DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 56


__ADS_3

Keesokan pagi harinya di rumah Arumi....


Arumi masih terlelap tidur, begitu pula dengan Han Tae Tsu. Mereka semalam tidur terlalu larut sebab kesalah pahaman yang dibuat oleh Han Tae Tsu.


Di dapur mbak Ayu dan bu Darnia sudah memulai aktivitas nya seperti biasa. Mereka tengah mempersiapkan sarapan pagi seperti biasa nya.


"Arumi belum bangun...? " Tanya ibu kepada Ayu yang tengah memanasi lauk sisa semalam.


"Belum buk,mungkin dia kelelahan. " Jawab Ayu.


"Ya mungkin saja. " Kata ibu menimpali.


"Buk, ini sayur-sayur nya apa juga perlu dipanasi...? " Tanya Ayu kepada ibu mertuanya itu.


"Iya, panasi saja kalau belum basi." Jawab bu Darnia sembari membersihkan meja makan.


"Buk,Han Tae Tsu itu mirip oppa-oppa Korea ya...! Seru mbak Ayu dengan cengengesan.


Ibu melirik ke arah mbak Ayu dan berkata,


" Emang dia itu orang Korea asli kok,... "Jawab bu Darnia.


" Arumi sangat beruntung ya buk,bisa mendapatkan seorang pria seperti Han Tae Tsu. Sudah ganteng kayak gitu kaya lagi. "Ucap mbak Ayu tanpa sadar.


" Kamu itu ngomong apa...? Anakku Galih juga tak kalah ganteng kok, buktinya kamu mau dengannya...! "Ucap Ibu Darnia dengan nada suara sewot.


" Hehe... ibu, masak gitu aja marah.Ayu kan cuma omong kosong. "Jawab mbak Ayu dengan tersenyum.


" Lain kali jaga ucapanmu, jangan asal bicara saja...! "Ungkap ibu Darnia kesal.


" Aneh...! "Seru mbak Ayu pelan, namun masih bisa di dengar oleh bu Darnia.


" Apa katamu, Ayu...?? "Tanya ibu Darnia kesal.


" Hehe... tidak, tidak ada apa-apa ibu. "Jawab mbak Ayu.


" Jangan suka membanding-bandingkan Galih dengan lelaki lain...! Kata bu Darnia marah.


"Ayu kan tidak pernah membanding-bandingkan mas Galih dengan lelaki lain bu. Ayu hanya bilang kalau Han Tae Tsu itu sempurna.Sudah ganteng,baik hati dan tidak sombong, bonus kaya raya lagi,sempurna kan...cuma itu...!? " Jawab mbak Ayu ndongkol.


"Apes punya mertua yang baperan. " Gerutu mbak Ayu pelan.


Walaupun pelan,namun bu Darnia masih dapat mendengarnya. Dia hanya bisa mengelus dada dan menggelengkan kepalanya saja.


"Punya menantu kok gini amat. " Ucapnya dalam hati.


Tak terasa sudah pukul enam tiga puluh menit. Bu Darnia dan mbak Ayu berkutat di dapur. Semua masakan sudah tersedia di atas meja.


"Ayu, tolong bangunkan semua orang. Ibu mau mandi dulu sebentar...! " Perintah bu Darnia kepada Ayu.


"Iya, buk. " Jawab mbak Ayu.

__ADS_1


Mbak Ayu pun terlebih dahulu membangunkan Arumi.


"Tok... tok... tok... " (Bunyi ketukan pintu kamar Arumi).


Belum ada sahutan, mbak Ayu pun mengulanginya lagi.


"Tok... tok... tok... " (Bunyi ketukan pintu terulang lagi). Namun masih saja belum ada sahutan dari dalam kamar.


"Apa mereka masih tidur...?" Batin mbak Ayu.


"Sebaiknya aku coba lagi saja, siapa tahu mereka baru bangun tidur. " Ucap mbak Ayu kemudian.


"Tok... tok... tok... " (Bunyi ketukan pintu kembali menggema).


"Aaaaargh... " Bunyi suara Arumi menguap, setelah mendengar suara ketukan pintu pada kamarnya.


"Ya, " Sahut Arumi dari dalam kamar.


"Sebentar...! " Ucap Arumi kemudian.


Dengan malas Arumi berjalan menuju ke arah pintu kamar dan membukanya.


"Cekrek... " (Bunyi suara pintu dibuka).


Belum sempat Arumi membuka pintu kamar sepenuhnya. Tiba mbak Ayu menyapanya,


"Pengantin baru,ayo di suruh ibu sarapan sekarang....! " Ucap mbak Ayu dengan cengengesan.


"Siap mbak, " Jawab Arumi sembari mengucek kedua bola matanya.


"Oke mbak Ayu tunggu di meja makan,jangan sampai membuat ibu kita menunggu terlalu lama.Kamu tahu sendiri kan beliau," Kata mbak Ayu.


