
Beberapa tahun telah berlalu. Arimbi, Han Tae Tsu, dan Park Lee Min pun sudah tumbuh dewasa. Arimbi mengemban tugasnya dengan hebat. Dirinya dengan mudah,bisa meng-handle beberapa perusahaan milik keluarga Han yang berada di Indonesia.Namun sayangnya,semua itu tak berlangsung lama.Karena di waktu dalam perjalanan bisnis di luar pulau,pesawat yang dinaiki Arimbi mengalami kecelakaan. Dikabarkan semua penumpang tewas, tak ada satupun yang selamat,termasuk dengan Arimbi.
flashback of...
Tak terasa Park Lee Min menjatuhkan butiran-butiran bening yang jatuh dari kedua sudut mata Park Lee Min. Dengan segera Park Lee Min pun menghapusnya.
"Arimbi,semoga arwah mu tenang di sisiNya. " ucap Park Lee Min dalam hati.
Waktu pun berlalu,tak terasa mereka telah sampai di mansion.
Dua orang lelaki paruh baya yang mengenakan seragam security pun membukakan pintu gerbang mansion.
Setelah melihat hal itu,dengan segera Park Lee Min melajukan mobil yang dirinya kendarai. Lalu dia memakirkan nya di depan pintu mansion, agar memudahkan tuannya untuk langsung masuk ke dalam mansion.
Park Lee Min turun terlebih dahulu, dan setelah nya dirinya membukakan pintu untuk Han Tae Tsu.
cekreeek... bunyi suara pintu mobil terbuka.
"tuan silakan ke.... " belum selesai Park Lee Min berbicara namun sudah diberi isyarat oleh tuannya.
"suuuutt...! " sahut Han Tae Tsu.
Park Lee Min pun menjawabnya dengan menganggukkan kepala nya. Sesaat Park Lee Min melihat ke arah Arumi yang tengah terlelap tidur.
"tuan Han...? tak biasanya anda bersikap seperti ini,terlebih lagi hanya dengan seorang maid. " batin Park Lee Min dalam hati.
Park Lee Min pun mengundurkan dirinya untuk menepi. Sedangkan Han Tae Tsu, masih setia dengan memandangi wajah Arumi.
Secara perlahan,Han Tae Tsu mengangkat Arumi yang tengah tertidur lelap. Dengan hati-hati Han Tae Tsu membopong Arumi untuk memasuki mansion milik nya.
Hal itu membuat Park Lee Min melongo, pasalnya. Baru kali ini Park Lee Min melihat Han Tae Tsu yang dengan sudi nya membopong seorang gadis, dan gadis itu adalah maid dirumah nya.
__ADS_1
"tuan Han...! " seru Park Lee Min.
"diamlah... aku tau apa yang kamu pikirkan. " jawab Han Tae Tsu pelan, karena tidak ingin membangunkan Arumi.
Tak hanya Park Lee Min,disana juga ada beberapa teman Arumi yang melihat nya. Termasuk juga dengan bu Nita, kepala asisten rumah tangga Han Tae Tsu.
Tak ada yang berani berucap apa pun,mereka hanya menundukkan kepala nya saat dilewati oleh Han Tae Tsu dan Park Lee Min.
Dan setelah kepergian mereka. (Park Lee Min, Han Tae Tsu maupun Arumi).
"mbak, mbak, mbak lihat itu tadi kan...?itu beneran kan...? bukan mimpi...?! " tanya salah satu maid kepada maid yang lain.
"shuuut...! sudah jangan diomongin...! takut nya kita kena imbasnya. Bukankah tadi kelihatannya Arumi tidur, ya...?! " jawab maid yang lain.
"iya." jawab maid yang lain lagi.
Sedangkan bu Nita yang mendengar bisikan-bisikan tersebut pun segera berdehem.
"eh... bu Nita,iya bu. Baik...! " jawab salah satu maid itu mewakili teman-teman nya.
Mereka pun segera menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
Han Tae Tsu membopong Arumi pergi ke kamar Arumi.Setelah nya dirinya pun menidurkan Arumi di tempat tidur milik Arumi.
"Manis...! " ucap Han Tae Tsu secara tidak sengaja. Karena ucapan tersebut keluar dengan sendirinya dari mulut nya.
Park Lee Min yang berada disitu pun tiba-tiba mengembangkan senyuman nya.
"tidak mungkin kan...? kalau tuan Han,ada rasa dengan si Arumi. Tapi jika itu mungkin...? " ujar Park Lee Min dalam pemikiran nya.
Han Tae Tsu masih setia di kamar Arumi,tanpa bosan dirinya memandangi wajah Arumi.
__ADS_1
Namun hal itu tidak berlangsung lama. Karena bu Nita datang menyapa nya.
"permisi tuan Han...?" sapa bu Nita kepada Han Tae Tsu.
"oh... kamu...! " jawab Han Tae Tsu yang terkejut.
"apa ada sesuatu hal, yang perlu saya kerjakan tuan Han...? " tanya bu Nita basa basi. Karena sebenarnya bu Nita tahu jika tuan nya sedang memandangi Arumi yang tengah terlelap tidur, namun berpura-pura tidak tahu.
"e... tidak...! saya mau ke kamar saya. " jawab Han Tae Tsu canggung.
Bu Nita pun membungkukkan badan nya. Mengira jika tuan nya akan segera pergi dari kamar Arumi, namun ternyata tuan nya malah masih setia mematung di sana.
"maaf tuan Han...? " ucap Bu Nita kemudian, setelah tahu jika tuan Han masih berdiri ditempat nya semula.
Dengan segera pun Han Tae Tsu sadar, dan pergi dari sana. Sedangkan Park Lee Min dengan setia nya mengekor di belakangnya.
"sial...! kenapa juga aku bertindak sebodoh itu...! Tak seharusnya aku masih disana...! " gerutu Han Tae Tsu yang sadar akan tindak lakunya yang aneh.
Sedangkan Park Lee Min, lagi-lagi hanya berseteru dengan pemikiran nya.
"tuan Han,anda benar-benar mulai mencintai Arumi. Terlihat jelas, dengan tindakan bodoh anda. " batin Park Lee Min mengejek tuan nya itu.
"sudah jangan pernah berpikir yang aneh-aneh...! saya tahu apa yang sedang kamu pikirkan....! " ucap Han Tae Tsu,yang seakan tahu akan pemikiran Park Lee Min asisten pribadi nya itu.
"sa... saya tidak berpikir apa pun tuan. " bela Park Lee Min.
"benarkah...?! " jawab Han Tae Tsu sembari menghentikan langkah kakinya,dan menoleh ke arah Park Lee Min.
"ya...! " jawab singkat Park Lee Min.
Han Tae Tsu pun menganggukkan kepala nya dan melanjutkan langkah kakinya.
__ADS_1