DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
Episode 32


__ADS_3

"mama tahu apa yang aku inginkan, " serunya dalam hati.


Saat ini Arumi tengah memasak di dapur, dirinya dibantu dengan beberapa asisten rumah yang lain. Setelah selesai,seperti biasa Arumi akan membawakan nya ke kantor Han Tae Tsu. Arumi akan diantar oleh sopir yang di khususkan untuk dirinya.


Setelah beberapa menit kemudian, kini Arumi sudah berada di kantor Han Tae Tsu. Arumi disambut dengan ramah oleh para karyawan Han Tae Tsu. Karena mereka sudah tahu kalau Arumi adalah calon istri dari bosnya. Arumi memang pernah di ajak oleh Hong Han Na ke kantor Han Tae Tsu, dan diperkenalkan oleh Hong Han Na kalau Arumi adalah calon menantu nya.


Arumi di antar oleh salah satu staf untuk menemui Han Tae Tsu ke ruangan nya. Hal itulah yang biasa dilakukan oleh staf Han Tae Tsu, karena Han Tae Tsu lah yang menyuruh mereka.Bukan tanpa sebab Han Tae Tsu melakukan hal tersebut. Pasalnya Han Tae Tsu tahu, kalau Arumi tidak terbiasa menggunakan lif. Jadi hal itu membuat Arumi takut untuk menemui nya sendiri. Dan jika Arumi menaiki tangga, Han Tae Tsu juga tahu kalau ternyata Arumi takut dengan ketinggian. Jadi tindakan satu-satunya yang dilakukan oleh Han Tae Tsu adalah memerintahkan kepada salah satu para karyawan nya untuk mengantarkan Arumi ke ruangannya jika Arumi sewaktu -waktu mendatangi kantor Han Tae Tsu.


"silakan nona... " ucap staf yang mengantarkan Arumi dengan tersenyum lembut.


Arumi pun tersenyum, "terima kasih mbak. " jawab Arumi dengan ramah.


Staf tersebut pun tersenyum,dirinya pun menganggukkan kepala nya dan berlalu pergi dari sana.


Sebelum memasuki ruangan Han Tae Tsu, tidak lupa Arumi mengetuk pintu terlebih dahulu.


tok... tok... topik... bunyi suara ketukan pintu.


Selang beberapa saat kemudian,seorang pria berwajah khas dari Negeri Gingseng pun muncul setelah membuka pintu yang di ketuk oleh Arumi. Dia adalah asisten Park Lee Min, asisten pribadi Han Tae Tsu.


Park Lee Min pun mengulas senyum ke arah Arumi. Dirinya pun mempersilakan Arumi untuk masuk ke dalam ruangan Han Tae Tsu.


"silakan masuk nona, " ucap Park Lee Min sembari tersenyum kepada Arumi.


"Terima kasih tuan Park. " balas Arumi dengan ramah.


Setelah masuk ke dalam ruangan, Arumi melihat Han Tae Tsu yang sedang fokus dengan pekerjaan nya. Walaupun sekarang ini sudah masuk jam makan siang, namun Han Tae Tsu masih belum beristirahat.


Arumi mendekati Han Tae Tsu, "tuan makanlah dulu. " ucap Arumi dengan nada lembut seperti biasa.

__ADS_1


Han Tae Tsu pun mendongak kan kepala nya sesaat,dan kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya.


"aku sibuk,dan tak sempat untuk makan. Jika kamu mau,tolong suapi aku. " jawab Han Tae Tsu tanpa menoleh ke arah Arumi,dirinya benar-benar tidak bisa di ganggu saat ini.


Tanpa membantah Arumi pun segera menyiapkan makanan tersebut, dan mulai menyuapi Han Tae Tsu dengan telaten.


Di perlakuan seperti itu, membuat hati Han Tae Tsu bersorak bahagia. Walaupun dirinya menunjukkan sikap yang sebaliknya.


"Terima kasih sayang, " batin Han Tae Tsu yang sesaat memandangi wajah cantik Arumi.


Arumi merasa salah tingkah karena dipandangi terus oleh Han Tae Tsu. Dirinya malu karena disana bukan hanya ada dirinya dan Han Tae Tsu,disana juga ada tuan Park Lee Min sang asisten setia dari Han Tae Tsu.