"Iya mbak Ayu, Arumi tahu. " Jawab Arumi dengan tersenyum.


Bukan nya segera pergi darimu sana, mbak Ayu malah nampak celinguk'an mencari sesuatu. Arumi yang melihatnya pun bertanya kepada mbak Ayu.


"Ada apa mbak Ayu, mbak Ayu cari siapa...? " Tanya Arumi dengan senyuman.


"Ah itu,(sembari menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal) . Di mana oppamu Arumi...? Apakah dia belum juga bangun...? " Jawab mbak Ayu.


Arumi menggelengkan kepalanya. "Belum mbak,semalam dia tidak bisa tidur.Maka dari itu kami bangun kesiangan. " Terang Arumi kepada mbak Ayu.


"Waah...! pasti tadi malam kalian sedang seru-seruan ya...? Makanya gak bisa tidur, ops...! " Jawab mbak Ayu dengan cengengesan sembari menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.


"Mbak Ayu ini bilang apa sih. " Ucap Arumi.


"Ya sudah kalian cepat bersiap,sebelum ibu teriak-teriak. " Ujar mbak Ayu kemudian.


Mbak Ayu memang orangnya suka bercanda, apalagi dengan Arumi adik iparnya.


Setelah mbak Ayu membangunkan Arumi, lalu kemudian dirinya membangunkan sang suami.

__ADS_1


"Cekrek... " (Bunyi suara pintu dibuka).


Mbak Ayu pun masuk ke dalam kamarnya,disana dirinya mendapati sang suami masih tertidur dengan lelapnya. Ayu pun membangunkan sang suami dengan suara cempreng nya.


"Mas, bangun...! " Ucap mbak Ayu sembari menggoyang-goyangkan tubuh suami yang masih tertidur.


"Emm." Erang Galih dengan masih menutup kedua matanya.


"Bangun mas,sudah siang ini...! " Seru mbak Ayu.


"Emm." Ucap Galih lagi menyahuti ucapan dari Ayu.


"Sudah ayo bangun, sudah di tunggu ibu di meja makan. Kalau ibu marah jangan salahkan Ayu ya,bisa-bisa ibu mengomel dari pagi ketemu pagi ya. " Ucap Ayu mengingatkan sang suami. Dengan apa yang terjadi, jika ibu sudah berkehendak.


Dengan malas Galih pun,terpaksa untuk bangun.


"Mantu sama mertuanya sama saja, sama-sama cerewet. " Cibir Galih dengan menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Galih pun membuang asal selimut tersebut.


"Untung cantik. " Ucap Galih pelan.


Sedangkan Ayu tidak begitu peduli dengan ucapan suaminya.Sebab hal itu sudah terbiasa terjadi di pagi hari.


Drama demi drama yang dilakukan oleh Galih di pagi hari,.


Di kamar ibu dan bapak,setelah mandi ibu pun berdandan. Sedangkan bapak sudah bangun sedari tadi. Beliau tengah meminum secangkir kopi hitam seperti biasa nya.


"Ibu mau kemana...? Tumben-tumbenan jam segini sudah mandi. " Ucap pak warsito terhadap sang istri.


"Biasanya ibu juga begini, bapak saja yang tidak terlalu memperhatikan ibu. " Jawab bu Darnia kepada sang suami.


"Iya tow,wah ternyata ada banyak hal yang bapak lewatkan dari ibu. " Ucap pak Warsito dengan tersenyum.


"Baru sadar ya...! " Ungkap bu Darnia lagi dengan membalas senyuman dari pak Warsito.


Sedangkan di kamar Arumi. Arumi sudah dari tadi membangunkan Han Tae Tsu, namun tidak ada respon dari Han Tae Tsu.


"Tuan Han, kalau tidur ternyata susah untuk dibangunkan. " Ucap Arumi dari dalam hati.


Arumi pun melanjutkan untuk membangunkan Han Tae Tsu lagi.


"Tu,,,tu,,,,tuan ayo bangun. Sudah pagi ini,ditunggu ibu bapak untuk sarapan di meja makan. " Ucap Arumi.


"Aku masih ngantuk, nanti saja sarapan nya. " Jawab Han Tae Tsu dengan mata yang masih tertutup.


"Tapi ini sudah pukul tujuh pagi. " Ucap Arumi lagi.


Mendengar ucapan Arumi yang menyebutkan pukul tujuh pagi, Han Tae Tsu pun segera bangun.


"Kenapa tidak membangunkan aku dari tadi. Pagi ini aku ada rapat penting. " Seru Han Tae Tsu.


"Maaf aku tidak tahu tuan. " Jawab Arumi.

__ADS_1


"Ya, " Sahut Han Tae Tsu dengan asal.


__ADS_2