
"Bapak ini bilang apa sih,kenapa selalu saja mengingat masa lalu. Namanya masa lalu, kenapa harus dipikirkan terus. Ya wong semua sudah terjadi,ibu kan gak tahu kalau buleknya Herman itu jahat. Entah kemana wanita itu pergi,sudah lama aku tidak mendengar kabar tentang dirinya. " Ucap Ibu Darnia.
Ibu Darnia melihat ke arah jam dinding,terlihat jam menunjukkan pukul sepuluh tiga puluh menit.
"Ternyata sudah pukul sepuluh tiga puluh menit. Pantas saja dari tadi aku menguap terus. " Ucap nya lagi.
Ibu Darnia pun menyusul pak Warsito masuk ke dalam kamarnya.
Keesokan paginya, sebelum Hong Han Na dan Arumi bangun. Han Tae Tsu, Park Lee Min dan juga Herman sudah bergegas menuju pabrik. Mereka sampai ke pabrik tepat pukul enam tiga puluh menit.Mereka sengaja berangkat lebih awal agar tahu karyawan nya berangkat tepat waktu atau tidak.
"Tuan Han, kenapa sepagi ini kita harus berangkat....? " Tanya Park Lee Min kepada Han Tae Tsu.
Tanpa menoleh ke arah Park Lee Min Han Tae Tsu pun menjawab.
"Seharusnya kamu tahu itu,alasan apa aku harus berangkat ke sini lebih awal. Alasannya cuma satu, yaitu mama. " Terang Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.
Park Lee Min pun menganggukkan kepala nya.
"Maaf tuan,saya hanya bertanya saja. " Ucap Park Lee Min meminta maaf karena sudah lancang bertanya.
"Untuk apa kamu minta maaf tuan Park...?Kamu kan tidak salah...?! " Jawab Han Tae Tsu kepada Park Lee Min sembari menyunggingkan senyuman khasnya.
"Pak Purnomo,aku harus mengacungkan kamu jempol. Karena kinerja kerjamu sangat baik. Tidak salah mama mempercayai pekerjaanmu. " Ucap Han Tae Tsu memuji Herman.
"Terima kasih tuan muda atas pujiannya,saya akan bekerja lebih baik lagi. " Jawab Herman atau Purnomo.
Jam menunjukkan sudah pukul tujuh. Semua karyawan sudah berkumpul tanpa terkecuali. Termasuk ayah Arumi dan kakak-kakak Arumi.
"Aku penasaran, sebenarnya ada apa kita di suruh kumpul sepagi ini disini.Mana tadi aku belum sempat sarapan lagi. Keburu, takut terlambat, takut kena sangsi. " Keluh salah satu karyawan Herman atau tepatnya lagi karyawan Han Tae Tsu.
__ADS_1
"Benar katamu bro,aku juga tadi belum sempat sarapan. Takut telat,mana aku tadi tidak sempat mandi lagi. " Jawab Galih kakak dari Arumi.
"Ihh... jorok kamu Lih...!!? " Sahut seorang wanita yang berdiri di dekat Galih.
"Bodoh amat, yang penting kan gak terlambat. " Jawab Galih membela diri.
Herman pun maju ke depan dengan menggunakan pengeras suara dirinya mulai bicara.
"Selamat pagi semua...!! " Sapa Herman mengawali ucapannya.
"Selamat pagi,,,! " Jawab karyawan pabrik serentak.
"Tentu kalian sedang bertanya-tanya, untuk apa kalian saya suruh berangkat lebih awal pagi ini...? " Ucap Herman kepada para karyawan pabrik.
Suara riuh bersahutan dari para karyawan pabrik.
