DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 59


__ADS_3

Arumi kini telah sampai di tempat Han Tae Tsu,tempat jenasah Herman berada. Arumi langsung menemui ibu mertuanya.


"Mama, " Panggil Arumi memanggil mama mertuanya.


Hong Han Na pun menoleh ke sumber suara. Melihat sang menantu yang berdiri agak jauh darinya. Ia pun berinisiatif untuk menemui Arumi. Setelah Hong Han Na sampai di dekat Arumi.


"Sayang,,, " Seru Hong Han Na memanggil Arumi.


"Ma, " Sahut Arumi sembari mencium punggung belakang tangan Hong Han Na.


"Arumi turut berbela sungkawa atas kematian mas Herman. " Ucap Arumi lagi.


Hong Han Na pun tersenyum lembut, dan menganggukkan kepalanya pelan.


"Semua terjadi karena suratan takdir,manusia tinggallah menjalaninya. " Balas Hong Han Na, dengan menyeka air mata yang jatuh dari kedua sudut mata nya.


"Mama, " Ucap Arumi sembari memeluk Hong Han Na.


Hong Han Na dan Arumi pun saling berpelukan.


"Ma, apa yang sebenarnya terjadi pada mas Herman.Kenapa dia bisa mengakhiri kehidupan nya sendiri...? " Tanya Arumi ingin tahu.


"Entahlah Arumi, mama juga tidak tahu soal hal itu. Karena yang mama dengar dari keterangan Han Tae Tsu, pak Herman sudah tiada pada saat Han Tae Tsu datang. Dan menurut saksi mata, pak Herman bunuh diri. " Terang Hong Han Na dengan sedikit berbohong.


"Kenapa mas Herman bisa senekat itu. " Ucap Arumi.


"Sudahlah semua sudah terjadi. " Jawab Hong Han Na.


Acara pemakaman pun sudah selesai,para pelayat pun sudah pada pulang tinggallah keluarga Arumi yang masih berada di rumah Han Tae Tsu.


Tuan Park,dimana Arumi...? "Tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


Park Lee Min pun menjawab, " Nona muda sedang bersama dengan nyonya besar tuan muda. "Ucap Park Lee Min.


" Dan keluarga Arumi, apakah mereka sudah pulang...? "Tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


" Belum tuan muda. "Jawab Park Lee Min.


" Suruh saja mereka menginap disini, mengingat hari sudah mulai malam. "Ucap Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


" Baik tuan muda. "Jawab Park Lee Min dengan patuh.


Park Lee Min pun langsung mencari keberadaan keluarga Arumi. Setelah Park Lee Min mendapati keluarga Arumi, ia pun segera menyampaikan pesan dari tuan nya.


" Permisi pak Warsito dan ibu Darnia. "Ucap Park Lee Min dengan nada bicara hormat.

__ADS_1


" Iya tuan, ada apa...? "Tanya pak Warsito.


Park Lee Min pun tersenyum, " Tuan muda berpesan, agar kalian menginap di sini malam ini,mengingat hari sudah mulai malam. "Ungkap Park Lee Min kepada keluarga Arumi.


" Iya tuan Park, baiklah. Kami akan menginap di sini malam ini. "Jawab bu Darnia dengan tersenyum lembut.


" Baiklah kalau begitu, nanti biar para pelayan yang mengantarkan kalian di kamar kalian masing-masing. Saya permisi pak Warsito, bu Darnia. "Kata Park Lee Min dengan penuh hormat. Sembari membungkukkan setengah badan nya.


" Iya tuan Park, terima kasih. "Balas pak Warsito.


Malam ini akhirnya keluarga Arumi pun menginap di rumah Han Tae Tsu.


Di dalam kamar Hong Han Na.


Arumi dan Hong Han Na tengah berbincang-bincang.


" Arumi,ini mama punya sesuatu untukmu. "Ucap Hong Han Na sembari menyerahkan sebuah kotak perhiasan kepada Arumi.


" Apa ini ma, "Jawab Arumi.


" Bukalah...! "Perintah Hong Han Nama kepada Arumi.


Arumi pun kemudian membuka kotak perhiasan tersebut. Arumi pun terkejut melihat isi di dalam kotak perhiasan tersebut. Satu set perhiasan yang terbuat dari berlian asli. Terdiri dari sepasang anting,kalung berlian, gelang, dan cincin. Semua terbuat dari berlian asli.


" Mama, i... ini...? "Ucap Arumi dengan nada bicara terbata.


