
Mendengar keterangan dari Park Lee Min tentang Arumi,bu Rida pun merasa lebih tenang. Dirinya pun kemudian masuk ke dalam rumah mengingat hari sudah larut malam.
Di ruang tamu,bu Rida berpapasan dengan pak Warsito yang juga belum tidur.
"Kamu dari mana buk...? " Tanya pak Warsito kepada bu Rida.
"Dari teras depan pak. " Jawab Bu Rida.
"Kamu ngapain buk,malam-malam gini dari teras depan...? " Tanya pak Warsito lagi heran.
Bu Rida pun terdiam, kemudian duduk di depan pak Warsito duduk.
Bu Rida menatap pak Warsito dengan dalam-dalam.
"Bapak ini bagaimana sih... Bapak kan tahu kalau Arumi hilang,bagaimana ibu tidak cemas. Apalagi dua hari lagi dia akan menikah. " Terang bu Rida kepada pak Warsito.
"Lho ibu tidak tahu apa,kalau Arumi pergi dengan nak Herman...? " Ucap pak Warsito kepada istrinya itu.
"Pergi dengan nak Herman...??Bapak ini bilang apa, mana mungkin Arumi pergi dengan nak Herman. Sedangkan jelas-jelas saja kalau nak Herman itu orang... " Ucap bu Darnia yang belum selesai bicara, namun sudah dipotong oleh pak Warsito.
"Orang jahat, maksud ibu...?" Potong pak Warsito kepada sang istri.
"Ya," Sahut bu Darnia.
Pak Warsito mendekati bu Darnia, kemudian meraih kedua tangan bu Darnia dan menggenggamnya penuh cinta.
"Buk,apa ibu tahu...? Orang jahat tak selamanya berbuat jahat. Lagipula bukan nak Herman yang berbuat jahat melainkan bu Tuti buleknya. "Ucap pak Warsito kepada istrinya.
" Tetap saja pak,dia tetap ikut campur dalam hal itu. "Jawab bu Darnia ngeyel.
Pak Warsito menggelengkan kepalanya dan kemudian memilih pergi meninggalkan sang istri. Dia tidak mau memperpanjang masalah,sebab dia tahu tabiat istrinya.
Di tempat lain di sebuah gudang tua yang sudah terbengkalai. Herman menjerit meminta tolong,sebab kaki dan tangannya di rantai. Tidak ada siapa pun orang di sana, hanya terdengar suara jangkrik dan binatang malam.
__ADS_1
" Apa salahku...!Kenapa kalian mengurung aku disini...!! "Teriak Herman frustasi,sebab dari tadi dirinya berteriak namun tidak ada sahutan dari seseorang sama sekali.
" Dimana ini...? "Ucap Herman pada dirinya sendiri.
Flashback on...
" Auugh... "Erang Herman ketika senjata pusakanya di tendang oleh Arumi.
" Arumi awas kau...!! Teriak Herman sembari memegangi senjata pusakanya karena sakit.
Arumi tidak memperdulikan teriakan dari Herman. Dirinya terus saja berlari menjauh dari jangkauan Herman. Hingga beberapa menit kemudian, datanglah sebuah mobil berwarna hitam. Dan turunlah beberapa orang yang memakai setelan pakaian serba hitam serta memakai topeng. Orang-orang tersebut menodongkan senjata kepada Herman, dan memaksa Herman untuk ikut mereka. Herman tak bisa berkutik sama sekali,dia pun akhirnya mengikuti mereka.
"Ma...ma...mau dibawa kemana saya... " Ucap Herman ketakutan.
Namun tidak ada satu orang yang menjawab pertanyaan dari Herman. Mereka hanya diam, tanpa memperdulikan Herman.
"Hai kalian...!Apa kalian tuli...?? Kenapa diantara kalian tidak ada yang menjawab pertanyaan dari saya...? " Bentak Herman.
Flashback of...
"Siapa mereka...? Kenapa mereka menculikku....? " Pertanyaan demi pertanyaan pun terlintas di pikiran Herman, dia pun pasrah. Dan menunggu kedatangan seseorang untuk menolongnya.
Di tempat lain.
Hong Han Na mondar-mandir bagaikan setrikaan yang sedang digunakan.
"Langkahku kurang cepat, sampai-sampai aku kecolongan. Padahal aku sudah tahu tentang rencana Herman,bagaimana aku bisa terlewatkan. " Gerutu Hong Han Na pada dirinya sendiri.
"Arumi maafkan mama. " Kata Hong Han Na.
"Hari sudah larut malam, sebaiknya besok saja aku bicarakan ini pada Han Tae Tsu. " Ucap Hong Han Na lagi.
Di tempat lain...
__ADS_1
"Mengingat kejadian tadi membuatku tidak bisa tidur, aku takut. " Ucap Arumi pada dirinya sendiri.
Arumi lalu memastikan mengunci pintu kamar maupun jendela kamarnya.
"Hari sudah larut,tapi kenapa aku masih belum bisa tidur...? " Ucap Arumi lagi pada dirinya sendiri.
"Bagaimana kalau aku mendengarkan musik saja. " Ucap Arumi.
Arumi pun menyalakan MP3 pada ponsel pintar miliknya,dan mendengarkan lagu favorit nya lama-kelamaan akhirnya dirinya pun terbawa tidur di alam mimpi.
Sedangkan di kamar Han Tae Tsu.
"Apa yang sedang dia lakukan ya,apakah dia sudah tidur...? " Ucap Han Tae Tsu memikirkan Arumi.
"Bagaimana keadaannya,apakah dia tidak baik-baik saja...? Setelah kejadian tadi, kurasa dia tidak bisa tidur. Aku akan menengoknya sebentar dan memastikan keadaannya. " Ucap Han Tae Tsu pada dirinya sendiri.
Han Tae Tsu pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar Arumi.Setelah Han Tae Tsu sampai di depan kamar. Dirinya merasa ragu ingin mengetuk pintu kamar Arumi.
"Apa kata dia jika aku berada di sini...? " Pikir Han Tae Tsu.
"Lebih baik besok saja, aku menanyakan tentang keadaannya. Lagi pula hari sudah larut malam. " Ucap Han Tae Tsu.
Han Tae Tsu pun mengurungkan niatnya, dan kembali ke dalam kamarnya.
Di rumah belakang.
"Bagaimana mungkin dia lagi,kenapa dia selalu merebut lelaki incaranku. " Ucap Donna.
"Tuan muda Han adalah milikku,tak akan aku biarkan siapa pun orang yang mendekatinya, termasuk Arumi. " Ucap Donna lagi.
"Bagaimana pun caranya, akan aku lakukan. Untuk mendapatkan tempat di hati tuan muda Han Tae Tsu. " Ujar Donna dengan yakin.
Donna pun memutuskan untuk tidur setelahnya.
__ADS_1