
Sesuai perintah Han Tae Tsu, Arumi masih berada di dalam kamar tidur Han Tae Tsu.Kurang lebih lima belas menitan Han Tae Tsu pun keluar dari kamar mandi. Dirinya tersenyum ringan saat melihat Arumi yang masih patuh menunggui nya seperti yang dirinya minta.
Han Tae Tsu berdiri didepan pintu kamar mandi,memandangi punggung Arumi dari belakang. Karena saat ini Arumi tengah berdiri menatap luar jendela.
"apa yang kamu lakukan disana...?? " ucap Han Tae Tsu yang berhasil mengagetkan Arumi dari lamunan nya.
"te... tu... tuan...! " jawab Arumi dengan sedikit gagap.
Dan saat Arumi menatap ke arah Han Tae Tsu....
"aaaarrrg... " seru Arumi kaget sembari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya,karena melihat Han Tae Tsu yang tidak memakai baju,yang hanya memakai handuk yang dirinya lilitkan di bawah pinggang nya.
Han Tae Tsu pun belum sadar dengan apa yang membuat Arumi berteriak.
"Hai, kenapa kamu berteriak seperti itu...! " celoteh Han Tae Tsu keheranan.
"tu... tuan... bo... bolehkah anda memakai baju anda terlebih dahulu. " jawab Arumi dengan gagapnya sembari menunjuk ke arah Han Tae Tsu.
Mata Han Tae Tsu pun seakan langsung membulat mendengar ucapan dari Arumi.
"e... ma... maaf. " sahutnya sembari berjalan mengambil bajunya di dalam lemari.
Arumi pun menganggukkan kepala nya secara perlahan.
"sudah, kamu bisa membukanya. Maksudnya membuka penutup mata kamu. " kata Han Tae kemudian.
"iya tuan. " jawab Arumi, yang secara perlahan membuka kedua matanya.
"kamu benar asli orang Jawa ya...? " ucap Han Tae Tsu secara tiba-tiba.
Arumi pun menganggukkan kepala nya. "iya tuan. " jawab nya singkat.
"emm... aku mau minta tolong sama kamu sesuatu, boleh gak...?! " tanya Han Tae Tsu ragu.
"boleh tuan, jika saya bisa. Insyaallah saya akan menolong anda. " sahut Arumi dengan rasa canggung.
__ADS_1
"kamu bisa kerokan gak...? kalau bisa, tolong kerokin saya ya...? " ucap Han Tae Tsu dengan raut wajah memelas.
Arumi pun sebenarnya agak terkejut,namun mau bagaimana lagi. Dirinya terpaksa menolak perintah dari atasannya itu. Alasannya dia perempuan sedangkan Han Tae Tsu adalah laki-laki,sedangkan dalam ajaran agama yang dianutnya. Tidak boleh seorang wanita bersentuhan dengan seorang lelaki yang bukan muhrimnya.
"saya bisa tuan, tapi... " ucap Arumi yang terputus karena disela oleh Han Tae Tsu terlebih dahulu.
"aku sudah terbiasa kok, jika kurang enak badan menyuruh tukang urut untuk mengeroki aku. Tapi saat ini tukang urut nya lagi mudik ke kampung halaman nya yang berada di Jawa.Jadi terpaksa deh aku nyuruh kamu,kamu orang Jawa kan...? pastinya tahu soal kerokan. " ujar Han Tae Tsu panjang kali lebar.
"iya tuan saya bisa, tapi saya tidak bisa mengeroki tuan. " tolak Arumi.
"kenapa...? " tanya Han Tae Tsu agak kecewa, karena tidak sesuai dengan apa yang dirinya inginkan.
"maaf tuan, saya tidak bisa. " jawab Arumi secara halus.
"kenapa...? apa karena aku menjijikkan...? " sarkas Han Tae Tsu keheranan.
