
Arumi masih berada dalam kamar inap nya. Dirinya bingung,harus dengan apa...? dia membayar biaya rumah sakitnya.
Hingga datanglah seorang pria dengan memakai pakaian setelan jas berwarna biru muda. Pria itu pun memandangi Arumi yang terlihat kawatir,karena nampak dari raut wajahnya. Sedangkan Arumi,lagi dan lagi dia tidak tahu kalau ada orang yang datang. Mungkin dia terlalu fokus pada pemikirannya sendiri.
Pria itu tidak lain adalah Han Tae Tsu.Hal yang sama dilakukan oleh Han Tae Tsu,dirinya hanya memandangi Arumi saja tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
Han Tae Tsu melirik benda yang melingkar di salah satu tangannya. Nampak jam menunjukkan pukul 03.30 sore. Dan tepat pukul 04.30 sore nanti,Han Tae Tsu ada temu janji dengan klien penting. Sedangkan untuk pulang ke mansion nya butuh waktu kurang lebih 1 jam'man itu pun jika tidak terkena macet. Han Tae Tsu pun membuka obrolannya.
"sudah selesai belum nangisnya...?" ucap Han Tae Tsu datar.
Arumi pun kaget,karena tiba-tiba saja ada seseorang menanyainya.
"tu... tuan Han...?! " jawab nya gagap. "
"hmmm... " Jawab Han Tae Tsu.
"apa...? " ucap Han Tae Tsu lagi.
"se... sejak kapan a... anda disini...? " kata Arumi dengan nada terbata.
"itu tidak penting.Sudah selesai nangisnya...? " jawab Han Tae Tsu datar.
Arumi hanya menganggukkan kepala nya saja.
"cepatlah bersiap-siap,saya tidak mempunyai waktu banyak... " ujar Han Tae Tsu dengan nada datar.
"i... iya tuan. " jawab Arumi. Dan Arumi pun langsung bersiap diri,dan masuk ke dalam kamar mandi.
Han Tae Tsu hanya menatap nya dengan sekilas.
Setelah Arumi masuk ke dalam kamar mandi,dia pun hendak buang air kecil. Dan,,, "arrrggghhh...waktu yang tidak tepat. Bagaimana ini,aku tidak bawa baju ganti lagi. Mana ini terkena noda darah haid. " guman Arumi pelan.
__ADS_1
"aku harus bagaimana...?hari ini benar-benar membuatku kesal. " ucap nya lagi.
tok... tok... tok... bunyi suara gedoran pintu dari balik pintu luar.
"cepatlah...!! " ucap Han Tae Tsu datar.
Tak ada jawaban dari Arumi, tok... tok... tok... kembali bunyi pintu di ketok.
"Arumi...!!?" ucap Han Tae Tsu kemudian.
ceklek... bunyi pintu dibuka,Arumi pun menongolkan kepala nya sedikit.
Han Tae Tsu menatap nya dengan sorot mata tajam.
"cepatlah keluar...!!" perintah Han Tae Tsu dengan nada yang mulai kesal karena terlalu lama menunggu Arumi.
"ma... maaf tuan Han,ta.. tapi seperti nya saya tidak bisa keluar untuk saat ini.Ka... karena saya.... " kata Arumi namun belum selesai dirinya mengucapkan ucapan nya sudah dipotong oleh Han Tae Tsu terlebih dahulu.
"tapi tuan Han...?sa... saya tidak bisa ikut anda... " jawab Arumi beralasan.
"maaf,saya tidak menerima penolakan. " kata Han Tae Tsu dengan datar.
"tapi saya tidak bisa tuan... saya tidak bisa,saya mohon...!? " jawab Arumi pelan namun masih bisa di dengar oleh Han Tae Tsu.
"saya sudah bilang,tidak ada penolakan...! " bentak Han Tae Tsu dengan meraih tangan Arumi dan menariknya keluar kamar mandi.
"tuan...! " jawab Arumi terkejut. Dan berlari kembali ke dalam kamar mandi,dan hanya menongolkan kepala nya saja.
Dan betapa terkejutnya Han Tae Tsu saat melihat dress belakang yang dipakai Arumi dipenuhi oleh noda darah.
"darah...!! " seru Han Tae Tsu.
__ADS_1
"a... apa yang terjadi...? ke... kenapa ada banyak darah...? " tanya Han Tae Tsu dengan bergedik ngeri.
"saya tidak melakukan apapun tuan Han. I... ini adalah darah...? " ucap Arumi bingung mau menjawab apa, karena sebenarnya dirinya tengah dilanda malu.
"apa... darah apa itu...?" kata Han Tae Tsu bingung,karena dirinya tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi pada kaum hawa. Terlebih lagi tentang darah menstruasi.
Mungkin karena dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaan nya,jadi tidak mengenal wanita lebih dari rekan kerja.
"e... ini darah haid tuan Han. Dan saya tidak membawa pembalut,karena tidak tahu kalau waktu nya tiba.Lagi pula saya juga tidak membawa pakaian ganti, tuan. " ucap Arumi yang terlanjur menanggung malu karena telah berkata jujur kepada Han Tae Tsu. Seorang lelaki yang bukan terikat tali apapun dengan dirinya.
"apa itu pembalut...? dan kegunaan nya untuk apa...?" tanya Han Tae Tsu dengan penuh penasaran.
"maaf tuan Han,sa... saya tidak bisa menjelaskan nya... " jawab Arumi.
"sebaiknya anda tanyakan saja kepada aplikasi goggle tuan Han. " ucap Arumi lagi dengan ragu.
Dengan berbagai pertanyaan Han Tae Tsu menanyai Arumi. Dan yang pasti membuat Arumi pusing dibuatnya. Karena hal yang dibahas membuat Arumi malu untuk menjawabnya.
Dan datanglah Park Lee Min.
"maaf tuan Han,apa semua sudah siap...? " tanya Park Lee Min kepada Han Tae Tsu.
"tuan Lee,kebetulan anda datang. Arumi bilang dia membutuhkan pembalut.Apakah kamu tahu,apa itu pembalut...?? " tanya Han Tae Tsu dengan polos nya.
Park Lee Min yang mendengar nya pun langsung menatap tajam ke arah Arumi.Sedangkan Arumi yang mendapatkan tatapan tajam dari Park Lee Min langsung menciut. Dan membenamkan kepala nya untuk bersembunyi di balik pintu kamar mandi.
"tuan Lee...? apakah anda mendengar ucapan saya...? " tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.
"iya tuan, saya mendengarkan nya. Saya permisi sebentar untuk membeli benda itu. " jawab Park Lee Min. Sekilas dirinya melirik ke arah Arumi, namun Arumi masih setia membenamkan wajahnya dibalik pintu.
"ya,cepatlah.Jangan lupa,belikan juga dress untuk nya. " ucap Han Tae Tsu.
__ADS_1
"permisi tuan. " jawab Park Lee Min.