
"Kenapa harus ditutupi, mama tahu kok. Dan asal kamu tahu, mama juga pernah muda. " Ujar Hong Han Na kepada putra semata wayangnya itu.
Di balik candaan ibu dan anak itu, terukir indah sebuah senyuman yang mengembang pada sudut bibir seorang gadis muda yang berdiri di samping pintu.
Gadis itu adalah Arumi,yang secara perlahan hati nya telah berlabuh pada Han Tae Tsu. Dirinya tidak bisa memungkiri nya, kalau sebenarnya dia juga menginginkan Han Tae Tsu.
Namun Arumi cukup sadar siapa dirinya...?Han Tae Tsu terlalu sempurna untuknya. Sedangkan dirinya hanyalah seorang janda dari desa, yang di usir dari desanya sendiri.
Pernikahan keduanya yang akan di langsungkan beberapa bulan lagi. Itu hanyalah sebuah kesepakatan, ya calon suami nya tidak pernah mencintainya. Bahkan semua terjadi hanya karna keterpaksaan belaka.
Hong Han Na menyadari keberadaan Arumi,dirinya pun memanggil nama Arumi.
"Arumi,kesinilah sayang...! " ucap Hong Han Na.
Han Tae Tsu yang membelakangi Arumi pun menoleh. Dalam hati dirinya sumringah,berbeda dengan apa yang di perlihatkan nya. Wajah nya nampak datar dan acuh kepada Arumi. Dirinya pun kembali memilih memainkan benda pipih yang sedari tadi ada di tangannya.
Arumi pun mendekati ibu dan anak tersebut. Dan membungkukkan sedikit punggung nya. (Ya kira-kira seperti itulah cara orang negeri gingseng memberi hormat kepada orang yang lebih tua)
"sinilah Arumi, sini duduk di dekat Han. " ucap Hong Han Na sembari tersenyum.
Arumi pun patuh dirinya pun duduk di samping Han Tae Tsu seperti apa yang di suruh oleh Hong Han Na, calon mertua nya itu.Walaupun ada sedikit rasa canggung yang dirasakan oleh Arumi, saat berdekatan dengan Han Tae Tsu.
Hong Han Na pun memulai pembicaraan nya.
"Han,mama mau kamu meninjau anak cabang kita yang berada di Kota P." ucap Hong Han Na mengawali obrolan nya.
"Kota P...? " tanya Han Tae Tsu kepada sang mama.
__ADS_1
Hong Han Na hanya menganggukkan kepala nya.
"mama dengar, Arumi dari Kota P ya...?? " tanya Hong Han Na kepada Arumi.
Arumi pun menganggukkan kepala nya. "iya ma. " jawabnya singkat.
"oke kalau begitu,sekalian saja kamu mampir ke rumah kamu Arumi. Memperkenalkan Han kepada keluarga kamu. Bukankah sebentar lagi kalian juga mau menikah...? biar Han lebih mengenal keluarga kamu, begitu pula dengan keluargamu. " ucap Hong Han Na memberi usulan.
Kali ini Han Tae Tsu pun angkat bicara, karena sebelumnya dia hanya diam saja.
"ma,Han di sana kan kerja. Bukan mau liburan...?! " protes Han Tae Tsu.
"iya mama tahu,,,! tapi tidak ada salahnya juga kan, kalian disana sembari liburan. " jawab Hong Han Na dengan nada ketus karena dirinya merasa kesal dengan jawaban putranya.
"ma...!!? " jawab Han Tae Tsu ingin protes.
"mama, Arumi... " ucap Arumi yang tidak jadi karena mendapatkan tatapan tajam dari Hong Han Na. Arumi pun langsung menundukkan kepala nya.
Han Tae Tsu langsung berdiri, "terserah sama mama saja lah,percuma Han membantah. Toh, ujung-ujungnya mama juga yang menang. " ucap Han Tae Tsu datar dan lalu berlalu pergi.
"Arumi cepat kamu berkemas,kita berangkat malam ini juga...! " seru Han Tae Tsu kemudian.
"ba... baik tuan. " jawab Arumi gagap.
Sedangkan Hong Han Na hanya tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Han Tae Tsu.
Sebelum pergi Arumi,berpamitan dulu kepada Hong Han Na.
__ADS_1
"ma, Arumi ke kamar dulu. " ucap Arumi sopan.
Hong Han Na pun tersenyum,"pergilah, mama juga mau berkemas. "jawab Hong Han Na.
Hong Han Na pun menuju kamarnya. Dirinya mengambil ponsel pintar miliknya, lalu menghubungi seseorang.
" Apakah semua sudah siap...? "tanya Hong Han Na kepada seseorang yang dirinya hubungi melalui ponsel pintar nya.
" sudah, "jawab seseorang dari balik telepon.
" baguslah,aku akan menghubungimu nanti bila sudah dekat di Kota P. "ucap Hong Han Na sembari tersenyum.
" baiklah. "jawab orang itu dari balik telepon.
Hong Han Na pun memutuskan panggilan tersebut.
Di tempat lain.
" bawa wanita ular itu,ke tempat yang lebih jauh dari sini. Aku tidak mau dirinya membuat ulah besok...! "ucap Herman dengan nada datar nya.
" baik tuan. "jawab dua orang yang bertugas menjaga bulek Tuti.
Dan tiba-tiba Herman mendapat kabar dari orang kepercayaan nya, kalau tamunya akan datang esok hari.
" secepat itu...!?? "ucap Herman dengan kaget.
" baiklah kita tidak memiliki waktu lagi, suruh orang-orang kita untuk segera mendekor ulang rumah utama. Sekarang juga, aku mau besok sebelum fajar semua harus sudah beres dan tidak ada yang kurang sedikit pun. "ucap Herman kemudian dengan nada yang masih terasa datar dan dingin.
__ADS_1
" baik tuan. "jawab orang itu.