mu untuk menikahi Herman. " ucap bu Darnia sedih.
"sudahlah ibu,jangan salahkan diri ibu. " ucap Arumi.
Ditengah keheningan datanglah bulek Tuti dan seorang lelaki paruh baya yang bernama Jarwo.
Keluarga Arumi pun ketakutan melihat kedatangan bulek Tuti terlebih lagi dengan lelaki paruh baya yang datang bersama nya.Karena mereka tau, kalau lelaki paruh baya itu adalah seorang dukun sakti mandraguna.Yang tanpa mempunyai belas kasihan terhadap lawannya.Tanpa pikir panjang Arumi pun segera mendekati bulek Tuti dan mbah Jarwo.
"bulek,jangan ikut sertakan mereka. Tangkaplah saya saja,karena semua ini salah saya. Ya salah saya karena mau menerima lamaran dari mas Herman. Hikz... hiks... hiks... " ucap Arumi sembari memohon dan menangis.
Bulek Tuti yang melihatnya tersenyum sinis, dan berkata.
"kenapa baru sekarang kamu mengatakan nya... hah...! setelah apa yang terjadi terhadap Herman. " ucap bulek Tuti ketus.
"hiks... hiks... hiks... " tangis Arumi.
"baiklah aku akan memaafkan kamu, tapi dengan satu syarat. " ujar bulek Tuti dengan nada datar.
"syarat,syarat apa itu bulek...? " tanya Arumi.
"ceraikan Herman...!! " perintah bulek Tuti dengan datar.
"a... apa...?" jawab Arumi terbata.
"ya, ceraikan Herman dan tinggalkan desa ini. " ucap bulek Tuti yang mampu membuat semua orang disana tercengang, namun tidak berani bersuara.
"kenapa bulek...? kenapa saya harus menceraikan mas Herman...?! " tanya Arumi yang tidak mampu mencerna arti ucapan dari bulek Tuti.
"lakukan saja apa perintah saya, maka kamu dan keluargamu akan selamat dan aman. Saya sendiri yang akan menjamin kehidupan keluarga kamu, dan tugasmu hanya meninggalkan desa ini. " kata bulek Tuti datar.
"dan jangan pernah mencoba untuk kembali ke desa ini...!kalau tidak, bukan hanya kamu akan tetapi juga keluargamu yang akan menanggungnya. " kata bulek Tuti lagi.
Arumi menatap ke arah seluruh keluarga nya. Dirinya pun tersenyum dan berkata.
__ADS_1
"baiklah bulek,demi keluarga saya. Saya akan pergi...! " ucap Arumi mantap.
"baguslah kalau begitu,tapi kamu yang harus menceraikan Herman dan bukan Herman. Kamu yang harus mengajukan perceraian itu. Tanpa membuat nama baik Herman tercemar. Aku yang akan mengurusnya semua,kamu cukup menandatangani file ini. " ucap bulek Tuti dengan menyerahkan sebuah file kepada Arumi.
"file apa ini bulek...? " tanya Arumi bingung.
"kamu tidak perlu tau,besok kamu temui Herman dan lemparkan file ini di depan wajahnya. " perintah bulek Tuti.
"ta... tapi bulek, kenapa harus melemparnya di depan wajahnya...? " tanya Arumi lagi dengan wajah kebingungan nya.
"lakukan saja apa yang saya perintahkan ke kamu, jangan banyak bertanya...! " bentak bulek Tuti.
"kalau kamu mau melakukan semua perintahku,aku akan menimbangkan kembali keputusan ku tadi.Mungkin dengan mengizinkan kamu berkunjung ke desa ini setidaknya. " ucap bulek Tuti kemudian dengan menaikkan sebelah alisnya.
"baiklah bulek. " ucap Arumi.
Setelah itu, tanpa kata apa pun bulek Tuti meninggalkan rumah Arumi.
"kamu yakin nduk, kamu mau melakukan semua perintah dari bulek Tuti...? " ucap pak Warsito ragu.
"iya bapak,Arumi yakin Arumi bisa. " jawab Arumi sedih.
"ibu,tidak mau memaksamu nduk.Semua ini terjadi karena keserakahan ibu. " ujar bu Darnia menyalahkan dirinya sendiri.
"sudah bu, janganlah terlalu terlarut dalam penyesalan. Semua ini sudah di gariskan oleh Sang Pencipta. " kata pak Warsito.
"iya bu, Arumi ikhlas. " Ujar Arumi.
"mbak Ayu dan mas Galih tidak bisa berbuat apa-apa Rumi. Semoga ini yang terbaik untuk kita semua,mbak Ayu yakin kamu pasti bisa untuk menjalani nya. " ucap mbak Ayu kakak ipar Arumi.
Di belahan dunia di negara lain.
"tak terasa 10 hari lagi aku harus ke Indonesia. Aku sudah rindu dengan masakan-masakan khas makanan Indonesia, apalagi makanan khas Jawa. " ucap Han Tae Tsu kepada asisten pribadi nya Park Lee Min.
"carikan aku orang Jawa asli,agar aku bisa memakan langsung masakan dari orang Jawa. Bukan hanya orang Jawa, aku mau mempunyai asisten rumah tangga dari berbagai kota di sana. Jadi kalau aku bosan dengan masakan Jawa aku bisa memakan masakan dari kota lainnya. " ujar Han Tae Tsu lagi.
__ADS_1
"baik tuan, " jawab Park Lee Min yang mengerti akan maksud dari tuannya itu.