DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 54


__ADS_3

Setelah berbicara dengan pak Lee Min, Han Tae Tsu pun berlalu pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamarnya,


"Sunnat, " Ucap Han Tae Tsu pelan.


Kemudian Han Tae Tsu membayangkan proses dirinya di sunnat.


"Tidak, tidak, tidak membayangkannya saja aku sudah takut, apalagi nanti. " Seru Han Tae Tsu ngeri.


"Tok... tok... tok... " ( Bunyi ketukkan pintu kamar Han Tae Tsu).


Mendengarnya, dengan malas Han Tae Tsu pun membuka pintu kamarnya.


"Cekrek... " (Bunyi suara pintu di buka.)


Han Tae Tsu pun melihat orang yang telah mengetuk pintu kamarnya. Ternyata Park Lee Min lah orang nya. Dia sudah berdiri tegak di depan pintu kamar.


"Ada apa tuan Park...? " Ujar Han Tae Tsu.


"Maaf tuan muda, saya mengganggu waktu anda. " Ucap Park Lee Min sembari membungkukkan setengah badannya.


"Ya, ada apa...? " Sahut Han Tae Tsu.


"Nyonya besar meminta anda untuk menemuinya tuan muda.Kata Park Lee Min.


" Ya, sebentar nanti saya ke sana. "Jawab Han Tae Tsu sembari menutup kembali pintu kamarnya.


Sedangkan Park Lee Min masih tetap setia menunggu Han Tae Tsu di depan pintu kamar Han Tae Tsu.


Beberapa menit kemudian, barulah Han Tae Tsu akan keluar kamar. Saat dirinya membuka pintu kamar, betapa terkejutnya dia mendapati Park Lee Min sudah berada di depan pintu kamarnya.


" Apa yang kamu lakukan di sini tuan Park...? "Ucap Han Tae Tsu dengan nada tinggi.


" Saya tengah menunggu anda keluar dari kamar, tuan muda. "Jawab Park Lee Min dengan tutur kata tenang.


" Apa kamu tahu,gara-gara kamu jantungku hampir copot. "Seru Han Tae Tsu dengan kesal.


Park Lee Min tersenyum ringan, dan berkata,,, " Maafkan saya tuan muda. "Jawabnya dengan menahan tawa.


Han Tae Tsu menatap Park Lee Min dengan tatapan mata tajam. Park Lee Min pun segera menundukkan kepalanya.


Mereka berdua pun berjalan menuju tempat dimana Hong Han Na berada. Sembari berjalan, Han Tae Tsu pun berucap.


" Akhir-akhir ini,kamu nampak bahagia melihat saya menderita. "Ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min tanpa melihat orang yang ia ajak bicara.


" Maafkan saya tuan muda. "Jawab Park Lee Min.


" Aku berbicara dengan temanku saat ini. "Seru Han Tae Tsu.


Park Lee Min pun menyahut,,, " Ya aku mendengarnya. "Jawab Park Lee Min sembari menahan senyum.


Melihat hal itu, membuat Han Tae Tsu semakin kesal, lalu ia pun berkata.

__ADS_1


"Apanya yang lucu Park...?! " Geram Han Tae Tsu.


"Oke -oke maafkan aku. " Jawab Park Lee Min.


"Dimana mama...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


"Beliau ada disamping rumah. " Jawab Park Lee Min.


Mereka berdua pun berjalan ke arah samping rumah. Sebelum mereka sampai di teras samping,mereka terlebih dahulu melewati ruang tamu. Dan di sana ternyata Hong Han Na berada. Han Tae Tsu pun menghampiri sang mama, yang tengah berbincang-bincang dengan seorang dokter lelaki dan seorang perawat lelaki.


"Mah,kata tuan Park. Mama memanggilku...? " Kata Han Tae Tsu kepada sang mama.


"Ya, benar. " Jawab Hong Han Na sembari tersenyum.


"Han, perkenalkan ini dokter Jaka yang akan menyunat kamu. Dan ini asisten dokter Jaka, namanya Yoga. Mereka sengaja berangkat lebih awal, karena nanti masih ada beberapa pasien yang memerlukan jasanya beliau. " Terang Hong Han Na kepada Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu pun menganggukkan kepalanya.


"Gimana kamu sudah siapkan...? " Tanya Hong Han Na kepada putra semata wayangnya itu.


"Iya mah,tapi ada syaratnya. " Usul Han Tae Tsu kepada Hong Han Na.


"Ya, apa...? " Sahut Hong Han Na tak sabaran.


Kemudian Han Tae Tsu mendekati mamanya dan membisikkan syarat yang di ajukannya kepada sang mama.


