
Park Lee Min datang membawa apa yang diminta oleh tuannya( Han Tae Tsu). Dirinya pun memberikan nya kepada Arumi langsung.
"ini,pesanan anda...! "kata Park Lee Min kepada Arumi.Sembari menyodorkan satu paper bag dan satu kantong plastik berwarna hitam.
" hehe...,te... terimakasih tuan Park. "jawab Arumi sembari tersenyum malu.
" hmm. "balas balik Park Lee Min,dan dirinya pun berjalan mendekati tuan nya.
Arumi pun masuk ke dalam kamar mandi, dan menyelesaikan urusan dulu.
" wanita memang sangat menyebalkan. "gerutu Park Lee Min dengan pelan.
Han Tae Tsu pun sesekali memandangi jam tangan yang melingkar di tangannya.
" kenapa dia lama sekali...! "ucap Han Tae Tsu datar.
Kurang lebih lima belas menitan,Arumi pun keluar dari bilik kamar mandi. Dan dirinya merasa aneh,karena kedua lelaki tampan tersebut memandangi nya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Hal itu pun membuat Arumi sedikit merasa risih,akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya kepada kedua oppa tersebut.
" maaf tuan,apakah ada yang aneh dengan baju saya...? "tanya Arumi yang butuh penjelasan, kenapa mereka berdua memandangi nya dengan tatapan yang aneh...?...
" cantik... "ucap Han Tae Tsu dalam hati.
" apakah saya tidak salah lihat...? bukankah tadi gadis kurang ajar itu yang masuk kedalam bilik kamar mandi itu. Namun kenapa, yang keluar berbeda. Gadis yang imut... "guman Park Lee Min dalam hati.
Ya, saat ini kedua lelaki tampan itu tengah sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Sehingga mereka tidak mendengar ucapan dari Arumi.
" maaf tuan-tuan...? Apakah ada yang salah dari pakaian yang saya kenakan ini...?? "ucap Arumi mengulangi ucapan nya. Dengan sedikit menekankan setiap ucapan nya.
Sedangkan reaksi kedua nya pun langsung reflek menjawab...
" CANTIK. "jawab kedua lelaki tampan tersebut yang hampir bersamaan.
Arumi pun melongo,menanggapi ucapan dari kedua oppa didepan nya tersebut.
" a... apa... maaf saya tidak bisa mendengar nya dengan jelas...? hehe... "tanya Arumi sembari tersenyum malu.
Keduanya pun gelagapan,dan dengan sadar kembali menunjukkan sikap cool nya.
" siapa kamu...? "ucap Han Tae Tsu dengan datar. Sembari menatap tajam Arumi.
__ADS_1
" sa... saya...? "tanya Arumi kepada Han Tae Tsu sembari menunjukkan jarinya ke arah dirinya sendiri.
" saya Arumi tuan. "jawab Arumi kemudian.
" kau...!! "seru Park Lee Min sembari menatap Arumi dengan tatapan tajam.
Han Tae Tsu pun mengangkat satu tangan nya. Yang berarti menyuruh Park Lee Min untuk diam.
Han Tae Tsu pun mendekati Arumi,dan membungkukkan badan nya. Han Tae Tsu pun memajukan kepala nya agar lebih dekat dengan kepala Arumi. Tepatnya di dekat telinga Arumi.
" siapa kamu,kenapa kamu berani-beraninya membuat aku untuk menunggumu...! "bisik Han Tae Tsu.
Arumi saat mendengar ucapan dari Han Tae Tsu. Seketika tubuh nya tak bisa bergerak,bernafas pun seakan terasa sulit untuk nya. Karena baginya Han Tae Tsu adalah orang yang paling menakutkan, apalagi dengan sekretaris nya. Aura dingin yang mereka keluarkan seakan mampuh membuat Arumi mati rasa.
" kau ikut aku sekarang...!! "ucap Han Tae Tsu kemudian, dengan datar.
Arumi pun tak bisa berkata apa-apa lagi, karena saking takutnya kepada kedua lelaki tampan tersebut.
" tapi tuan...? "ucap Park Lee Min bingung.
" biarkan dia ikut,dia harus membayar waktu saya yang tertunda. "jawab Han Tae Tsu dengan datar.
" baiklah tuan. "kata Park Lee Min yang mengiyakan setiap ucapan dari tuan nya.
" apa aku suruh kamu untuk berbicara...! sudah salah,berulah lagi...! "gertak Han Tae Tsu.
