DI CINTAI OPPA

DI CINTAI OPPA
EPISODE 36


__ADS_3

"Dia masih tidur...?Ah...mungkin sepertinya dia kelelahan." Ucap Han Tae Tsu pelan sembari memperhatikan wajah cantik Arumi yang polos tanpa polesan.


"Cantik." Kata Han Tae Tsu dengan tersenyum lembut.


Tiba-tiba,


"Han,bukankah masih ada rapat kamu...? Tapi kenapa malah disini...? " Tanya Hong Han Na yang berhasil membuat Han Tae Tsu tertangkap basah.


"Ma,.. mama. " Jawab Han Tae Tsu sedikit gagap.


Hong Han Na yang sengaja menggoda anak semata wayangnya pun tersenyum terkekeh.


"Ha... ha.. haa...., sudah mama pastikan pasti ini akan terjadi,mama sudah menduganya. Sudahlah Han, jujur saja. Kalau kamu sebenarnya memang menyukai gadis itu.Dan ternyata, dugaan mama benar bukan...? " Celoteh Hong Han Na dengan tersenyum terkekeh.


Han Tae Tsu mendengus kesal,akhirnya perasaan nya yang di simpan nya rapat-rapat terbongkar oleh mama nya sendiri. Namun bukan Han Tae Tsu orangnya kalau tidak bisa mencari alasan.


"Tapi mama salah kali ini,karena aku kesini mau mengambil hanphone ini. " Jawab Han Tae Tsu bohong sembari memperlihatkan hanphone yang sempat tadi dirinya lempar ke arah Arumi untuk mengelabui mama nya.


"Baiklah mama akui,mama kalah. " Ujar Hong Han Na menyerah.


"Tapi kedepannya, mama pastikan kamu akan mengakuinya sendiri. " Jawab Hong Han Na kemudian.


Tanpa mereka sadari Arumi bangun dan mendengar semua ucapan dari mereka berdua.


"Apa yang mereka sedang debatkan...? " Pikir Arumi yang tengah berpura-pura tertidur.


Han Tae Tsu pun masuk ke dalam mobil.


Cekreek... (bunyi suara pintu mobil di buka).


Brak... (bunyi suara pintu mobil di tutup).


Han Tae Tsu duduk di depan dekat pengemudi. Setelah duduk dirinya melihat ke belakang jok,tempat Arumi tertidur.


"Mustahil dia masih tidur... dasar gadis aneh!... "Ucap Han Tae Tsu pelan, sembari memandangi wajah Arumi.


" Entah mengapa aku merasa kamu berbeda,akan tetapi apakah perasaan ini benar adanya. Kalau aku mulai mencintaimu Arumi. "Ungkap Han Tae Tsu di dalam hati. Dengan tak bosan-bosannya memandangi wajah Arumi.

__ADS_1


Tak berselang waktu lama,Park Lee Min pun datang. Han Tae Tsu yang melihat kedatangan Park Lee Min pun segera berpura-pura fokus menatap layar ponsel milik nya.


Tok... tok... tok... (bunyi suara ketukan pintu mobil).


Han Tae Tsu pun membuka sedikit kaca jendela mobil nya.


" Ya,ada apa...? "Tanya Han Tae Tsu datar tanpa menoleh ke arah Park Lee Min.


" Tuan, saya butuh tanda tangan tuan. "Ucap Park Lee Min sembari menyerahkan beberapa file yang dibawanya.


Han Tae Tsu pun menerima nya,dan dengan teliti dirinya melihat file tersebut. Setelah nya baru dia menandatangani file-file tersebut. Han Tae Tsu memang cukup teliti orangnya. Sesudah di tanda tangani, Han Tae Tsu pun memberikannya kepada Park Lee Min kembali.


" Ini,dan segera kemari kalau sudah selesai. "Kata Han Tae Tsu datar.


" Baik tuan, "Jawab Park Lee Min, dan dirinya pun berlalu pergi.


Tinggallah Han Tae Tsu dan Arumi berdua. Han Tae Tsu kembali memandangi Arumi, namun ternyata Arumi sudah bangun.


