
"gadis yang menarik... " seru Han Tae Tsu dalam hati.
"biarkan dia jalan sendiri,tuan Park...! " perintah Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.
"baik tuan. " jawab Park Lee Min patuh.
"jangan berusaha untuk kabur,karena kamu akan membayarnya dengan lebih mahal. " ucap Han Tae Tsu datar,dengan menampilkan senyuman devil's nya.
Tak berapa lama, mereka pun memasuki ruangan yang begitu indah. Bernuansa keemasan,menyelimuti ruangan tersebut. Dengan berderetan kursi-kursi yang tertata rapih. Disana sudah ada beberapa rekan bisnis Han Tae Tsu yang sudah menunggunya sedari tadi.
"maafkan saya tuan-tuan, saya sedikit terlambat. " sapa Han Tae Tsu.
Mereka kemudian memulai rapat yang sempat tertunda 10 menit tersebut. Setelah rapat selesai,acara pun disusul dengan makan-makan.
Pandangan semua orang yang sedari tadi memperhatikan Arumi,akhirnya salah satu diantara mereka memberanikan diri untuk bertanya.
"maaf tuan Han,kalau boleh tahu siapa nona yang berada di sebelah anda ini...? " ucap nya.
Han Tae Tsu tersenyum,
"dia... dia bukan siapa-siapa saya. " jawab Han Tae Tsu datar.
Orang tersebut hanya menganggukkan kepala nya saja. Dan kemudian,,
"kalau bukan siapa-siapa anda,kenapa dia bersama anda tuan Han...? " kata salah satu diantara mereka yang lain.
"hmm.... sebaiknya jangan hiraukan dia. Maaf saya sudah selesai,saya permisi dulu... " pamit Han Tae Tsu.
Han Tae Tsu,Park Lee Min dan Arumi pun beranjak pergi dari tempat tersebut.
Dan setelah kepergian mereka bertiga,ada diantara rekan bisnis Han Tae Tsu yang membicarakan soal Arumi.
"aku yakin,gadis itu pasti kekasih tuan Han." celoteh salah satu diantara mereka.
"wah,gak nyangka saja. Ternyata dia suka orang Indonesia. " jawab seorang wanita menimpali, dia juga salah satu rekan bisnis Han Tae Tsu.
"andai aku punya anak gadis,sudah pasti ku suruh dia untuk mendekati tuan Han. Biar aku bisa mempunyai cucu seganteng dia. " ungkap seorang wanita menimpali yang sudah tidak muda lagi.
Mereka pun menikmati rapat kali dengan segudang cerita yang berjudul tuan Han.
Han Tae Tsu,Park Lee Min dan juga Arumi. Kini tengah berada di dalam mobil.
Sekilas Han Tae Tsu menatap Arumi.Dan berkata,,
"temani aku untuk hari ini,aku mau menghabiskan waktu hari ini dengan kamu...! " ucap Han Tae datar.
Wajah Arumi pun pias mendengar ucapan dari Han Tae Tsu.
"ta... tapi tuan...!?" jawab Arumi sedikit ketakutan karena terlihat jelas dari wajahnya.
Han Tae Tsu pun mendekat,dirinya menggeser pantatnya mendekat Arumi. Tangan Han Tae Tsu memegang kedua pipi Arumi.
"jangan takut, aku tidak akan berbuat melebihi batasanku. " ujar Han Tae Tsu menyakinkan Arumi.
__ADS_1
Arumi masih tetap takut,karena ini adalah pertama kalinya wajahnya di sentuh seorang lelaki. Walaupun kenyataan nya Arumi sudah pernah memiliki suami,namun suaminya tidak pernah menyentuh tubuh nya sekali pun itu hanya sebatas wajahnya.
"tuan Park,semua urusan kantor aku mau kamu yang meng-handle nya untuk hari ini. " ucap Han Tae Tsu.
"baik tuan. " jawab Park Lee Min singkat.
"aku ingin pergi mengunjunginya...! " ucap Han Tae Tsu kemudian
Park Lee Min yang mengerti maksud dari tuan nya langsung menganggukkan kepala nya.
"siapa yang mau dia kunjungi. " batin Arumi yang sedari tadi hanya diam saja.
Kurang lebih hampir dua jam,mereka pun telah sampai di sebuah rumah sederhana. Rumah itu tidak begitu besar,dan tidak begitu kecil. Banyak pepohonan rindang di pekarangan nya. Diantara pepohonan rindang tersebut, ada sebuah rumah kecil di antara nya. Mereka menyebutnya rumah pohon. Walaupun rumah itu sudah lama tidak ditempati,namun terlihat bersih. Karena Han Tae Tsu menyuruh orang membersihkan dua hari sekali.
Han Tae Tsu turun dari mobil, diikuti oleh Park Lee Min dan Arumi.
"saya permisi tuan Han. " pamit Park Lee Min.
Han Tae Tsu pun menganggukkan kepala nya. Sedangkan Arumi nampak begitu bingung, karena Park Lee Min meninggalkan mereka berdua di tempat yang asing untuk nya.