Akhirnya mau tak mau, Arumi pun mengikuti perintah dari tuan nya untuk diam. Mereka pun keluar dari ruang inap VVIP tersebut.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil. Han Tae Tsu dan Arumi duduk di jok belakang,sedangkan Park Lee Min yang menyetir mobil. Hanya keheningan yang terasa. Mereka tengah sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
Han Tae Tsu sesekali mencuri pandang ke arah Arumi. Sedangkan Arumi tengah asyik menatap ke luar jendela mobil, walaupun sebenarnya dalam hati dirinya bertanya-tanya. Mau di bawa kemanakah dia pergi...?Berbagai pertanyaan bermunculan di otak nya,apa yang harus dilakukan nya. Tak berbeda dengan Park Lee Min,sesekali dia mencuri pandang Arumi dari kaca atas sopir.
Kurang lebih satu jam mereka pun sampai di tempat tujuan.Pikiran Arumi pun semakin kemana-mana,saat tahu mobil yang dinaiki nya berhenti di parkiran hotel berbintang lima.
"tu... tu... tuan...?untuk apa kita ke... kesini, tuan...?? " tanya Arumi dengan nada gugup dan ketakutan. Pikiran nya semakin melayang kemana-mana.
"aku kan sudah bilang,kamu harus mengganti waktu ku yang terbuang sia-sia. " jawab Han Tae Tsu datar sembari melirik ke arah Arumi,yang terlihat ketakutan.
"ada apa dengan dia...? kenapa dia seperti ketakutan...?" batin Han Tae Tsu.
__ADS_1
Park Lee Min pun membuka pintu mobil, dan setelah nya dirinya juga membukakan pintu mobil untuk Han Tae Tsu. Han Tae Tsu pun keluar dari mobil tersebut. Dan sejenak dirinya menatap Arumi.
"kau tidak turun...?? " tanya Han Tae Tsu heran.
Arumi pun tersenyum dengan sedikit dipaksakan.
"hehe... tuan Han... bolehkah jika saya tidak ikut turun dari mobil ini...? " tanya Arumi dengan berbicara hati-hati.
"saya memintamu untuk membayar waktu ku yang hilang,lantas jika kau disini...! Bagaimana kamu bisa membayar waktuku yang hilang, hah...!! " ucap Han Tae Tsu kesal.
"ta... tapi tuan... " ucapan Arumi pun terputus oleh Han Tae Tsu.
"Tuan Park,angkat dia. Dan bawa dia masuk kedalam...! " perintah Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.
"baik tuan...! " jawab Park Lee Min tegas.
"jangan tuan, jangan bawa saya masuk ke dalam. Saya mohon tuan,sa... saya akan membayarnya dengan apa pun. Tapi tidak untuk masuk ke dalam...! " ucap Arumi dengan ketakutan.
Han Tae Tsu pun hanya cuek saja. Sedangkan Park Lee Min sudah menggendong Arumi seperti menggendong karung beras.
"tuan lepaskan, lepaskan saya tuan, lepaskan...!! " berontak Arumi meminta untuk dilepaskan oleh Park Lee Min.
Park Lee Min pun tidak memperdulikan teriakan dari Arumi.
Banyak diantara tamu,menatap mereka dengan tatapan penuh tanya. Namun Park Lee Min maupun Han Tae Tsu tidak menghiraukan mereka.
Arumi pun tidak melepaskan kesempatan itu, dirinya pun berteriak-riak minta tolong.
"tuan,nyonya tolong saya.Mereka hendak berbuat sesuatu kepada saya. Tolong...!! hiks... hiks... " ucap Arumi sembari mulai menangis.
Park Lee Min hanya memutar bola mata nya dengan malas. Dirinya pun tak tahan dengan teriak-teriakan dari Arumi. Lalu dirinya pun berhenti sejenak, dan menurunkan Arumi dari pundak nya.
"hei anda...! bisakah anda tidak teriak-teriak, hah...! " geram Park Lee Min.
"tuan tolong jangan bawa saya masuk ke dalam hotel ini tuan. " ucap Arumi sembari menundukkan kepala nya.
"uhh... " Park Lee Min pun memandangi Arumi dengan tatapan mata yang tajam.
"memangnya kenapa...?" tanya Park Lee Min kepada Arumi.
__ADS_1
"Sa... saya masih gadis tuan,dan saya tidak ingin melakukan nya sebelum saya menikah. " jawab Arumi.
"apa yang dia pikirkan...? oalah ternyata dia berpikir... hehe... " batin Han Tae Tsu dengan tersenyum menyeringai....