" Tuan ada apa...? "Tanya Arumi menghilangkan rasa gugupnya. Karena sedari tadi dia menahannya.


" Tidak ada,"Jawab Han Tae Tsu asal.


"Dimana tuan Park, tuan...?? " Tanya Arumi dengan mengedarkan pandangannya ke penjuru arah.


"Dia sedang ada perlu, mungkin sebentar lagi dia datang. Kenapa...? Dan untuk apa kamu mencari tuan Park...?? ".Jawab Han Tae Tsu penuh dengan menyelidik.


" Tidak ada apa-apa tuan. Sa... saya hanya ingin tanya saja,sudah sampai mana kita sekarang...? "Kata Arumi dengan takut.


" Kita sudah sampai di kota S. "Jelas Han Tae Tsu dengan nada suara datar dan dingin.


" Ada apa...? Apa kamu perlu sesuatu...? "Tanya Han Tae Tsu kemudian.


" Ti...ti.... tidak tuan,tapi bolehkan saya keluar sebentar...?? "Ucap Arumi sembari menahan rasa sesuatu yang sedang mengganggu nya.


" Untuk apa...? "Tanya Han Tae Tsu.


" Sebentar saja tuan. "Jawab Arumi.

__ADS_1


Han Tae Tsu memperhatikan Arumi dengan seksama. Dan akhirnya dia tahu apa yang sedang Arumi mau.


" Aku akan mengantarmu. "Ucap Han Tae Tsu tegas.


" Ta... ta... tapi tuan..? Saya mau ke...,"Jawab Arumi terbata. Namun sudah terpotong oleh Han Tae Tsu.


"Kamu mau ke toilet bukan...? Mari saya antar...! " Ungkap Han Tae Tsu kemudian.


Arumi pun hanya bisa menganggukkan kepala nya saja. Dan mengekor di belakang Han Tae Tsu.


Belum sampai di toilet, tiba-tiba saja Han Tae Tsu berhenti. Dan hal tersebut mengakibatkan Arumi menabraknya.


"Aaauuh... " Seru Arumi karena dirinya menabrak punggung Han Tae Tsu yang berhenti secara tiba-tiba.


"Aku kau tidak punya mata. " Ucap Han Tae Tsu dengan membalikkan badan nya ke belakang. Dimana Arumi berada.


"Ma... maaf tuan,sa... saya tidak melihat anda... " Jawab Arumi dengan nada gugup.


"Kenapa aku tidak melihat nya,bagaimana ini. Pasti dia akan marah lagi kepadaku. " Batin Arumi.


"Lagi-lagi maaf,apa kau tidak punya kata lain selain kata maaf...?? " Ungkap Han Tae Tsu.


"Sudahlah cepatlah ke toilet, mama sudah menunggu kita di kota P. " Terang Han Tae Tsu dengan nada datar.


"i... iya tuan. " Kata Arumi kemudian.


Beberapa saat kemudian Arumi pun sudah selesai dengan urusan nya. Dirinya dan Han Tae Tsu pun kembali ke mobil. Dan ternyata Park Lee Min sudah berada di sana.


"Kau sudah selesai...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Park Lee Min.


"Sudah tuan, " Sahut Park Lee Min.


"Baiklah,sekarang kita langsung saja ke kota P. Tapi sebelum itu, kita singgah dulu ke restoran untuk sarapan. " Perintah Han Tae Tsu kepada Park Lee Min. Sedangkan Arumi hanya bisa mengikuti kemana pun mereka pergi.


Kini mereka sudah sampai di sebuah restoran. Mereka pun turun, dan memesan beberapa makanan untuk sarapan pagi. Beberapa menit kemudian datanglah pelayan resto membawakan pesanan mereka. Pelayan resto tersebut menatap Arumi dengan terkejut, tanpa diketahui oleh Arumi. Dan memanggil nama Arumi.


"Arumi...?? Apa yang kamu lakukan di kota ini...?? " Tanya pelayan resto tersebut.

__ADS_1


Arumi pun menolehkan ke sumber suara dan,


"Ka... ka... kamu...?? " Ucap Arumi terkejut.


__ADS_2