DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
Episode 33


__ADS_3

Arumi tengah sibuk mempersiapkan hidangan makan malam. Dirinya dibantu oleh beberapa asisten rumah tangga yang lain. Dengan gesit Arumi memulai aktivitas memasak nya.


Di tempat lain...


"tuan Herman satu minggu lagi, kita akan kedatangan tamu dari Korea." lapor seorang pria kepada Herman.


"ya, aku sudah tahu. Siapkan segala kebutuhannya, dan ingat jangan sampai ada satu pun yang salah. " jawab Herman dengan nada suara datar.


"baik tuan. " ucap sang lawan bicara.


"tunggu dulu Rudy,? " ucap Herman menghentikan langkah kaki pria yang bernama Rudy.


"iya tuan. " jawab Rudy hormat.


"siapkan rumah utama, untuk menyambut kedatangan tamu kita. " ujar Herman.


Rudy yang mendengar nya pun merasa heran, pasalnya rumah utama sudah lama tidak ditempati oleh tuan nya. Dan kenapa sekarang justru mau untuk menyambut kedatangan tamu dari Korea itu.


Rudy pun terdiam sebentar, lalu berkata kemudian.


"maaf tuan,tapi... " ucap Rudy yang terputus oleh ucapan dari Herman.


"bersihkan semua, aku mau rumah itu di dekor ulang. Dan jangan lupa, semua perabotan yang ada disana, aku mau kamu mengganti nya juga. Cari orang untuk mengerjakannya semua. Aku mau, sebelum kedatangan tamu kita semua sudah beres. " titah Herman kepada Rudy.


"baik tuan, saya akan lakukan. " jawab Rudy.


"Rudy, untuk soal dinding nya tidak perlu kamu cat ulang.Tutupi saja dengan wallpaper dinding.Untuk motif dan warna kamu pikirkan sendiri,yang penting warna nya jangan terlalu mencolok. " kata Herman.


"baik tuan. " jawab Rudy kemudian.

__ADS_1


Rudy pun berpamitan dan pergi. Dan setelah kepergian Rudy.


Herman merogoh saku celananya, dan mengambil benda pipih yang berbentuk persegi. Herman menyalakan telepon itu, dengan menekan pola kunci di benda pipih tersebut. Dan nampak lah sebuah gambar seorang wanita, yang selalu menghantui pikiran nya. Wanita cantik yang pernah menyandang status sebagai istri nya, tepatnya istri ke empat nya. Arumi, ya gambar itu adalah gambar Arumi. Foto yang diambil Herman secara sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan orang lain.


Tanpa terasa Herman pun meneteskan air mata nya. Dengan lekat, pria yang hampir berusia empat puluh empat tahun itu pun memandangi wajah cantik mantan istri nya.


"andai aku tidak percaya dengan setiap ucapan bulek Tuti, aku pasti tidak akan pernah kehilanganmu Arumi. Apa kabar mu disana...?Bagaimana dengan keadaan kamu, apakah kamu baik-baik saja atau tidak...? Maafkan aku Arumi,semua memang salahku. Andai semua ini tidak pernah terjadi. " ucap Herman dengan penuh penyesalan.


Di mansion keluarga Han...


"Arumi,Arumi...? " ucap seorang wanita paruh baya yang masih terlihat seperti anak gadis berusia dua puluh limaan.


"iya nyonya, anda memanggil saya...? " sahut Arumi dari arah dapur.


"astaga calon menantu mama,kok belum siap sih. " tegur Hong Han Na sembari tersenyum lembut ke arah Arumi.


Hong Han Na yang mendapati wajah Arumi yang kelihatan bingung pun segera berkata.


"kamu pasti lupa ya...? semalam mama kan sudah bilang, mau ajak kamu pergi menemani mama belanja. " seru Hong Han Na dengan menampilkan wajah nya yang di buat seperti orang merajuk.


Arumi pun baru ingat, kalau semalam dirinya berkata mau menemani nyonya besarnya untuk berbelanja.


"astagfirullah.Maafkan Arumi nyonya, Arumi lupa. " jawab Arumi sembari menunjukkan deretan gigi putihnya.


"ya sudah ayo,cepatlah bersiap. Mama tunggu di ruang tamu. " kata Hong Han Na.


"iya nyonya, " jawab Arumi hormat.


Hong Han Na hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum lembut.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Han Tae Tsu dan Park Lee Min pun.


"siang ma, " sapa Han Tae Tsu kepada mama nya. Yang di balas anggukkan oleh Hong Han Na.


"selamat siang nyonya besar. " kata Park Lee Min kemudian.


Hong Han Na pun membalas nya hal yang sama seperti membalas Han Tae Tsu tadi.


Han Tae Tsu duduk di salah satu sofa di dekat mama nya.


"Han,siang ini mama mau kita makan siang di luar. " ucap Hong Han Na.


"kenapa tidak makan dirumah saja ma, bukan kah jam segini Arumi sudah selesai memasak. " jawab Han Tae Tsu sembari menyandarkan punggung nya di kursi.


"mama mau sekalian belanja Han,kan gak mungkin juga kalau mama pergi sendiri. Sedangkan mama punya menantu dan anak lelaki mama. " ucap Hong Han Na yang berpura-pura bersedih hati.


Han Tae Tsu yang tidak melihat kehadiran Arumi pun langsung bertanya kepada sang mama.


"ma, mana Arumi...? " tanya Han Tae Tsu kepada sang mama lagi.


"dia baru saja masuk ke dalam kamarnya." jawab Hong Han Na.


"kenapa... sudah rindu ya...? " ejek Hong Han Na kepada putra semata wayangnya.


"mama ini bilang apa,orang juga kita setiap hari selalu bertemu. Masak rindu, " jawab Han Tae Tsu mengelak ucapan dari mama nya.


"kenapa harus ditutupi, mama tahu kok. Dan asal kamu tahu, mama juga pernah muda. " ujar Hong Han Na kepada putra semata wayangnya itu.


Dibalik candaan ibu dan anak itu, terukir indah sebuah senyuman yang mengembang pada orang yang berdiri disamping pintu.

__ADS_1


__ADS_2