Melihat perubahan wajah Arumi,seakan Han Tae Tsu tahu dengan keadaan Arumi saat ini. Han Tae Tsu pun menyuruh Park Lee Min untuk meninggalkan ruangan nya.


"tuan Park,kenapa anda masih disini. Bukankah ini sudah waktunya jam makan siang... " Ucap Han Tae Tsu dengan memberi kode lewat mata kepada Park Lee Min.


"saya permisi tuan,nona." ucap Park Lee Min berpamitan.


Setelah kepergian Park Lee Min, tinggallah mereka berdua. Han Tae Tsu menghentikan pekerjaan nya,dirinya pun kemudian memandangi wajah cantik Arumi dengan lekat.


"kenapa kamu tidak ikut makan...? " tanya Han Tae Tsu kepada Arumi.


"sa... saya makan nanti saja tuan. " jawab Arumi dengan gugup karena sedari tadi Han Tae Tsu terus saja memandangi nya.


"makan lah, tidak enak jika aku makan sendiri. " titah Han Tae Tsu.


"setelah ini saya akan makan, tuan. " jawab Arumi dengan menundukkan kepala nya.


"kalau begitu aku sudah, dan sekarang makan lah. " perintah Han Tae Tsu kemudian kepada Arumi.

__ADS_1


Tanpa memandang Han Tae Tsu, Arumi pun berkata. "saya akan makan di rumah nanti saja tuan, " jawab Arumi dengan menunduk.


"terserah kamu saja lah. " putus Han Tae Tsu yang sudah menyerah memaksa Arumi untuk makan.


"aku tahu kamu tidak menginginkan pernikahan ini,tapi aku mohon tolong terimalah pernikahan ini. Bukankah kita bisa berpura-pura untuk saling mencintai, walaupun itu hanya di hadapan orang lain. Termasuk di depan ibuku. " terang Han Tae Tsu secara gamblang dengan tiba-tiba.


"aku tahu semua tentang kamu,termasuk hal yang menyangkut semua tentang keluarga kamu dan kehidupan sebelum kamu tinggal di mansion aku. Aku menerima semua kekurangan dan kelebihan kamu.(Han Tae Tsu tiba-tiba memegang tangan Arumi, yang berhasil membuat Arumi kaget.) Aku mencintai kamu Arumi.... " ucap Han Tae Tsu kemudian.


Deg,.... seolah jantung Arumi berhenti berdetak. Mendengar sebuah kenyataan yang telah diucapkan oleh Han Tae Tsu.


"aku mencintai kamu Arumi. " seolah kata itu terngiang-ngiang dipikirkan Arumi.


"tu.. tuan Han, " seru Arumi yang masih dalam mode tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar barusan.Namun semua itu segera dirinya tepis dari pikiran nya.


"apakah ini termasuk dalam rencana kita nanti,berpura-pura untuk saling mencintai di depan orang lain, termasuk di depan nyonya besar...?? " tanya Arumi dengan polos.


Han Tae Tsu terdiam sesaat, dan menganggukkan kepala nya.


"aku bisa menunggumu,sampai kamu mau menerima aku dengan tulus. Aku tahu, semua ini terlalu begitu cepat untuk aku katakan. Tapi inilah perasaanku,aku bahkan tidak percaya sebelum nya dengan perasaan ini. Namun semua benar apa adanya, aku mencintaimu Arumi Narendra Putri. " kata Han Tae Tsu.


"itu adalah kata yang akan aku ucapan di depan mama ku nanti, jadi kamu jangan besar kepala dulu.ujar Han Tae Tsu kembali.


"baik tuan. " jawab Arumi.


"itu sebenarnya bukan sebuah kebohongan Arumi, itu adalah sebuah kenyataan. Aku memang mulai mencintai kamu. " batin Han Tae Tsu dalam hati.


"maaf tuan. Jika sudah tidak ada lagi hal yang perlu saya lakukan,saya permisi tuan. " jawab Arumi.


Han Tae Tsu menganggukkan kepala nya, "pergilah... " ucap Han Tae Tsu kemudian.

__ADS_1


Dan saat ini Arumi sudah tidak ada di dalam ruangan kantor nya. Dalam hati Han Tae Tsu berkata, "aku akan berusaha menaklukkan hati kamu Arumi. Dan ini bukan suatu hal yang pura-pura. Ini real,aku memang mencintai kamu. "


Dirinya pun memulai pekerjaan nya lagi yang sempat tertunda.


__ADS_2