" Tapi ma, ini terlalu... "Jawab Arumi, namun belum selesai dirinya berucap sudah terlebih dahulu dipotong oleh Hong Han Na.


" Kurang bagus ya, mama bisa menukarnya dengan yang lebih bagus lagi. Kalau kamu tidak mau ini. "Ucap Hong Han Na.


" Tidak ma, bukan begitu. Maksud Arumi perhiasan ini terlalu bagus untuk Arumi. "Jawab Arumi.


Hong Han Na pun tersenyum dan berkata,"Kamu tahu Arumi, mama adalah mertua yang sangat beruntung di dunia ini, karena memiliki menantu seperti kamu. Sudah cantik, baik hati, pintar memasak dan satu lagi tidak neko-neko. Hehe... " Ucap Hong Han Na memuji menantu nya.


Arumi pun tersenyum lembut dan menjawab, "Mama terlalu memuji Arumi. " Jawab Arumi.


"Sudah sana kamu istirahat dulu, nanti kita bertemu lagi di meja makan. " Ucap Hong Han Na kepada Arumi sang menantu.


"Baik ma, " Jawab Arumi.


Arumi pun hendak melangkahkan kaki nya keluar, dihentikan oleh Hong Han Na.


"Arumi,jangan lupa ajak keluargamu juga. " Ucap Hong Han Na sembari tersenyum lembut.


"Iya ma, " Jawab Arumi kepada Hong Han Na.

__ADS_1


Di tempat lain, masih di rumah Han Tae Tsu.


"Wah ternyata enak juga ya tinggal di rumah orang kaya. " Ujar mas Galih kakak Arumi.


"Enak nya dimana mas,wong sama saja. " Jawab Ayu (istri Galih).


"Ya enak lah,wong semua ada. Kita tinggal suruh-suruh saja, mau apa saja ada yang mengambilkan." Ucap Galih.


"Makanya mas, kerja yang tekun, jangan malas-malasan. " Jawab sang istri Ayu.


"Aku kan juga kerja dek,tapi ya memang rejekinya segini -gini aja mau apa lagi. " Jawab Galih.


"Bersyukur mas. " Jawab Ayu.


"Dasar apes, punya istri gini amat. " Keluh Galih pelan namun masih bisa di dengar oleh Ayu.


"Mas bilang apa...? " Tanya Ayu sembari menatap tajam ke arah sang suami.


"Hehe... gak, gak ada. " Jawab Galih dengan cengengesan.


Ayu pun dengan cemberut mendaratkan bokongnya di sofa yang tersedia di kamar yang ia tempati ini.


"Ada yang marah ni... " Ujar Galih dengan melirik ke arah Ayu.


Namun Ayu tidak memperdulikan nya. Ayu tengah sibuk dengan telepon pintar miliknya.


"Alamat ini. " Seru Galih dengan wajah yang di buatnya lesu.


Alih-alih menanggapi ucapan sang suami, Ayu malah sibuk berselfie ria.


"Kambuh ni, penyakit selfie nya. " Cibir Galih,dan memutuskan untuk tidur.


Di tempat lain di kamar tempat ibu dan bapak berada.


"Bu,Arumi kita memang sangat beruntung. Semoga pernikahan Arumi kali ini membawa berkah untuknya. " Ucap pak Warsito kepada bu Darnia, istrinya.


"Amin." Jawab bu Darnia mengaminkan. Mereka pun berbincang-bincang tentang banyak hal.


Sedangkan di kamar Han Tae Tsu.


Arumi mondar-mandir bagaikan setrikaan di depan pintu kamar Han Tae Tsu. Arumi bingung mau masuk atau tidak ke kamar tersebut. Kalau masuk di dalam kamar ada Han Tae Tsu, kalau tidak ia bingung harus istirahat dimana. Akhirnya ia putuskan untuk mengetuk pintu kamar Han Tae Tsu.


"Tok... tok... tok... " (Bunyi ketukan pintu kamar Han Tae Tsu).


Mendengar suara ketukan pintu pada kamarnya Han Tae Tsu mempersilakan nya untuk masuk, karena Han Tae Tsu pikir jika itu adalah tuan Park Lee Min yang ia suruh untuk membawakan air teh untuknya.

__ADS_1


"Cekrek... " (Bunyi suara pintu di buka}.Lalu masuklah Arumi,,, "Aaargh... " Seru Arumi berteriak.


__ADS_2