"bu... bukan tuan Han, bu... bukan itu maksud saya. " jawab Arumi gugup dan tidak enak hati karena telah menolak perintah dari atasannya itu.
"keluar...!! " perintah Han Tae Tsu tiba-tiba dengan nada suara datar.
"maafkan saya tuan Han, saya tidak bermaksud membuat anda marah. " ucap Arumi dengan perasaan bersalah nya.
Sebelum benar-benar keluar dari kamar Han Tae Tsu. "tuan saya permisi. " ucap Arumi sembari keluar dari kamar Han Tae Tsu.
"ck... siapa dia,berani menolak perintah ku.Bisa tapi tidak bisa, apa maksudnya coba...?? " gerutu Han Tae Tsu.
Han Tae Tsu pun mengambil telepon genggam milik nya yang tergeletak di atas meja dekat dengan tempat tidur nya.
"hallo,cepat datang ke kamar ku sekarang...!! " ucap Han Tae Tsu dengan cepat dan segera memutuskan panggilannya dengan sepihak.
Selang beberapa menit kemudian.
tok... tok... tookk... bunyi ketukan pintu kamar.
"masuk...!! "sahut Han Tae Tsu singkat.
__ADS_1
" permisi tuan,ada yang perlu saya bantu. "ucap Park Lee Min dengan penuh rasa hormat.
" gadis itu,dia tidak mau melakukan apa yang saya suruh padanya. Dia berani melawan perintahku...! "geram Han Tae Tsu mengingat Arumi menolak perintah yang dirinya berikan.
" maaf tuan,tuan tidak menyuruhnya untuk... "belum selesai ucapan Park Lee Min selesai sudah dipotong terlebih dahulu oleh Han Tae Tsu.
" saya masih sehat Park. Mana mungkin saya menyuruhnya sejauh itu.! "kesal Han Tae Tsu.
" lantas tuan...? "tanya Park Lee Min kepada tuan nya.
" saya hanya menyuruhnya untuk mengeroki punggung saya, tapi dia menolaknya. Bahkan tanpa alasan yang jelas. "ucap Han Tae Tsu dengan nada datar.
" cari tahu apa alasannya menolak perintah saya. Mana badan saya serasa tidak enak kalau belum di kerokin. "ucap Han Tae kemudian.
" tuan Han,saya rasa nona Arumi ada benarnya juga menolak anda. Apalagi untuk mengeroki anda. "ucap Park Lee Min yang sedikit tahu tentang agama yang dianut oleh Arumi. Yang mana tidak membolehkan lelaki dan perempuan bersentuhan karena tidak muhrim.
" apa maksud kamu Park...?! "jawab Han Tae Tsu dengan sorot mata membunuh menatap Park Lee Min sang asisten pribadi nya.
" begini tuan... nona Arumi menganut agama I.Dan di dalam agama nya tidak diperbolehkan seorang wanita bersentuhan secara langsung dengan seorang pria yang bukan muhrim nya, tuan..."terang Park Lee Min kepada Han Tae Tsu.
"kamu bilang tadi muhrim...? apa itu muhrim...? " tanya Han Tae Tsu penuh tanya.
"kalau tidak salah, muhrim yang dimaksud itu suami tuan... Tapi iya tidak nya saya juga kurang tahu, kebenaran nya yang pasti. " terang Park Lee Min kemudian.
"sudahlah, sekarang tolong carikan aku orang yang bisa mengurut sekalian yang juga bisa ngerokin. " jawab Han Tae Tsu.
"baik tuan. " kata Park Lee Min. Dan saat Park Lee Min hendak keluar dari kamar Han Tae Tsu.
"tunggu...! " cegah Han Tae Tsu.
"iya tuan. " jawab Park Lee Min penuh dengan tanda tanya.
"pastikan orang itu lelaki. " ucap Han Tae Tsu datar.
"baik tuan. " jawab Park Lee Min kemudian.
__ADS_1