"Tenang, tenang semua...!! Saya akan jelaskan untuk apa kalian saya suruh berangkat lebih awal pagi ini, alasannya yaitu... Karena pada pagi ini,kita kedatangan pemilik sebenarnya pabrik kita ini. Yaitu tuan Han Tae Tsu.(Herman menunjuk ke arah Han Tae Tsu, sedangkan Han Tae Tsu hanya menganggukkan kepala nya saja.) Beliau ini berasal dari negeri gingseng yaitu Korea Selatan. Beliau lah pemilik pabrik ini. Dan suatu kehormatan untuk kita semua, karena beliau mau menyempatkan diri untuk berkunjung ke pabrik kita ini. Silakan tuan muda, untuk berpidato sebentar. " Ucap Herman kepada Han Tae Tsu.
Setelah Han Tae Tsu selesai berpidato, para karyawan pabrik pun disuruh bubar. Dan kembali bekerja, dengan tugas mereka masing-masing.
"Tuan Park Lee Min, pukul berapa ini sekarang...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.
Park Lee Min pun menjawab. "Pukul delapan tuan. " Jawab Park Lee Min.
"Kita harus pulang, sebelum mama mencari kita. " Kata Han Tae Tsu kepada Park Lee Min, karena Han Tae Tsu melihat Herman tengah berbicara kepada seseorang atau salah satu karyawan pabrik.
"Baik tuan. " Jawab Park Lee Min sigap.
"Pak Purnomo,mari kita pulang. Saya takut kalau mama mencari kita. " Ucap Han Tae Tsu kepada Purnomo atau Herman, setelah tahu Herman sudah selesai bicara.
__ADS_1
"Baik tuan muda. " Jawab Herman kemudian.
Mereka bertiga pun bergegas meninggalkan pabrik dan menuju ke kediaman Herman. Tanpa mereka tahu, kalau Hong Han Na sudah tahu atas kepergian mereka bertiga.
"Han memang sudah keterlaluan,sudah mama bilang kalau perginya ke pabrik itu nunggu mama. Atau paling tidak setelah pergi ke rumah kamu Arumi. Ini dia malah pergi duluan. " Omel Hong Han Na.
Sedangkan Arumi hanya bisa diam saja mendengar omelan Hong Han Na.
"Ma, sebenarnya Arumi... " Ucap Arumi yang terpotong karena telah di sela oleh Hong Han Na.
"Ada apa Arumi...? Kenapa kamu nampak cemas...?? " Tanya Hong Han Na karena melihat wajah Arumi yang terlihat cemas.
"Tidak ma, Arumi tidak kenapa-napa. " Jawab Arumi dengan nada suara yang di buat setenang mungkin.
"Andai mama tahu, Arumi takut pulang ke rumah Arumi sendiri ma, Pasti mama tidak akan memaksa Arumi untuk pergi ke rumah Arumi. Arumi takut jika ibu tahu Arumi kembali,pasti dia akan memaksa kembali Arumi untuk pergi. Karena ancaman dari bulek Tuti. Bulek Tuti, dimana dia sekarang...? Kenapa aku tidak melihatnya berada di rumah ini...? Apa yang terjadi kepadanya setelah kepergianku waktu itu. " Batin Arumi.
"Sudahlah Arumi, mama mau mandi dulu. Nanti kalau Han Tae Tsu pulang, panggil mama ya. " Kata Hong Han Na kepada Arumi.
"Iya ma," Jawab Arumi singkat.
Hong Han Na pun berlalu,dan masuk ke dalam kamarnya.
Beberapa saat kemudian tibalah mobil yang ditumpangi oleh Han Tae Tsu, Park Lee Min dan juga Herman. Mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Kalian sudah kembali. " Ucap Arumi setelah mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
"Ya, ada apa. Kenapa kamu bertanya demikian...? " Jawab Han Tae Tsu kepada Arumi dengan menyelidik.
"Mama marah tuan Han,beliau mencari anda. " Jawab Arumi menerangkan.
__ADS_1
"Sudah aku duga. " Ujar Han Tae Tsu dan langsung berlalu pergi menuju kamar sang mama.