Hong Han Na kemudian berbicara dengan pak dokter mengenai syarat yang diajukan oleh Han Tae Tsu.


Dokter pun menganggukkan kepalanya.


Han Tae Tsu di giring oleh Hong Han Na untuk masuk ke dalam kamar tamu, di susul dengan dokter, perawat dan Park Lee Min.


"Ini pakailah dulu...! " Perintah Hong Han Na kepada Han Tae Tsu sembari memberikan sarung yang ada pada tangannya.


"Sarung... untuk apa mah...? Tanya Han Tae Tsu kepada sang mama.


" Pakai saja,sarung itu...!"Ucap Hong Han Na lagi, dengan mata melotot.


Dengan malas Han Tae Tsu pun memakai sarung tersebut.


"Jadi mama mau melihat aku di sunnat...? " Ucapan Han Tae Tsu.


Hong Han Na pun tersenyum dan menjawab.


"Baiklah,mama keluar. " Hong Han Na pun keluar dari dalam kamar tersebut.


"Kau pun juga Park...! " Ucap Han Tae Tsu memerintah Park Lee Min sembari meliriknya.


"Baik tuan. " Jawab Park Lee Min sembari menahan senyum. Melihat tuan muda nya bertingkah seperti anak kecil.


Setelah Hong Han Na dan Park Lee Min keluar dari kamar. Mulailah proses menyunatnya. Han Tae Tsu di suruh berbaring di tempat tidur oleh pak dokter.


"Silakan berbaring tuan muda...! " Perintah pak dokter.

__ADS_1


Dan Han Tae Tsu pun menurutinya. Setelah Han Tae Tsu berbaring. Pak dokter menyingkap sarung yang di pakai oleh Han Tae Tsu.Namun tiba-tiba Han Tae Tsu pun berteriak.


"Auuuhg... " Seru Han Tae Tsu.


Maaf tuan muda, ada apa...? "Tanya sang dokter.


" Sakit dok,! "Ujar Han Tae Tsu kepada pak dokter.


"Maaf tuan muda,tapi saya belum memulainya." Ucap pak dokter, dengan takut.


"Belum ya. " Jawab Han Tae Tsu.


"Belum tuan muda. " Ucap pak dokter.


"Ya, lanjutkan. " Perintah Han Tae Tsu kepada pak dokter.


"Tapi hati-hati. " Ucap Han Tae Tsu kemudian.


"Baik tuan muda. " Sahut pak dokter.


Sedangkan si perawat atau asisten dokter, senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu melihatnya, namun dirinya tidak mengambil pusing tentang hal itu. Han Tae Tsu kembali fokus menahan rasa sakit yang ia rasakan pada area pusaka pribadinya.


Beberapa saat kemudian,proses sunnat pun sudah selesai.


"Sudah tuan muda, saya izin pamit pulang. " Pamit sang dokter.


Han Tae Tsu hanya menganggukkan kepalanya.


Sebelum pak dokter dan perawat pergi, Han Tae Tsu berbicara.


"Terima kasih dokter. " Kata Han Tae Tsu dengan nada bicara datar.


"Ya, tuan muda. Saya yang berterima kasih kepada tuan muda seharusnya. Karena sudah di beri kepercayaan untuk... " Belum selesai pak dokter bicara namun sudah terlebih dahulu di potong oleh Han Tae Tsu.


"Sudah, jangan ungkit lagi kata itu. " Ucap Han Tae Tsu dengan nada bicara datar.


Pak dokter pun mengerti akan maksud Han Tae Tsu diapun berkata,,


"Baik tuan muda,kami permisi. " Jawab pak dokter.


Mereka berdua pun berpamitan untuk pulang. Setelah dokter dan asistennya keluar kamar. Hong Han Na pun segera menerobos masuk ke dalam kamar di mana Han Tae Tsu berada.


Sedangkan Park Lee Min,mengantarkan pak dokter dan asistennya keluar rumah.


"Han, apakah sakit...?" Tanya Hong Han Na kepada Han Tae Tsu sembari berjalan menuju arah Han Tae Tsu.


Han Tae Tsu memutar bola matanya dengan malas.


"Han, mama tanya." Ucap Hong Han Na lagi sebab tidak direspon oleh Han Tae Tsu.


"Sakit ma, " Sahut Han Tae Tsu dengan malas.

__ADS_1


Hong Han Na tersenyum dan kemudian berkata,,,


"Semua demi kebahagiaanmu Han, kebahagiaan kalian berdua. Hehe.... " Goda Hong Han Na kepada Han Tae Tsu putra semata wayang Hong Han Na.


__ADS_2