"ayo masuk. " ajak Han Tae Tsu, yang sudah berjalan masuk duluan dan membuka pintu rumah.
Arumi pun masuk dengan ketakutan yang menjalar dibenaknya.Hal itu tidak lah luput dari pandangan Han Tae Tsu.
"kamu kenapa...? " tanya Han Tae Tsu penuh menyelidik.
"tu... tuan Han... kenapa kita harus disini. " jawab Arumi terbata.
"kenapa...? kamu keberatan...? " ucap Han Tae Tsu.
Melihat hal itu Han Tae Tsu pun berkata.
"lantas... apa yang sedari tadi kamu cemaskan...?" tanya Han Tae Tsu kemudian.
Lagi-lagi Arumi hanya menggelengkan kepala nya.
"duduklah...!! " perintah Han Tae Tsu.
Arumi pun duduk sembari menundukkan kepala nya. Han Tae Tsu mendekati nya.
"jangan berpikir yang aneh-aneh. Aku bukan lelaki seperti apa yang engkau pikirkan. Aku hanya menyuruh mu untuk menemaniku saja, selebihnya tidak ada. " kata Han Tae Tsu.
Sebentar dirinya pun menghela napas.
"aku tidak akan menyakitimu apalagi menyentuhmu. " kata Han Tae Tsu kemudian, menyakinkan Arumi agar tidak takut kepada Han Tae Tsu.
Arumi pun menganggukkan kepala nya.
"maafkan saya tuan Han. " ucap Arumi.
"iya.Kamu tidak salah kok,jadi jangan minta maaf ya. " jawab Han Tae Tsu sembari tersenyum lembut.
"sebenarnya saya mengajak kamu kesini,,, " Han Tae Tsu menjeda ucapan nya.
__ADS_1
"aku mau kamu memasakkan aku sayur, sayur ini...! " ucap Han Tae Tsu kemudian sembari menunjukkan Arumi sebuah resep masakan.
Arumi melongo melihat resep itu.
"resep sayur lodeh...? " batin Arumi.
"kenapa...? kamu tidak bisa...? " jawab Han Tae Tsu setelah melihat ekspresi wajah Arumi.
"bisa tuan. " jawab Arumi. Sekilas nampak seukir senyuman di bibir Arumi.
Han Tae Tsu pun melihat hal itu,
"dia nampak terlihat lucu ternyata. " ucap Han Tae Tsu pelan, sampai Arumi tidak dapat mendengarnya.
Arumi pun mulai memasak sayur lodeh yang diminta oleh tuan nya. Tidak lupa Arumi juga membuat lauk-pauk nya,disertai dengan sambal nya. Sehingga menjadi hidangan yang begitu menggugah selera makan. Walaupun menu sederhana,namun ternyata seorang oppa menyukai masakan tersebut.
Arumi sudah selesai masak, dan dirinya sudah menyiapkan semua hidangan yang tadi telah dibuatnya.
Arumi pun memanggil Han Tae Tsu untuk makan.
"permisi tuan Han,makanannya sudah siap. " ucap Arumi.
Han Tae Tsu menganggukkan kepala nya,dan beranjak pergi ke meja makan. Disusul Arumi dibelakang nya.
Han Tae Tsu duduk di kursi meja makan,dia pun melihat Arumi yang hanya berdiri saja.
"kenapa kamu berdiri saja disitu,sini temani saya makan. " ucap Han Tae Tsu.
"ta... tapi tuan Han. " jawab Arumi.
"saya tidak menerima penolakan. Dan kenapa kamu suka sekali menentang saya...! " ucap Han Tae Tsu datar.
Arumi hanya diam sesaat dan kemudian.
"saya.... " ucap Arumi yang terpotong karena di sela oleh Han Tae Tsu.
"makan ini dan habiskan segera. " ujar Han Tae Tsu.Sembari mengambilkan Arumi sedikit nasi sayur beserta lauk-pauk nya dan tidak lupa sedikit sambal.
"kita pulang ke mansion nanti malam. Park Lee akan menjemput kita. " ucap Han Tae Tsu sembari mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
Mereka pun menyamtap makanan.
Setelah selesai Han Tae Tsu mengajak Arumi untuk ke rumah pohon. Arumi pun mengikuti nya. Setelah sampai di bawah rumah pohon,Han Tae Tsu naik ke atas untuk menuju ke rumah pohon.
Sedangkan Arumi dirinya hanya terdiam dibawa sana. Han Tae Tsu pun menatap nya dan berkata.
"kenapa tidak ikut naik...? " tanya Han Tae Tsu heran.
"maaf tuan Han, saya takut ketinggian. Saya tidak berani naik. " jawab Arumi terus terang.
Han Tae Tsu memutar kedua mata nya dengan malas. Dan berkata...
"kenapa kamu terus saja mengingatkan aku kepadanya... " jawab Han Tae Tsu tanpa sadar.
__ADS_1
Arumi yang mendengar nya pun penasaran, dan bertanya kepada Han Tae Tsu.
"apa maksud anda tuan Han....?? " ucap Arumi kepo.