
Mendengar teriak dari Arumi Han Tae Tsu pun dengan segera menutupi tubuh polos nya.
"Sial kenapa dia masuk ke dalam kamarku. " Gerutu Han Tae Tsu pelan, yang tidak ingat jika sekarang ini Arumi sudah menjadi istri sah nya.
"Maaf tuan, sa... sa... saya tidak tahu kalau tuan Han... " Ucap Arumi dengan nada bicara gugup. Belum selesai Arumi berbicara,namun Han Tae Tsu sudah terlebih dahulu memotong ucapannya.
"Apa yang kamu lakukan di kamarku, Arumi...? " Tanya Han Tae Tsu kepada Arumi.
"Maaf tuan, tapi saya bingung harus tidur dimana malam ini, tuan. Sedangkan semua kamar sudah penuh semua. " Jelas Arumi menceritakan kepada Han Tae Tsu.
"Ya terserah kamu mau tidur dimana... kenapa malah datang ke dalam kamarku ini. " Ucap Han Tae Tsu yang belum juga sadar kalau Arumi adalah istrinya.
"Tapi tuan, saya kan istri tuan...! " Seru Arumi.
"Astaga kenapa aku sampai lupa, kalau aku ini sudah menjadi suaminya. " Gumam Han Tae Tsu sembari menepuk keningnya dengan satu tangannya.
"Ya, tidurlah kalau begitu." Ucap Han Tae Tsu kemudian.
Namun Arumi malah terdiam mematung.
"Saya tidur dimana tuan...? " Tanya Arumi dengan bingung.
__ADS_1
"Tidurlah di tempat tidurku, biar aku tidur di sofa sini. " Ucap Han Tae Tsu dengan nada bicara datar.
"Baik tuan. " Jawab Arumi singkat.
Han Tae Tsu pun kemudian masuk kembali ke dalam kamar mandi nya. Ia pun menyelesaikan kembali memakai baju. Setelah selesai barulah Han Tae Tsu keluar. Han Tae Tsu melihat kalau Arumi sudah terlelap tidur.
"Sengantuk itukah dia, baru beberapa menit saja aku tinggal, dia sudah tertidur lelap. " Gumam Han Geng pelan.
Han Tae Tsu pun kemudian ikut menyusul Arumi ke alam mimpi.
Beberapa menit kemudian terdengar bunyi pintu di ketuk.
"Tok... tok... tok... " (bunyi suara pintu di ketuk.}.
"Maaf tuan muda, makan malam sudah siap. Tuan muda dan nona muda dimohon untuk kesana oleh nyonya besar. " Ucap seorang pelayan.
"Ya, aku akan kesana. " Jawab Han Tae Tsu kepada pelayan tersebut.
Setelah kepergian pelayan tersebut, Han Tae Tsu ikut menyusul tanpa berniat untuk membangunkan Arumi yang sedang tidur dengan pulas.
Kini Han Tae Tsu sudah berada di meja makan. Semua orang sudah menunggunya sedari tadi.
__ADS_1
Hong Han Na yang tidak mendapati menantu kesayangannya ada di sana, ia dengan segera menanyakan nya.
"Han,dimana Arumi,...? Kenapa dia tidak ikut makan...? " Tanya Hong Han Na kepada putra semata wayangnya itu.
Han Tae Tsu pun menjawabnya dengan enteng.
"Dia tidur ma,nanti biar aku saja yang membawakan makanan untuk nya.
" Ya, sudah kalau begitu. "Sahut Hong Han Na kepada Han Tae Tsu.
" Mungkin dia kelelahan, jeng. "Tiba-tiba bu Darnia berucap.
" Ya pengantin baru. "Seru mbak Ayu menimpali ucapan ibu Darnia.
Mereka pun tertawa semua kecuali Han Tae Tsu, karena di dalam obrolan ini dia lah tersangka utamanya.
" Apa yang kalian ucapkan.., hah...! "Ucap Han Tae Tsu dengan amarah karena tersinggung dengan ucapan mereka.
Namun Hong Han Na segera menegurnya.
" Han mereka tidak salah,kenapa kamu sampai marah seperti itu. "Ucap Hong Han Na menegur putra semata wayangnya.
__ADS_1
" Maafkan kami nak Han, kami hanya ingin bercanda saja. "Ucap pak Warsito dengan menundukkan kepalanya.
" Ya, saya yang seharusnya meminta maaf kepada kalian. Maafkan saya ibu, bapak, mbak Ayu dan mas Galih. "Ucap Han Tae Tsu.